Breaking News:

dr. Hary Sebut Terapi yang Bisa Diberikan untuk Penderita OCD adalah Farmakoterapi dan Psikoterapi

Menurut Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ hal pertama yang bisa dilakukan dokter atau psikiater dalam menangani pasien OCD adalah bina raport.

pixabay.com
Ilustrasi psikoterapi, begini pemaparan Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ 

TRIBUNHEALTH.COM - Obsessive compulsive disorder (OCD) adalah gangguan pola pikir dan ketakutan yang tidak masuk akan (obsesi) sehingga penderita melakukan perilaku yang berulang (kompulsi).

Ketika pengidap OCD mencoba mengabaikan atau menghentikan obsesinya maka bisa membuatnya susah dan cemas yang berlebihan.

Akibatnya penderita merasa terdorong bertindak kompulsif untuk meredakan stres.

Baca juga: Inilah Beberapa Upaya yang Bisa Dilakukan Jika Seseorang Alami Obsessive Compulsive Disorder (OCD)

Pernyataan ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa, Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 17 September 2022.

Ilustrasi terapi untuk penderita OCD, simak pemaparan
Ilustrasi terapi untuk penderita OCD, simak pemaparan Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ (pixabay.com)

Baca juga: Gigi Tampak Putih dengan Perawatan Bleaching Gigi, drg. Putu Eka Mery Ungkap Manfaat Lainnya

Penanganan pasien Obsessive compulsive disorder (OCD)

"Yang perlu kita lakukan adalah yang pertama amnanesis dan bina raport," tegas Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ.

"Karena untuk menggali ataupun membongkar kondisi ataupun latar belakang sampai muncul dia mau terbuka sepenuhnya itu cukup sulit pada orang dengan gangguan obsesif-kompulsif," ucap Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ.

Seperti yang disampaikan Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ bahwa orang dengan gangguan Obsessive compulsive disorder (OCD) apabila datang ke ranah klinis ataupun dunia medis dan dia membutuhkan pertolongan, empati tidak langsung terjalin dengan baik.

"Karena tadi, dia memiliki sebuah batasan atau barrier yang cukup kuat untuk kita tembus karena kepribadiannya tadi," lanjut Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ dalam tayangan Healthy Talk (17/09/2022).

"Jadi standar yang terlalu tinggi, harga dirinya yang terlalu tinggi itu juga membuat seseorang dengan Obsessive compulsive disorder (OCD) itu sulit untuk bisa terbuka, sulit untuk bisa menjalin empati yang baik dengan terapis," ungkapnya.

Baca juga: drg. Putu Eka Mery Utami Putri Sari Tak Anjurkan Melakukan Bleaching Gigi saat Usia Tumbuh Kembang

Ilustrasi salah satu tanda alami OCD, begini ulasan
Ilustrasi salah satu tanda alami OCD, begini ulasan Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ (pixabay.com)

Baca juga: dr. Sandy Sofian Sapandi, Sp.BP-RE Paparkan Prosedur Hingga Pemulihan Tindakan Bedah Plastik

Menurut Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ hal utama yang perlu dilakukan adalah membina raport atau membina hubungan, dan membina relasi yang lebih harmonis antara terapis (klinisi) dengan pasien.

Hal ini agar pasien bisa secara perlahan membuka barrier atau batasan dan bisa menjalin empati relasi yang baik dengan praktisi.

Pasalnya penderita Obsessive compulsive disorder  alias OCD identik dengan denial.

"Jadi apabila orang dengan obsesif-kompulsif disorder dengan gangguan Obsessive compulsive disorder (OCD), apabila dia sudah datang ke ranah medis masuk membutuhkan pertolongan kepada klinisi, sebenarnya di satu sisi dia sudah mulai merasa terganggu dengan kondisinya," pungkasnya.

"Tapi gangguan terhadap kondisinya ini tidak serta merta membuat dia itu menjadi terbuka terhadap masalahnya pribadi," ungkap Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa, Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ.

"Jadi pada dunia kedokteran jiwa itu ada terapi-terapi yang kita memang harus lakukan, garis besarnya dua terapi yaitu farmakoterapi dan psikoterapi," tambah Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa, Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ.

"Jadi apabila kita masuk untuk membina raport atau melaksanakan farmakoterapi atau psikoterapi, kita harus benar-benar bisa menjalin relasi," terang Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa, Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ.

Baca juga: Adib Setiawan, S.Psi.,M.Psi Sebut Kelompok Rentan yang Alami Masalah Kesehatan Mental Selama Pandemi

Ilustrasi penderita OCD lakukan konsultasi, simak penuturan
Ilustrasi penderita OCD lakukan konsultasi, simak penuturan Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ (pixabay.com)

Baca juga: Benarkah Nyeri Punggung Akibat Nyeri Haid Normal Terjadi? Begini Penjelasan dr. Binsar Martin Sinaga

Apabila penderita OCD sudah mendatangi dokter atau psikiater untuk membutuhkan pertolongan terhadap gangguannya, maka otomatis penderita sudah memiliki komitmen untuk menjalani proses terapi baik itu farmakoterapi atau psikoterapi.

"Jadi kita berharap terapi yang bisa kita berikan itu bisa mengurangi gejalanya," papar Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa, Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ.

"Kemudian psikoterapi yang kita berikan itu bisa membuat pola-pola baru untuk bisa beradaptasi supaya tidak maladaptif," tambah Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa, Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ.

Baca juga: Apakah Mood Swing Normal Terjadi? Begini Penjelasan Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi.

Penjelasan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa, Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 17 September 2022.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved