TRIBUNHEALTH.COM - Impaksi gigi bungsu terjadi ketika gigi tersebut tidak dapat tumbuh secara normal atau keluar dari gusi dengan benar.
Sebagian besar kasus impaksi gigi bungsu ini disebabkan oleh keterbatasan ruang di rahang atau posisi yang tidak tepat saat gigi tumbuh.
Gigi bungsu yang impaksi dapat menimbulkan rasa sakit, pembengkakan, dan bahkan infeksi jika tidak ditangai dengan baik.
Lantas, kapan waktu yang tepat untuk mencabut gigi bungsu ini dan bagaimana prosedur pencabutannya?
Baca juga: Apakah Gigi Bungsu yang Mengalami Impaksi Wajib Dicabut? Begini Penjelasan drg. Kharisma

Dilansir dari YouTube Tribun Health, Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial dari RS PKU Muhammadiyah Surakarta, drg. Kharisma Nisa, Sp. B.M.M, memberikan penjelasan tentang waktu yang tepat untuk mencabut impaksi gigi bungsu hingga prosedur pencabutannya.
drg. Kharisma menjelaskan, waktu yang tepat untuk melakukan pencabutan impaksi gigi bungsu adalah ketika gigi tersebut sudah muncul keluhan.
Pasalnya, impaksi gigi bungsu ini ada yang timbul keluhan dan ada juga yang tidak mengalami keluhan.
Baca juga: 5 Cara Merawat Sikat Gigi dengan Tepat, Pastikan Ganti Sikat Gigi Secara Berkala
Jika dirasa gigi tersebut sudah mulai timbul keluhan, terasa sakit, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, itulah waktu yang tepat untuk mencabut gigi bungsu tersebut.
Namun, untuk melakukan deteksi dini apakah ada gigi bungsu yang impaksi, drg. Kharisma menganjurkan untuk mulai mendetaksi ketika memasuki usia 18 tahun.
"Jika sudah ada tanda-tanda munculnya gigi bungsu dan dirasa sudah tidak cukup tempat, bisa dilakukan pengambilan gigi bungsu tersebut," terang drg. Kharisma.

Prosedur Pencabutan Gigi Bungsu
Menurut penjelasan drg. Kharisma, untuk pencabutan gigi bungsu ini prosedurnya berbeda dengan pencabutan gigi biasa.
Metode pencabutan gigi bungsu ini disebut dengan odontektomi.
Odontektomi terbagi menjadi odon yaitu gigi dan tektomi adalah membagi.
"Jadi memang kita mengupayakan operasi ini dengan membagi-bagi giginya."
"Tujuannya supaya kerusakan yang ditimbulkan saat mengambil gigi ini tidak terlalu besar," terang drg. Kharisma.
drg. Kharisma menuturkan, impaksi gigi bungsu ini biasanya dikelilingi oleh sebagian tulang dan juga ditutupi oleh sebagian gusi.
Baca juga: Waktu Terbaik Gunakan Dental Floss, Dokter Gigi Imbau Gunakan di Waktu Ini
Metode pencabutan gigi bungsu ini akan dilakukan pemotongan gusi, gusinya akan dibuka terlebih dahulu, kemudian tulang yang menutupi akan dikurangi.
"Tapi kita tidak memotong banyak tulang tersebut, karena jika memotong terlalu banyak tulang, itu efeknya akan lebih besar."
"Untuk penyembuhan yang baik, digunakan metode odontektomi, kita potong giginya jadi beberapa bagian agar lebih mudah untuk mengeluarkannya."
"Setelah itu akan dilakukan penjahitan pada luka operasi dan harus ada kontrol berkala," jelas drg. Kharisma.
Penjelasan ini disampaikan oleh Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial dari RS PKU Muhammadiyah Surakarta, drg. Kharisma Nisa, Sp. B.M.M dalam tayangan YouTube Tribun Health.
Baca berita lain seputar kesehatan di sini
Baca juga: 7 Manfaat Minum Teh Jahe Kaya Nutrisi, Menurunkan Gula Darah hingga Berat Badan
Berikut ini pasta gigi Sensodyne untuk perawatan gigi sensitif, klik di sini untuk mendapatkannya.
Sensodyne Pasta Gigi Sensitif Essensial Care Whitening
Pasta Gigi Sensodyne Gentle Whitening memberikan perlindungan 24 jam dalam 7 hari dari rasa ngilu akibat gigi sensitif sekaligus mengembalikan warna putih alami gigi.
Mengapa Memilih Sensodyne Gentle Whitening?
- Memberikan perlindungan yang lebih lama terhadap gigi sensitif.
- Membantu mengurangi noda pada gigi.
- Membantu mengembalikan warna putih alami gigi sensitif. Mengandung fluoride untuk membantu mencegah gigi berlubang.
Cara Kerja:
- Sensodyne Gentle Whitening kini hadir dengan formula baru yang mampu memberikan perlindungan dari rasa ngilu pada gigi sensitif, sekaligus mengembalikan warna putih alami gigi.
Active Ingredients
Sodium Fluoride 0.3152 persen w/w, Potassium Nitrate 5.00 persen w/w and Pentasodium Triphosphate 5.00 persen w/w.
Other Ingredients
Aqua, Hydrated Silica, Sorbitol, Glycerin, PEG-6, Alumina, Aroma, Titanium Dioxide, Cocamidopropyl Betaine, Sodium Methyl Cocoyl Taurate, Xanthan Gum, Sodium Hydroxide, Sodium Saccharin.
Cara Penggunaan:
- Gunakan 2 kali sehari secara teratur sebagai pasta gigi regular Anda.
- Untuk anak usia dibawah 12 tahun: konsultasikan pada dokter gigi atau pakar kesehatan gigi terlebih dahulu.
- Jangan sampai tertelan.
- Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Untuk perlindungan optimal terhadap gigi sensitif, gunakan bersamaan dengan sikat gigi Sensodyne.
Berikut ini pasta gigi Sensodyne untuk perawatan gigi sensitif, klik di sini untuk mendapatkannya.
(Tribunhealth.com)