Breaking News:

Tips dan Trik

4 Tips Mencegah Lonjakan Gula Darah setelah Makan, Penting bagi Penderita Diabetes

Mengatur lonjakan gula darah penting untuk mencegah munculnya gejala pusing, kesulitan fokus, atau lelah dan haus terus menerus.

Penulis: Ahmad Nur Rosikin | Editor: Ahmad Nur Rosikin
Pexels
ILUSTRASI Makanan tidak sehat - Berikut ini tips mencegah lonjakan gula darah setelah makan 

TRIBUNHEALTH.COM - Orang yang mengalami diabetes mungkin kesulitan mengontrol lonjakan gula darah setelah makan.

Ketika orang dengan diabetes makan, gula darah bisa langsung naik beberapa jam setelah makan.

Tak jarang melonjaknya kadar gula darah ini disertai dengan sederet gejala lainnya.

Misalnya, lonjakan gula darah tiba-tiba setelah makan ini dapat menimbulkan pusing, kesulitan fokus, atau lelah dan haus terus menerus.

Pada level tertentu, lonjakan gula darah bahkan bisa membuat seseorang pingsan, melansir WebMD.

Untungnya ada sejumlah tips menghindari gula darah yang bisa dilakukan, berikut ini rinciannya.

Baca juga: dr. Zaidul Akbar Imbau, Tambahkan Bahan Ini ke Nasi Putih, Cara gampang Cegah Lonjakan Gula Darah

Mulailah sarapan dengan baik

Ilustrasi Sarapan
Ilustrasi Sarapan (pixabay.com)

Sarapan sangat penting bagi penderita diabetes.

Mereka yang melewatkan sarapan cenderung mengalami lonjakan gula darah saat makan siang.

Selain itu, perhatikan apa yang dimakan.

2 dari 4 halaman

Usahakan konsumsi cukup protein.

Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang sarapan 500 kalori dengan setidaknya 35 persen protein memiliki gula darah pasca makan yang lebih rendah sepanjang hari dibandingkan mereka yang sarapan lebih rendah protein dan lebih tinggi karbohidrat.

Itu karena protein membantu memperlambat pencernaan, yang dapat membuat gula darah naik lebih lambat setelah makan.

Baca juga: Rekomendasi Camilan Sehat untuk Penderita Diabetes, Dapat Mencegah Lonjakan Gula Darah

Makan malam sehat

Ilustrasi cek gula darah diabetes
Ilustrasi cek gula darah diabetes (Pixabay)

Gula darah biasanya sulit di kendalikan saat malam hari.

Oleh karena itu, banyak ahli menyarankan sebaiknya memilih makan malam atau snack setelah makan malam yang rendah karbohidrat, terutama yang jenis olahan.

Lemak dan protein tidak menyebabkan gula darah naik seperti halnya karbohidrat.

Anda bisa meminta saran kepada dokter mengenai makanan apa saja yang paling pas untuk kondisi Anda.

Beri jarak antara waktu makan

Ilustrasi penderita diabetes mengontrol pola makan
Ilustrasi penderita diabetes mengontrol pola makan (pixabay.com)

Jika Anda menderita diabetes atau pradiabetes, makan dan ngemil terlalu berdekatan mungkin tidak memberikan waktu bagi kadar gula darah Anda untuk turun secara alami setelah Anda makan.

3 dari 4 halaman

Pastikan waktu makan Anda berjarak 4 hingga 5 jam.

Jika Anda membutuhkan camilan, lakukan 2 hingga 3 jam setelah makan terakhir Anda.

Baca juga: Sarapan Penting untuk Penderita Diabetes, Menu yang Tepat Bisa Mencegah Lonjalan Gula Darah

Jalan-jalan setelah makan

Penelitian menunjukkan bahwa berjalan kaki 15 menit setelah makan malam dapat membantu menurunkan gula darah.

Bahkan hal ini juga bisa menunda lonjakan gula darah hingga 3 jam setelahnya.

Pasalnya saat Anda berolahraga, tubuh memompa lebih banyak gula ke otot.

5 Menu Sarapan untuk Cegah Lonjakan Gula Darah, Ternyata Penderita Diabetes Tetap Butuh Lemak Sehat

ILUSTRASI - Menu sarapan sehat untuk penderita diabetes, penuhi kebutuhan lemak dari kacang-kacangan
ILUSTRASI - Menu sarapan sehat untuk penderita diabetes, penuhi kebutuhan lemak dari kacang-kacangan (Pexels)

Pola makan berperan penting dalam mengontrol gula darah tinggi pada penderita diabetes, tak terkecuali sarapan.

Pasalnya, penderita diabetes kerap kali mengalami lonjakan gula darah pada pagi hari.

Mayo Clinic menjelaskan bahwa lonjakan ini biasanya menyerang antara jam 4 pagi hingga 8 pagi, namun penyebabnya belum jelas.

4 dari 4 halaman

Untungnya, Dr. Sunni Patel, dari Dish Dash Deets, telah membagikan lima sarapan “terbaik” untuk tetap mengontrol kadar gula darah agar terkendali.

Dilansir TribunHealth.com dari Express.co.uk, berikut ini fakta-faktanya.

1. Makanan berserat tinggi

Ilustrasi sayuran bisa menjadi sumber zat besi
Ilustrasi sayuran bisa menjadi sumber zat besi (Pixabay)

Serat tidak dicerna oleh tubuh sehingga tidak meningkatkan kadar gula darah.

Sebaliknya, hal itu memperlambat pencernaan dan penyerapan karbohidrat, yang dapat menyebabkan pelepasan glukosa secara bertahap ke dalam aliran darah, jelas dokter.

“Ini membantu mencegah lonjakan dan penurunan kadar gula darah dengan cepat ,” kata Dr. Sunni Patel.

Oleh karena itu, Dr. Patel merekomendasikan untuk memilih biji-bijian seperti oat, roti gandum, sereal dedak, buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan.

Baca juga: Sederet Sayur Berikut Baik untuk Hipertensi, Mulai dari Wortel hingga Brokoli

2. Makanan kaya protein

Ilustrasi protein hewani'
Ilustrasi protein hewani' (health.kompas.com)

Protein dapat membantu menstabilkan kadar gula darah dengan mengurangi dampak karbohidrat pada glukosa.

Tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk mencerna protein, yang pada akhirnya dapat membantu memperlambat penyerapan glukosa dari saluran pencernaan, menurut dokter.

“Ini juga merangsang pelepasan hormon yang meningkatkan rasa kenyang, yang dapat mencegah makan berlebihan dan membantu mengatur kadar gula darah,” tambah Dr Patel.

Dia merekomendasikan untuk menyertakan telur, yoghurt Yunani, keju cottage, dan daging tanpa lemak dalam rutinitas sarapan.

Baca juga: Tak Harus Mahal Seperti Ikan Salmon, Protein Murah Berikut Ini Juga Berkhasiat Turunkan Berat Badan

3. Lemak sehat

ilustrasi kacang-kacangan dan biji-bijian
ilustrasi kacang-kacangan dan biji-bijian (jakarta.tribunnews.com)

Memasukkan lemak sehat ke dalam sarapan dapat membantu memperlambat pencernaan dan pelepasan gula ke aliran darah.

Sama halnya dengan protein, lemak sehat juga dapat membantu Anda tetap merasa kenyang sehingga membantu mencegah makan berlebihan.

Mengingat hal ini, Dr Patel menyarankan untuk mengonsumsi makanan seperti alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun.

Baca juga: Termasuk Kacang-kacangan, Sederet Makanan Ini Punya Kandungan Antiinflamasi, Bisa Mencegah Kanker

4. Sayuran tidak bertepung

Kaya akan nutrisi dan serat, bayam, kangkung, brokoli, paprika, dan tomat rendah karbohidrat dan kalori.

Kandungan seratnya yang tinggi dapat membantu memperlambat pencernaan dan menstabilkan gula darah Anda .

“Selain itu, sifat rendah kalorinya dapat membantu pengelolaan berat badan, yang penting untuk pengendalian gula darah secara keseluruhan ,” tambah Dr Patel.

ilustrasi buah jeruk yang mengandung vitamin C
ilustrasi buah jeruk yang mengandung vitamin C (kompas.com)

5. Buah-buahan rendah glikemik

Buah-buahan seperti beri, apel , pir, dan buah jeruk dengan indeks glikemik lebih rendah melepaskan gula lebih lambat ke dalam aliran darah.

Hal ini dapat membantu meningkatkan gula darah Anda secara bertahap, bukannya melonjak, pungkas dokter.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

 
Selanjutnya
Tags:
Tribunhealth.comgula darahdiabetes Jembatan Sikatak
BERITATERKAIT
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved