Breaking News:

Terdapat Penemuan Subvarian Omicron BA.2 di Indonesia, dr. Siti Nadia Tarmizi Ingatkan Tetap Waspada

Menurut dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid vaksinasi sebagai salah satu intervensi penting dalam penanggulangan pandemi Covid-19.

kompas.com
Ilustrasi subvarian Omicron BA.2, menurut dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid sudah ditemukan di Indonesia 

TRIBUNHEALTH.COM - Di Indonesia, varian Omicron BA.2 sudah terdeteksi sejak bulan Januari 2022.

Meskipun terdapat penemuan subvarian Omicron BA.2 di Indonesia, namun informasi harian Covid-19 secara umum memperlihatkan penurunan secara konsisten.

Melihat situasi nasional lebih dalam bahwa saat ini semua provinsi mengalami penurunan kasus terutama dalam 3 minggu terakhir termasuk juga angka kematian.

Akan tetapi perlu diperhatikan beberapa provinsi dengan kenaikan jumlah kematian seperti di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu dan provinsi-provinsi lainnya.

Baca juga: dr. Rani Himayani, Sp.M Sebut Memiliki Minus Tinggi Tidak Disarankan Menggunakan Lensa Kontak

Tentu situasi ini akan terus berubah dan akan terus dipantau.

Sangat penting bagi kita untuk tetap waspada terhadap kemungkinan peningkatan kasus di beberapa hari kedepan.

Ilustrasi varian Omicron BA.2, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid ingatkan untuk tetap waspada
Ilustrasi varian Omicron BA.2, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid ingatkan untuk tetap waspada (kompas.com)

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Program Vaksinasi Covid-19, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Kementerian Kesehatan RI edisi 15 Maret 2022.

Testing rate nasional dapat dipertahankan diatas standar WHO meskipun dalam 2 minggu terakhir mengalami penurunan dan ini diikuti dengan peningkatan positivity rate di sebagian besar provinsi yang artinya kita tetap harus waspada bahwa tingkat penularan masih memiliki potensi dan masih cukup tinggi.

Baca juga: WHO Terbitkan Panduan Rapid Test Antigen Mandiri, Wiku Imbau Pertimbangkan Pengelolaan Limbah Medis

Testing rate nasional yang lebih dari 1/1.000 penduduk setiap minggunya dengan positivity rate mingguan yang kini sebesar 13,98% adalah turun dari angka sebelumnya yang mana sempat pada angka 14,25%.

Beberapa indikator pengendalian pandemi seperti kasus harian, jumlah kasus perawatan di rumah sakit, jumlah kasus perawatan intensif, dan jumlah kasus kematian harian terus terlihat terjadi tren penurunan.

Meskipun jumlah konfirmasi kasus harian lebih tinggi dari varian Delta, tetapi jumlah kasus yang memerlukan perawatan rumah sakit termasuk perawatan intensif dan kematian memiliki angka yang jauh lebih rendah dibandingkan pada periode Delta di tahun 2021.

Ilustrasi virus corona varian omicron, begini penjelasan dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid
Ilustrasi virus corona varian omicron, begini penjelasan dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid (Pixabay)

Vaksinasi sebagai salah satu intervensi penting dalam penanggulangan pandemi Covid-19 terus dipercepat untuk pencapaian target cakupannya.

Saat ini sudah lebih dari 350 juta dosis diberikan dengan cakupan sekitar 56% untuk total lebih dari 270 juta penduduk.

Baca juga: Alami Kanker Rongga Mulut, Haruskah Kemoterapi? Ini Jawaban drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D.

Pemerintah memperkirakan target 70% untuk cakupan vaksinasi dua dosis dapat tercapai pada akhir bulan April 2022 bila kita dapat meningkatkan laju penyuntikkan dosis kedua sampai dengan 750.000 per hari, sehingga kita berharap kekebalan imunitas dapat tercapai secrepat mungkin dan tentunya dapat mempercepat upaya pemulihan ekonomi di tingkat nasional maupun di daerah.

Oleh karena itu, diperlukan kerjasama semua elemen masyarakat untuk membantu menjaga protokol kesehatan, mengikuti upaya pelaksanaan vaksinasi hingga lengkap dua dosis serta melanjutkan dengan vaksinasi booster.

Ilustrasi jenis vaksin booster yang terkonfirmasi BPOM dan ITAGI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid ingatkan untuk segera vaksin
Ilustrasi jenis vaksin booster yang terkonfirmasi BPOM dan ITAGI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid ingatkan untuk segera vaksin (kompas.com)

Baca juga: Perlu Jeli, Ini Cara Bedakan Kencing Berdarah dengan Menstruasi menurut dr Syaeful Agung Wibowo Sp U

Penjelasan Juru Bicara Pemerintah untuk Program Vaksinasi Covid-19, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Kementerian Kesehatan RI edisi 15 Maret 2022.

(Tribunhealth.com/Dhianti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved