Breaking News:

WHO Terbitkan Panduan Rapid Test Antigen Mandiri, Wiku Imbau Pertimbangkan Pengelolaan Limbah Medis

WHO telah menerbitkan panduan melakukan rapid test antigen untuk pengujian secara mandiri oleh masyarakat.

health.grid.id
Ilustrasi metode tes COVID-19-WHO telah menerbitkan panduan melakukan rapid test antigen untuk pengujian secara mandiri oleh masyarakat. 

TRIBUNHEALTH.COM - Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) telah menerbitkan panduan melakukan rapid test antigen untuk pengujian secara mandiri oleh masyarakat.

Tes ini menggunakan metode swab dengan mengambil sampel dalam saluran pernapasan manusia.

Menurut Wiku, di Indonesia metode diagnosa ini masih dilakukan tenaga profesional.

Baca juga: Kemenkes Luncurkan Fitur Pelacakan Kontak Erat COVID-19 melalui Aplikasi PeduliLindungi

Dikarenakan pengujian dengan metode swab membutuhkan kehati-hatian ini.

Hal ini demi mencapai hasil yang akurat maupun mencegah terjadinya luka pada area tertentu misalnya pada saluran pernapasan.

Sebelum mengikuti kegiatan PTMT, seorang mahasiswi FKG UNHAS melakukan swab antigen.
Sebelum mengikuti kegiatan PTMT, seorang mahasiswi FKG UNHAS melakukan swab antigen. (Dok. drg. Muhammad Ikbal, Sp.Pros)

Baca juga: dr. Siti Nadia Tarmizi Berharap Masyarakat Tak Menghindari Testing untuk Mengendalikan Penularan

Namun jika masyarakat memilih untuk melakukan testing mandiri, pertimbangkan pengelolaan limbah medis setelah digunakan.

"Tetapi, Jika masyarakat memilih untuk melakukan testing mandiri pastikan sudah cukup handal melakukannya dan pertimbangkan pula pengelolaan limbah medis setelah menggunakannya," ungkap Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito dilansir Tribunhealth.com dari situs resmi covid19.go.id.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Masih Sangat Efektif untuk Seluruh Varian Omicron Baik BA.1, BA.2, Maupun BA.3

Petugas melakukan rapid test antigen terhadap warga setelah kendaraan yang mereka tumpangi dengan nomor polisi dari luar wilayah Bandung Raya keluar di Gerbang Tol Baros 1, Kota Cimahi, Jawa Barat, Sabtu (16/1/2021). Pelaksanaan Random Rapid Test Antigen bagi masyarakat pengguna jalan di luar wilayah Bandung Raya menyasar 50 warga yang diberhentikan kendaraannya secara acak. Dari hasil yang didapat, sebanyak 49 warga non reaktif dan 1 yang reaktif. Warga yang reaktif dirujuk untuk melakukan swab test PCR bersama 6 orang yang semobil. Dalam kegiatan tersebut dilibatkan personel Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Subgarnizun, Subdenpom, dan Kepolisian Polres Cimahi.
Petugas melakukan rapid test antigen terhadap warga setelah kendaraan yang mereka tumpangi dengan nomor polisi dari luar wilayah Bandung Raya keluar di Gerbang Tol Baros 1, Kota Cimahi, Jawa Barat, Sabtu (16/1/2021). Pelaksanaan Random Rapid Test Antigen bagi masyarakat pengguna jalan di luar wilayah Bandung Raya menyasar 50 warga yang diberhentikan kendaraannya secara acak. Dari hasil yang didapat, sebanyak 49 warga non reaktif dan 1 yang reaktif. Warga yang reaktif dirujuk untuk melakukan swab test PCR bersama 6 orang yang semobil. Dalam kegiatan tersebut dilibatkan personel Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Subgarnizun, Subdenpom, dan Kepolisian Polres Cimahi. (Tribun Jabar/Zelphi)

Wiku juga menyarankan kepada masyarakat untuk hati-hati dalam memilih alat tes rapid antigen yang beredar di pasaran.

Harus dipastikan alat yang dibeli terdaftar secara resmi izin edarnya dari Kementerian Kesehatan. Demi menjamin kualitas dan akurasinya.

Baca juga: Sebuah Laporan Rilis Daftar Gejala Covid-19 Siluman Omicron, Sakit Tenggorokan hingga Pusing

Disamping itu, Pemerintah Indonesia sangat terbuka dengan berbagai upaya yang dapat meningkatkan aksesibilitas testing yang merata bagi masyarakat.

Juga, diharapkan dengan situasi saat ini akan memacu lebih banyak peneliti dan inovator di Indonesia berlomba-lomba menghasilkan alat skrining maupun diagnostik COVID-19 yang lebih mudah digunakan.

Baca juga: Cegah Mutasi Virus Baru, Jubir Covid-19: Pencegahan Penularan Tergantung pada Individu

(TRIBUNHEALTH)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved