Breaking News:

Anak Sering Pilih-pilih Makanan? Prof. Harsono Sarankan untuk Memberikan Makanan yang Variatif

Menurut Prof. Dr. dr. Harsono Salimo sebaiknya sejak dini anak dikenalkan dengan makanan yang variatif agar anak tidak akan pilih-pilih makanan.

health.grid.id
ilustrasi anak yang pilih-pilih makanan, begini penuturan Dokter Spesialis Anak Konsultan, Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) 

TRIBUNHEALTH.COM - Usia anak-anak umumnya cenderung pilih-pilih makanan yang ia sukai.

Anak yang sulit atau sering pilih-pilih makanan (picky eaters) merupakan tantangan bagi orang tua dalam memahami karakter, kemampuan makan dan selera makan anak.

Melalui pendekatan dan pemahaman yang baik, masalah pemberian makanan mampu diatasi untuk mendukung tumbuh kembang anak yang optimal.

Pilih-pilih makanan seringkali dilakukan oleh anak sehingga tak jarang membuat orang tua menjadi kesal dan frustasi.

Pernyataan ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Anak Konsultan, Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk.

Baca juga: 4 Cara Mengatasi Kecemasan pada Anak dan Remaja, Ajak Lakukan Aktivitas Favorit hingga Berolahraga

Ilustrasi anak susah makan dan pilih-pilih makanan, simak ulasan Dokter Spesialis Anak Konsultan, Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K)
Ilustrasi anak susah makan dan pilih-pilih makanan, simak ulasan Dokter Spesialis Anak Konsultan, Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) (sains.kompas.com)

Baca juga: Berikut Ini yang Harus Dilakukan saat Memilih Pasta Gigi, Baca Label dan Pastikan Berfluoride

Biasanya hal ini ditandai dengan anak yang selalu makan-makanan yang sama terus-menerus kemudian tidak mau makan sama sekali sehingga menjadi susah makan.

Dokter Spesialis Anak Konsultan, Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K)  menerangkan jika pemberian makanan pada anak dimulai sejak anak berusia 6 bulan yang biasa disebut MPASI (Makanan Pendamping ASI).

Ia menuturkan jika sampai anak berusia 6 bulan hanya diberikan ASI atau susu saja, biasanya ini dikenal dengan istilah ASI eksklusif.

Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) memaparkan jika MPASI (Makanan Pendamping ASI) pertama yang diberikan kepada anak adalah bubur susu.

"Kalau MPASInya diberikan bubur susu, misalnya jam 8 pagi diberi susu, siang jam 2 diberi biskuit dan buah," ucap Dokter Spesialis Anak Konsultan, Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K).

2 dari 3 halaman

"Secara alami memang apa saja dimasukkan ke dalam mulutnya," timpal Dokter Spesialis Anak Konsultan, Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K).

"Jadi diberi biskuit yang panjang-panjang itu, biar dengan tangannya sendiri kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya," imbuh Dokter Spesialis Anak Konsultan, Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K).

"Setelah itu baru diberi buah, buahnya kalau bisa ada jadwalnya juga. Kalau saya, kebiasaan saya memberikan nasihat kepada atau memberi edukasi kepada pasien-pasien supaya gampang tidak repot-repot, ada jadwal untuk memberikan buahnya," lanjut Dokter Spesialis Anak Konsultan, Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K).

Baca juga: Orang yang Sedang Stres dan Gunakan Obat Antidepresan Lebih Mungkin Mengalami Bruxism

ilustrasi anak susah untuk makan, simak penjelasan Dokter Spesialis Anak Konsultan, Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K)
ilustrasi anak susah untuk makan, simak penjelasan Dokter Spesialis Anak Konsultan, Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) (kompas.com)

Baca juga: Ibu Hamil Perlu Menghindari Sederet Makanan Berikut, Termasuk Seafood Tertentu

"Misalkan hari senin dan selasa itu pisang, hari rabu dan kamis pepaya, hari jumat, sabtu dan minggu itu jeruk. Nah gitu, jadi sudah terjadwal. Setiap hari ganti jadi anaknya tidak bosan," pungkas Dokter Spesialis Anak Konsultan, Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K).

Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) mengimbau kepada orang tua jika sebaiknya sedari awal anak dikenalkan dengan makanan yang variatif sehingga anak tidak akan pilih-pilih makanan.

Misalnya seperti apabila anak diberi nasi tim maka bisa ditambahkan bayam dan wortel, kemudian di hari berikutnya bisa diberikan brokoli.

Sehingga makanan yang diberikan kepada anak bisa variatif dan anak tidak hanya konsumsi makanan itu-itu saja.

"Karena tentu saja kebutuhan anak untuk berbagai jenis makanan juga menyangkut kebutuhan karbohidrat, lemak, protein, vitamin-vitamin juga bervariasi atau bermacam-macam," tambah Dokter Spesialis Anak Konsultan, Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K).

Apabila anak menolak diberikan MPASI, maka orang tua perlu mencari tahu penyebabnya.

Berdasarkan penuturan dokter, penyebab yang paling sering dialami anak yang menolak MPASI adalah karena anak merasa sudah terlalu kenyang dimana saat malam hari anak diberikan susu terus-menerus.

Baca juga: Ragam Penanganan Kanker Usus yang Perlu Diketahui dari dr. Muhammad Singgih Nugraha, Sp. B

Ilustrasi anak susah makan, begini keterangan Dokter Spesialis Anak Konsultan, Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K)
Ilustrasi anak susah makan, begini keterangan Dokter Spesialis Anak Konsultan, Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) (net/tribunnews.com)

Baca juga: Seorang Pria Kehilangan Imajinasi setelah Terpapar Covid-19, Alami Kondisi yang Disebut Aphantasia

3 dari 3 halaman

Sehingga saat malam hari anak tidak tidur, akan tetapi minum ASI terus-menerus.

Akibatnya pada siang hari anak merasa sudah kenyang dan tidak mau lagi konsumsi MPASI.

Baca juga: Prematur Kontak Pasca Pasang Gigi Tiruan, Kenali dan Antisipasi dengan Cara Berikut

Penjelasan Dokter Spesialis Anak Konsultan, Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 21 Mei 2022.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved