Breaking News:

Tak Perlu Khawatir jika Anak Alergi Protein Susu Sapi, dr. Anindita Paparkan Jenis Susu Pengganti

Ketika seorang anak memiliki alergi protein susu sapi, susu tersebut dapat diganti dengan kandungan protein yang telah dimodifikasi.

lifestyle.kompas.com
Ilustrasi konsumsi susu, simak penjelasan dr. Anindita Noviandhari, Sp.A 

TRIBUNHEALTH.COM - Susu menjadi salah satu kebutuhan untuk memenuhi asupan gizi bagi anak-anak.

Pasalnya selain memenuhi asupan gizi, susu memiliki banyak manfaat yang bagus untuk kesehatan dan pertumbuhan anak.

Mulai dari sumber energi, sumber kalsium untuk mendukung pertumbuhan tulang dan gigi, memenuhi kebutuhan cairan, meningkatkan kecerdasan, hingga menjaga saluran pencernaan.

Meskipun memiliki manfaat yang baik untuk tubuh, beberapa anak memiliki alergi terhadap susu.

Baca juga: Saat Anak Alami Diare Tidak Selalu Harus Hentikan Pemberian Susu, Begini Penjelasan dr. Anindita

ilustrasi anak yang mengalami alergi susu sapi, simak penjelasan dr. Anindita Noviandhari, Sp.A
ilustrasi anak yang mengalami alergi susu sapi, simak penjelasan dr. Anindita Noviandhari, Sp.A (health.grid.id)

Baca juga: Benarkah Sering Konsumsi Antibiotik Sebabkan Resistensi Antibiotik? Berikut Ulasan dr. Anindita

Alergi susu merupakan reaksi berlebihan yang terjadi pada sistem kekebalan tubuh terhadap kandungan protein pada susu sapi.

Kondisi ini ditandai dengan gatal-gatal, muntah, dan diare pada anak.

Dilansir TribunHealth.com, Dokter Spesialis Anak, dr. Anindita Noviandhari, Sp.A memberikan penjelasan dalam tayangan YouTube Tribunjabar Video.

Menurut dr. Anindita Noviandhari, Sp.A, ketika seorang anak memiliki alergi protein susu sapi, susu tersebut dapat diganti dengan kandungan protein yang telah dimodifikasi.

Pasalnya susu yang normal memiliki protein yang biasanya berbentuk rantai dan panjang.

Baca juga: Anak Mudah Sakit, Apakah Perlu Melakukan Cek Vitamin D? Begini Ulasan dr. Anindita

Ilustrasi susu pengganti protein susu sapi, simak penjelasan dr. Anindita Noviandhari, Sp.A
Ilustrasi susu pengganti protein susu sapi, simak penjelasan dr. Anindita Noviandhari, Sp.A (Pixabay)

Baca juga: Baiknya Tak Diminum Bersamaan, dr. Anindita Paparkan Jeda Waktu Antara Minum Obat dan Minum Susu

Namun pada anak yang alergi protein susu sapi, protein panjang tersebutlah yang membuat gejala pada anak saat ia mengonsumsi susu tersebut.

2 dari 3 halaman

dr. Anindita menjelaskan, pada anak-anak yang memiliki alergi protein susu sapi, protein yang panjang tersebut harus dipecah-pecah agar tidak menimbulkan gejala.

Tingkat pemecahan protein tersebut akan disesuaikan dengan gejala yang dialami oleh anak-anak.

Ketika seorang anak memiliki gejala yang masih ringan, protein tersebut akan dipecah secara parsial atau sebagian saja.

Seperti yang diketahui, protein terdiri dari asam amino. Ketika alergi masih ringan, pemecahan protein tidak sampai pada asam amino.

Sehingga rantai protein tersebut diubah menjadi lebih pendek dari ukuran yang seharusnya.

Baca juga: Benarkah Berjemur di Pagi Hari Dapat Meningkatkan Imunitas Anak? Berikut Jawaban dr. Anindita

ilustrasi anak konsumsi susu sapi
ilustrasi anak konsumsi susu sapi, simak penjelasan dr. Anindita Noviandhari, Sp.A (health.kompas.com)

Baca juga: Tak Perlu Panik dan Buru-buru Berikan Obat, dr. Anindita Paparkan Cara Atasi Demam pada Anak

Pemilihan jenis susu untuk anak yang alergi protein susu sapi

dr. Anindita menyebutkan, susu yang memiliki protein pendek dinamakan dengan susu terhidrolisat parsial dan susu terhidrolisat ekstensif.

Susu terhidrolisat parsial ialah bentuk protein susu sapi yang telah di potong menjadi lebih pendek dengan tujuan supaya protein lebih mudah diserap dan rendah alergi.

Sedangkan susu terhidrolisat ekstensif tak jauh berbeda dengan parsial, yaitu memiliki protein yang lebih pendek atau susu yang memiliki formula alternatif untuk anak-anak yang memiliki alergi terhadap protein susu sapi.

"Nah ini tergantung seberapa pendek pemecahan proteinnya."

3 dari 3 halaman

"Kalau masih ringan, biasanya akan disarankan untuk diberikan susu terhidrolisat parsial atau ekstensif."

Baca juga: dr. Anindita Noviandhari, Sp.A Sebut Jaga Imunitas Tubuh Anak dengan Konsumsi Gizi Seimbang

Ilustrasi konsumsi susu, simak penjelasan dr. Anindita Noviandhari, Sp.A
Ilustrasi konsumsi susu, simak penjelasan dr. Anindita Noviandhari, Sp.A (Pixabay)

Baca juga: Anak Generasi Sekarang Dinilai Memiliki Imunitas yang Lebih Rentan, dr. Anindita Paparkan Alasannya

"Namun jika sudah diberikan ekstensif dan anak masih mengalami gejala alergi, biasanya harus diberikan susu protein dalam bentuk asam amino."

Susu asam amino ialah susu yang memiliki formula hipoalergenik yang dianjurkan ketika anak-anak memiliki respon alergi terhadap protein susu sapi.

Sebelum memutuskan memilih jenis susu untuk anak yang alergi terhadap protein susu sapi, dr. Anindita menganjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak terlebih dahulu.

Hal ini bertujuan agar pemilihan susu dilakukan dengan tepat dan menghindari terjadi reaksi alergi lainnya.

Baca juga: dr. Anindita Paparkan Penyebab hingga Solusi yang Dapat Dilakukan Orangtua Saat Anak Flu & Batuk

Penjelasan ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Anak, dr. Anindita Noviandhari, Sp.A dalam tayangan YouTube Tribunjabar Video pada 2 November 2022.

Baca berita lain seputar kesehatan di sini

(Tribunhealth.com/IR)

Selanjutnya
Penulis: Irma Rahmasari
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved