Breaking News:

4 Cara Mengatasi Kecemasan pada Anak dan Remaja, Ajak Lakukan Aktivitas Favorit hingga Berolahraga

Untuk atasi kecemasan anak, orangtua dapat menawarkan aktivitas yang disukai, mendorong aktivitas fisik, hingga melakukan terapi

freepik.com
ilustrasi peran orangtua untuk mengatasi kecemasan anak 

TRIBUNHEALTH.COM - Sama seperti orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami kecemasan.

Pemicu kecemasan umum pada anak-anak termasuk stres karena lingkungan  pertemanan dan keluarga, akademis, hingga masalah pandemi.

Alih-alih menyadari gejala psikologis mereka, anak-anak mungkin mengalami lebih banyak gejala kecemasan fisik, seperti sakit kepala, sakit perut, dan masalah tidur.

Jika hal ini terjadi, Insider.com menjelaskan ada beberapa langkah yang bisa dilakukan orangtua, meliputi:

  • Menawarkan gangguan positif
  • Mendorong aktivitas fisik
  • Memberi contoh bagaimana cara menyikapi kecemasan
  • Terapi

Dilansir TribunHealth.com dari Insider.com, berikut ini uraiannya.

1. Tawarkan gangguan/distraksi positif

ILUSTRASI - orangtua mengajak anak bermain
ILUSTRASI - orangtua mengajak anak bermain (Freepik)

Terkadang yang mungkin dibutuhkan anak Anda hanyalah pengalih perhatian positif untuk mengalihkan pikiran mereka dari apa yang membuat mereka cemas.

Pengalih perhatian dapat berupa aktivitas apa pun yang menarik minat mereka:

  • Membaca buku favorit
  • Memanggang makanan penutup favorit
  • Lukisan
  • Bermain olahraga seperti bola basket
  • Menari dengan lagu favorit
  • Merakit teka-teki dengan orangtua atau saudara kandung

Ingatlah bahwa sementara gangguan dapat memberikan jarak dari emosi yang menyakitkan atau tidak diinginkan, itu bukan solusi permanen.

Baca juga: Rupanya Suhu dan Variasi Makanan Memengaruhi Ketertarikan Anak dalam Mengonsumsi Makanan

2. Dorong mereka untuk bergerak

ilustrasi anak-anak yang aktif di ruang terbuka
ilustrasi anak-anak yang aktif di ruang terbuka (kompas.com)
2 dari 3 halaman

Sebuah studi besar tahun 2020 menemukan bahwa anak-anak yang melakukan olahraga sedang hingga berat – seperti bersepeda, berolahraga, dan berjalan kaki ke sekolah – setidaknya selama satu jam per hari melaporkan kecemasan yang lebih rendah.

Jadi, ketika anak mengatakan bahwa mereka merasa cemas atau khawatir, bantu mereka mengatasi perasaan ini dengan melakukan salah satu kegiatan berikut bersama-sama:

  • Jalan-jalan di alam
  • Memainkan olahraga favorit
  • Pergi berenang
  • Naik sepeda

Baca juga: Remaja Bisa Mendapatkan Masalah Fisik dan Emosional selama Pubertas, Peran Orangtua Diperlukan

3. Memberi contoh

ilustrasi mengatasi kecemasan anak
ilustrasi mengatasi kecemasan anak (kompas.com)

Menunjukkan kepada anak bagaimana orangtua mengatasi rasa cemas mungkin bisa membantu anak memanajemen kecemasan mereka sendiri.

"Salah satu hal terbaik yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu anak-anak dan remaja mereka mengatasi kecemasan adalah dengan meniru cara mengatasi perasaan besar mereka sendiri, termasuk stres, kecemasan, atau kewalahan. Anak-anak selalu memperhatikan orang tua mereka dan meresapi apa yang mereka lakukan, bahkan meski anak-anak dan remaja yang lebih besar tidak suka mengakuinya," kata Dr. Neha Chaudhary, seorang psikiater dan Kepala Petugas Medis BeMe Health.

Baca juga: 5 Fakta Gatal pada Anak Akibat Ulat Bulu, Manfaatkan Selotip untuk Bersihkan Bulu yang Menempel

Anda mungkin, misalnya, memberi tahu anak:

  • "Ketika saya mulai khawatir tentang sesuatu, saya suka menuliskannya di jurnal sehingga saya bisa mengeluarkannya dari pikiran saya."
  • "Saya suka melakukan yoga atau meditasi ketika saya merasa cemas, karena itu membantu saya merasa jauh lebih tenang. Mari kita coba bersama."
  • "Jika saya merasa gugup, saya mengambil beberapa napas dalam-dalam untuk menenangkan diri. Bagaimana perasaan kamu tentang mencoba itu lain kali ketika kamu merasa khawatir tentang sesuatu?

4. Terhubung dengan profesional pediatrik

ilustrasi kasih sayang orangtua terhadap anak
ilustrasi kasih sayang orangtua terhadap anak (lifestyle.kompas.com)

Orangtua tidak perlu khawatir jika anak mengalami beberapa perasaan cemas, terutama sebagai respons terhadap pemicu tertentu, seperti acara olahraga besar atau ujian akhir.

Tetapi jika anak terus merasa cemas lama setelah situasi stres teratasi, atau kekhawatiran mereka semakin memburuk dari waktu ke waktu, mereka mungkin mengalami gangguan kecemasan.

Rebecca Mannis, psikolog perkembangan dan spesialis pembelajaran di Ivy Prep, memberi penjelasan terkait hal ini.

Baca juga: Pengaruh Pola Asuh Orangtua Terhadap Masa Depan Anak, Simak yang Disampaikan Psikolog

3 dari 3 halaman

Tanda-tanda lain dari gangguan kecemasan, menurut Mannis, meliputi:

  • Perubahan perilaku, seperti kemurungan, ledakan kemarahan, kemelekatan, atau menangis
  • Pikiran negatif yang konsisten atau kekhawatiran
  • Menarik diri dari keluarga atau teman
  • Menghindari hal-hal yang dulu mereka nikmati
  • Sering mengeluh sakit perut atau kepala
  • Masalah tidur, seperti terbangun di tengah malam atau mengalami mimpi buruk
ilustrasi cek kesehatan anak ke dokter
ilustrasi cek kesehatan anak ke dokter (health.grid.id)

Simpan log gejala anak dan lingkungan spesifik di mana perilaku ini terjadi, kata Mannis.

Orangtua kemudian dapat menggunakan log ini untuk menyampaikan kondisi anak dengan profesional kesehatan.

Hal senada disampaikan Rebecca Etkin, seorang psikolog klinis di Yale Child Study Center.

Etkin mengatakan mungkin sudah waktunya untuk berhubungan dengan terapis jika anak merasa cemas hampir setiap hari dan emosi mereka mulai mengganggu bermain, pergi ke sekolah, atau rutinitas sehari-hari lainnya.

(TribunHealth.com/Nur)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved