Tips dan Trik

12 Manfaat Makan Jengkol untuk Kesehatan, Makanan Kontroversial yang Penuh Nutrisi

Penulis: dhiyanti.nawang
Editor: dhiyanti.nawang
Ilustrasi jengkol

Sebuah studi terbaru menyoroti kandungan nutrisi yang penting dalam jengkol, terutama asam folat, yang dapat memberikan dukungan vital bagi pertumbuhan janin selama kehamilan.

Asam folat adalah nutrisi penting yang dikenal dapat mencegah cacat tabung saraf pada bayi yang sedang berkembang.

Jengkol, yang sering dikonsumsi sebagai bagian dari diet tradisional di beberapa daerah, ternyata kaya akan asam folat.

Temuan ini menyoroti pentingnya memasukkan makanan sumber asam folat, seperti jengkol, dalam diet ibu hamil untuk mendukung kesehatan janin dan mencegah risiko cacat lahir.

9. Cegah penyakit jantung

Sebuah studi terbaru menemukan bahwa serat dan senyawa dalam jengkol dapat memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan jantung.

Penelitian ini menyoroti bahwa konsumsi jengkol secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Serat yang terkandung dalam jengkol membantu dalam mengatur kadar kolesterol dalam darah, yang merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung.

Selain itu, senyawa-senyawa tertentu dalam jengkol, seperti flavonoid dan antioksidan, diyakini memiliki efek protektif terhadap sistem kardiovaskular dengan mengurangi peradangan dan meningkatkan fungsi pembuluh darah.

Temuan ini menambah bukti bahwa memasukkan jengkol ke dalam pola makan sehat dapat mendukung kesehatan jantung secara keseluruhan.

Meskipun demikian, penting untuk tetap mengonsumsi jengkol dalam jumlah yang wajar dan seimbang, serta memperhatikan kondisi kesehatan individu dan anjuran dari tenaga medis profesional.

10. Cegah diabetes

Baru-baru ini, sebuah penelitian menarik telah mengungkapkan bahwa konsumsi jengkol dapat memberikan manfaat yang mengejutkan dalam mengontrol kadar gula darah.

Jengkol, yang dikenal sebagai makanan khas Indonesia, telah lama dianggap sebagai makanan kontroversial karena aromanya yang khas dan kemampuannya menyebabkan bau mulut.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa komponen-komponen dalam jengkol dapat membantu mengatur kadar gula darah, sehingga potensial untuk membantu dalam pencegahan diabetes.

Temuan ini memberikan pandangan baru tentang potensi manfaat kesehatan dari makanan tradisional ini dan mendorong penelitian lebih lanjut dalam menggali potensi kesehatan dari bahan-bahan alami seperti jengkol.

Baca juga: 8 Khasiat Makan Wijen untuk Kesehatan, Jelajahi Manfaat dalam Turunkan Kolesterol dan Hipertensi

11. Tinggi asam folat

Asam folat, atau yang dikenal sebagai vitamin B9, telah dikenal sangat penting untuk perkembangan sel-sel tubuh dan fungsi sistem saraf.

Baru-baru ini, penelitian menyoroti peran pentingnya dalam makanan khas, seperti jengkol.

Jengkol, yang dikenal sebagai makanan khas Indonesia, kaya akan asam folat.

Asam folat, sebuah bentuk vitamin B, diperlukan untuk sintesis dan perbaikan DNA, serta untuk pertumbuhan dan perbaikan sel-sel tubuh.

Kekurangan asam folat dapat menyebabkan masalah serius, termasuk cacat lahir pada bayi dan masalah kesehatan neurologis pada orang dewasa.

Dengan kandungan asam folat yang tinggi, jengkol dapat menjadi tambahan yang berharga dalam diet sehari-hari, terutama untuk individu yang membutuhkan asupan asam folat yang lebih tinggi, seperti wanita hamil atau yang merencanakan kehamilan.

Namun, perlu diingat bahwa konsumsi jengkol harus diimbangi dengan konsumsi air yang cukup karena kandungan glikosida yang bisa menyebabkan gas usus jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.

Dengan memahami manfaat asam folat dalam jengkol dan makanan lainnya, kita dapat memperkaya pola makan kita dengan nutrisi yang penting untuk kesehatan sel-sel tubuh dan fungsi sistem saraf.

12. Obati demam berdarah

Beberapa masyarakat meyakini bahwa jengkol memiliki sifat penyembuhan dan dapat membantu dalam pengobatan demam berdarah.

Hal ini disampaikan atas dasar pengalaman turun temurun dan cerita dari orang-orang di sekitar mereka.

Meskipun belum ada bukti ilmiah yang kuat yang mendukung klaim ini, keyakinan akan khasiat jengkol dalam pengobatan demam berdarah tetap berlangsung di beberapa komunitas.

Beberapa ahli kesehatan mengingatkan bahwa pengobatan demam berdarah harus didasarkan pada penanganan medis yang tepat, termasuk diagnosis yang akurat dan perawatan yang sesuai.

Baca juga: Jadwal Pencairan Bansos KLJ Tahap 2 2024 Telah Diumumkan, Siap-siap Lansia Dapat Rp 300 Ribu

Meskipun begitu, penting untuk memahami dan menghormati kepercayaan tradisional masyarakat terhadap obat-obatan alamiah seperti jengkol sambil tetap memperhatikan prinsip-prinsip ilmiah dalam pengobatan modern.

Klik di sini untuk mendapatkan referensi vitamin guna meningkatkan daya tahan tubuh.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lainnya di sini.