Breaking News:

Kebiasaan Bruxism Tak Baik untuk Kesehatan Gigi, Berikut Ini Cara Menghentikannya

Bruxism merupakan kebiasan menggertakkan gigi, baik pada siang hari atau pun saat tidur malam hari

blog.tribunjualbeli.com
ilustrasi seseorang yang memiliki kebiasaan buruk bruxism atau menggertakkan gigi 

TRIBUNHEALTH.COM - Satu di antara kebiasaan buruk untuk kesehatan gigi dan mulut adalah bruxism.

Bruxism merupakan kebiasan menggertakkan gigi, baik pada siang hari atau pun saat tidur malam hari.

Tanpa sadar, banyak orang menggertakkan gigi selama masa emosi, kecemasan, atau saat konsentrasi yang intens.

Karena kesadaran, perhatian, dan latihan sangat penting untuk menghentikan kebiasaan ini, strategi optimal mereka terbagi dalam dua kategori, sebagaimana dilansir TribunHealth.com dari everydayhealth.com, pada Senin (9/5/2022).

Sadari bahwa Anda memiliki kebiasaan bruxism

ilustrasi bruxism
ilustrasi bruxism (health.kompas.com)

Tonggak perawatan pertama bagi banyak orang  adalah meyakinkan diri mereka sendiri bahwa bruxism mereka nyata.

Tantangannya adalah untuk membuat diri mereka bruxing, terutama ketika mereka sedang sibuk atau berkonsentrasi.

James M. Uyanik, DDS, asisten profesor klinis di New York University College of Dentistry di New York City dan direktur NYU Orofacial and Head Pain Clinic, memberikan penjelasan mengenai hal ini.

Baca juga: Selain Faktor Psikologis, Adakah Faktor Lain yang Memicu Kejadian Bruxism? Ini Kata Dokter Gigi

Uyanik menyarankan untuk memeriksa apakah Anda mengalami bruxism atau tidak per 20 menit.

Untuk membantu, Anda bisa memanfaatkan alarm atau aplikasi smartphone yang bisa berbunyi setiap 20 menit.

Ketika alarm berbunyi, itu adalah waktu untuk memeriksa apakah Anda menggertakkan gigi atau tidak.

ilustrasi seseorang yang mengalami bruxism
ilustrasi seseorang yang mengalami bruxism (freepik.com)

Lakukan jurnaling dengan mencatat, keadaan yang memicu Anda menggertakkan gigi.

Selain itu, Uyanik menyarankan agar mengusahakan gigi atas dan bawah tidak dibiarkan menyatu terus menerus (diregangkan).

“Jika terasa ngilu atau tidak nyaman, saya lebih mudah meyakinkan orang bahwa itu karena mereka terbiasa selalu mengatupkan giginya,” kata Uyanik.

Baca juga: Kebiasaan Buruk Bruxism Ternyata Membahayakan Kesehatan, Ini Kata Dokter Gigi

ilustrasi bruxism
ilustrasi bruxism (tribunnews.com)

Mengganti kebiasaan

Anne Clemons, DMD, seorang dokter gigi umum di Klinik Cleveland di Ohio, menjelaskan langkah berikutnya adalah mengganti kebiasaan.

Setelah orang yakin memiliki kebiasaan bruxism, kata Clemons, mereka dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk melawan perilaku tersebut dengan aktivitas penggantian yang disengaja.

Metode ini dikonfirmasi dalam sebuah makalah yang diterbitkan di Frontiers of Neurology Desember 2020.

Baca juga: Kasus Gigi Retak Meningkat Selama Pandemi Covid-19, Ada Kaitan dengan Stres dan Bruxism

ilustrasi bruxism
ilustrasi bruxism (tribunnews.com)

"Orang-orang ini sering kali dapat menemukan cara untuk secara sadar mengubah perilaku mereka," kata Clemons.

Satu di antara alternatif yang bisa dicoba adalah melafalkan huruf "N."

"Itu secara otomatis memisahkan gigi bawah dan atas Anda dan menempatkan mulut Anda dalam semacam posisi istirahat psikologis, menciptakan kebiasaan baru," kata Uyanik.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved