Breaking News:

Orang yang Sedang Stres dan Gunakan Obat Antidepresan Lebih Mungkin Mengalami Bruxism

Beberapa orang lebih mungkin mengalami bruxism dari pada orang lain, misalnya mereka yang sedang stres

freepik.com
ilustrasi seseorang yang mengalami bruxism 

TRIBUNHEALTH.COM - Bruxism merupakan kebiasaan menggertakkan gigi pada sat tidur di malam hari, ataupun pada siang hari.

Meski tampak sepele, kebiasaan bruxism memiliki dampak yang tidak main-main.

Jika tidak ditangani, bruxism bisa merusak gigi dan bahkan rahang.

Asisten profesor klinis di New York University College of Dentistry di New York City dan direktur NYU Orofacial and Head Pain Clinic, James M. Uyanik, DDS, menyebut setiap orang bisa memiliki kebiasaan buruk ini.

Namun beberapa orang lebih mungkin mengalami bruxism dari pada orang lain, dilansir TribunHealth.com dari Everydayhealth.com, pada Rabu (7/9/2022).

Mereka antara lain:

Orang yang stres

ilustrasi seseorang yang merasa stress
ilustrasi seseorang yang merasa stress (grid.id)

“Seseorang yang mengalami perubahan besar atau menghadapi peristiwa yang membuat stres, seperti pindah ke lokasi baru, memulai pekerjaan baru, berurusan dengan kelahiran, pernikahan, kematian, atau perceraian dalam keluarga, berada pada risiko tertentu,” kata Uyanik.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health edisi September 2019 menemukan korelasi positif yang kuat antara tingkat stres yang dirasakan dan tingkat bruxism.

Baca juga: 4 Cara untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh, Menjaga Pola Gizi Seimbang hingga Mengelola Stres

Masalah tidur

ilustrasi penderita sleep apnea
ilustrasi penderita sleep apnea (freepik.com)

Anne Clemons, DMD, seorang dokter gigi umum di Klinik Cleveland di Ohio, menyebut masalah tidur mungkin juga terkait.

"Saya akan bertanya apakah tidur baik dan tenang, atau apakah ada gangguan lain yang terlibat," katanya.

Misalnya, gigitan yang tidak sejajar (ketika gigi bawah dan atas tidak bertemu dengan benar) dan masalah pernapasan saat tidur, seperti asma nokturnal dan sleep apnea, terkadang dapat menyebabkan bruxism di malam hari.

Memang, bruxism malam hari sering dianggap sebagai gangguan tidur yang mengharuskan orang untuk memantau dan menganalisis perilaku semalaman mereka.

"Ini bisa menjadi penting dalam mengidentifikasi kemungkinan masalah tidur dan pernapasan tambahan yang dapat berkontribusi atau terkait dengan peristiwa bruxism saat tidur, sehingga tidak tertangani," kata Clemons.

Baca juga: 5 Mitos dan Fakta Seputar Gangguan Tidur Sleep Apnea, Benarkah Hanya Dialami Orang Tua

Pengguna dan penyalahguna kafein atau alkohol

ilustrasi bruxism
ilustrasi bruxism (health.kompas.com)

Konsumsi kopi atau alkohol yang berlebihan dapat meningkatkan kecenderungan untuk menggertakkan gigi saat tidur.

Hal ini mungkin terjadi karena keduanya mengubah pola tidur masing-masing melalui stimulasi berlebihan dan dehidrasi.

Tembakau dan obat-obatan rekreasional juga dapat menjadi faktor risiko bruxism.

Baca juga: Kebiasaan Bruxism Tak Baik untuk Kesehatan Gigi, Berikut Ini Cara Menghentikannya

Kecenderungan genetik

Ilustrasi pemeriksaan genetik pada penderita thalasemia
Ilustrasi pemeriksaan genetik pada penderita thalasemia (grid.id)
Halaman
12
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved