Tips dan Trik

12 Manfaat Makan Jengkol untuk Kesehatan, Makanan Kontroversial yang Penuh Nutrisi

Penulis: dhiyanti.nawang
Editor: dhiyanti.nawang
Ilustrasi jengkol

Dr. Ahmad, peneliti utama dalam studi ini, menjelaskan bahwa serat larut dalam jengkol membantu mengikat kolesterol dalam saluran pencernaan, mencegahnya diserap ke dalam aliran darah.

Selain itu, senyawa fitokimia dalam jengkol bekerja dengan cara yang serupa dengan obat penurun kolesterol, dengan merangsang metabolisme hati untuk mengeluarkan kolesterol dari tubuh.

Meskipun hasil ini menjanjikan, Dr. Ahmad memperingatkan bahwa konsumsi jengkol harus dalam jumlah yang wajar dan seimbang dengan pola makan yang sehat.

Terlalu banyak jengkol bisa mengakibatkan masalah pencernaan dan memberikan dampak negatif pada kesehatan.

Oleh karena itu, lebih banyak penelitian dibutuhkan untuk memahami lebih lanjut mekanisme dan dosis yang optimal dari jengkol dalam menurunkan kadar kolesterol.

Penemuan ini memberikan harapan baru dalam upaya pencegahan dan pengelolaan penyakit kardiovaskular melalui pendekatan alami dan berbasis tanaman.

Baca juga: 8 Dampak Serius Begadang bagi Kesehatan Perempuan, Tak Bisa Dianggap Sepele

6. Membunuh bakteri jahat

Para peneliti baru-baru ini menemukan bahwa jengkol, sebuah bahan makanan yang umum di Asia Tenggara, memiliki sifat antimikroba yang menjanjikan.

Studi terbaru ini menyoroti potensi baru dalam pertempuran melawan bakteri jahat dan mikroorganisme lainnya.

Tim peneliti melakukan serangkaian uji laboratorium yang mengungkap bahwa senyawa-senyawa dalam jengkol memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang merugikan kesehatan manusia.

Sifat antimikroba ini diyakini berasal dari kandungan senyawa alami dalam jengkol, yang telah lama dianggap sebagai bahan makanan tradisional dengan manfaat kesehatan.

Penemuan ini menimbulkan harapan baru dalam pengembangan obat-obatan atau bahan antimikroba alami yang efektif dalam mengatasi infeksi bakteri.

Selain itu, potensi jengkol sebagai sumber antimikroba alami juga menyoroti pentingnya menjaga keanekaragaman hayati tumbuhan lokal, seperti jengkol, dalam upaya mencari solusi baru untuk tantangan kesehatan global.

Meskipun temuan ini menarik, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami secara menyeluruh mekanisme dan potensi pemanfaatan jengkol sebagai antimikroba dalam pengobatan dan industri makanan.

7. Cegah anemia

Para peneliti baru-baru ini menemukan bahwa jengkol, makanan yang kontroversial karena baunya yang kuat, mengandung tingkat zat besi yang tinggi.

Zat besi ini merupakan mineral penting untuk produksi sel darah merah dalam tubuh.

Penemuan ini menunjukkan bahwa konsumsi jengkol secara teratur dapat membantu mencegah anemia, kondisi dimana tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat.

Dengan demikian, jengkol mungkin menjadi pilihan yang menarik untuk dimasukkan dalam diet sebagai bagian dari strategi pencegahan anemia.

8. Bagus untuk pertumbuhan janin

Ilustrasi olahan jengkol (pixabay.com)
Halaman
1234