Breaking News:

Fakta Seputar Deltacron: Virus Rekombinan Varian Delta dan Omicron, Pertama Teramati di Prancis

Ilmuwan memperingatkan tingkat keparahan Delta yang dikombinasikan dengan daya menular Omicron bisa menjadi masalah

Pixabay
Ilustrasi infeksi virus deltacron 

TRIBUNHEALTH.COM - Penyebaran strain baru Covid-19, campuran varian Delta dan Omicron telah mencakup sekitar 30 kasus yang dilaporkan di Inggris.

Pakar medis dan ilmuwan memperingatkan tingkat keparahan Delta yang dikombinasikan dengan daya menular Omicron bisa menjadi masalah.

Namun mereka juga memuji kekebalan yang tumbuh terhadap virus sebagai hal yang positif, dilansir TribunHealth.com dari Express.co.uk, Selasa (22/3/2022).

Asal usul varian baru diyakini muncul di Prancis di mana seorang pria tua diuji dan ditemukan memiliki pola virus yang berbeda dengan contoh sebelumnya.

Temuan itu dilaporkan oleh Institut Pasteur di Paris.

Hasil menunjukkan sebagian besar pola genetik sampel cocok dengan yang ditampilkan oleh varian Delta.

Baca juga: Penelitian Terbaru Sebut Ivermectin Tak Punya Manfaat Klinis untuk Sembuhkan Covid-19

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Masih Sangat Efektif untuk Seluruh Varian Omicron Baik BA.1, BA.2, Maupun BA.3

ilustrasi infeksi paru akibat virus covid-19
ilustrasi infeksi paru akibat virus covid-19 (kompas.com)

Namun, beberapa protein lonjakan, bagian dari virus yang digunakan untuk memasuki sel di dalam tubuh, menunjukkan tanda-tanda versi Omicron.

Karenanya, strain baru ini dinamai 'deltacron' meski belum menjadi nama resmi WHO.

Strain baru tampaknya telah menyebar ke beberapa negara Eropa.

Lebih dari 60 kasus varian ini kini telah dilaporkan di Prancis, Belanda, Denmark dan Amerika Serikat.

Punya subvarian

Yang lebih memprihatinkan adalah gagasan bahwa Deltacron memiliki variasi sendiri di dalamnya.

Para ilmuwan di Institut Pasteur telah mengisyaratkan strain yang ditemukan di Inggris dan AS tampaknya memiliki pengkodean yang sedikit berbeda dengan yang ditemukan di Eropa.

Baca juga: Terdapat Penemuan Subvarian Omicron BA.2 di Indonesia, dr. Siti Nadia Tarmizi Ingatkan Tetap Waspada

Baca juga: Tips Agar Cepat Sembuh jika Terkena Virus Omicron, Simak Aturan Dokter Spesialis Gizi Klinik

Ilustrasi - Covid-19 varian omicron
Ilustrasi - Covid-19 varian omicron (Pixabay)

Para peneliti telah menyarankan untuk menambahkan nomor ke setiap strain untuk memisahkan dan mengidentifikasi mereka secara individual.

Pencampuran virus semacam itu tidak jarang dan dikenal sebagai rekombinasi.

Fenomena ini tampaknya terjadi secara acak ketika virus bereplikasi.

Ini berarti keduanya beredar dalam populasi dan ada peluang bagi mereka untuk menginfeksi orang secara bersamaan.

Ketika hal itu terjadi, peluang terjadinya rekombinasi meningkat.

Baca juga: dr. Erlina Burhan Ungkap Gejala yang Membedakan Flu Biasa dengan Flu Akibat Covid-19 Varian Omicron

Baca juga: Kelelahan dan Pusing Jadi Gejala Covid-19 Varian Omicron

ilustras virus omicron
ilustras virus omicron (tribunnews.com)

Rekombinasi biasanya menciptakan virus baru yang tidak dapat hidup, karena pencampuran gen yang berbeda dapat mengganggu kemampuan virus untuk membuat protein yang dibutuhkannya untuk bertahan hidup.

Tapi terkadang ada yang bertahan, dan sepertinya itulah yang terjadi dengan Deltacron.

Menulis tentang strain baru di Twitter, Profesor Adrian Esterman, mantan ahli epidemiologi Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan: “Angka reproduksi dasar ... untuk BA.2 adalah sekitar 12."

"Ini membuatnya cukup dekat dengan campak, penyakit paling menular yang kita ketahui."

Baca berita lain tentang Covid-19 di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved