Breaking News:

dr. Siti Nadia Tarmizi Berharap Masyarakat Tak Menghindari Testing untuk Mengendalikan Penularan

Menurut dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid varian Omicron cenderung tidak bergejala, sehingga upaya untuk bisa membatasi penularan yakni mencegah klaster.

Freepik.com
Ilustrasi mengantisipasi virus Omicron, menurut dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid Omicron cenderung tidak bergejala 

TRIBUNHEALTH.COM - Selama upaya pemberian vaksinasi Covid-19 masih banyak sekali lansia yang takut untuk disuntik.

Ternyata bukan hanya anak-anak saja, namun juga ada lansia yang memang tidak berkenan untuk disuntik.

Ini merupakan salah satu tantangan pemerintah meskipun sudah terus mendorong percepatan vaksinasi Covid-19 pada lansia.

Selain itu juga meminta pemerintah daerah memfokuskan dan memprioritaskan vaksinasi pada lansia untuk mencari inovasi-inovasi maupun terobosan-terobosan untuk percepatan vaksinasi ini.

Baca juga: Ketahui Syarat-syarat Pasien Covid-19 yang Bisa Menjalankan Isolasi Mandiri

Ilustrasi pemberian vaksin, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid sebut beberapa lansia ada yang tidak mau di suntik
Ilustrasi pemberian vaksin, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid sebut beberapa lansia ada yang tidak mau di suntik (nasional.kompas.com)

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Kementerian Kesehatan RI edisi 16 Februari 2022.

Ada pula sebagian orang yang mengeluhkan jika terdapat perbedaan laporan pendataan antara pusat dan daerah.

Baca juga: Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) Paparkan Beberapa Faktor yang Menyebabkan Anak Mengalami ADHD

Menurut dr. Nadia seharusnya sudah tidak ada lagi perbedaan laporan pusat dan laporan daerah, karena diketahui jika dengan sistem yang ada saat ini data yang didapatkan bersifat realtime.

"Sehingga tidak ada delay, kecuali apabila daerah tidak melakukan entry," terangnya.

"Jadi seharusnya memang pada hari yang sama, pemeriksaan yang sama dilakukan itu juga dilakukan pada hari yang sama," pungkasnya.

Ilustrasi virus corona varian baru, menurut dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid kini penambahan kasus terus terjadi
Ilustrasi virus corona varian baru, menurut dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid kini penambahan kasus terus terjadi (Pexels)

Saat ini penambahan kasus pasien positif Covid-19 terus terjadi terutama akibat varian baru Omicron.

2 dari 3 halaman

dr. Nadia membenarkan jika kemungkinan penambahan kasus Covid-19 bisa terjadi karena saat ini memang puncak kasus di Jawa-Bali sudah terlihat mulai terjadi peningkatan.

Apabila dilihat 3 atau 4 minggu kemudian peningkatan kasus akan terjadi di luar Jawa-Bali.

"Ini pola yang kita pelajari dari pola varian Delta yang tentunya terjadi kewaspadaan kita kalau Jawa-Bali sudah ada trend penurunan kasus, non Jawa-Bali seharusnya tetap memperkuat protokol kesehatan dan memastikan tes benar-benar dilaksanakan," imbuhnya.

Baca juga: Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K): Kondisi ADHD Disertai dengan Gangguan Perkembangan Lainnya

dr. Nadia berharap masyarakat tidak menghindari tes karena testing merupakan dua hal yang akan sangat membantu dalam mengendalikan penularan akibat varian Omicron.

Menurutnya varian Omicron cenderung tidak bergejala sehingga satu-satunya upaya untuk bisa membatatasi penularan mencegah klaster termasuk klaster keluarga adalah mengetahui secara dini melalui testing yang cepat apabila merasakan ada kondisi kesehatan yang berubah.

dr. Nadia menambahkan meskipun kondisi tersebut hanya flu biasa.

ilustrasi seseorang yang positif Covid-19, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid imbau untuk tak ragu lakukan testing
ilustrasi seseorang yang positif Covid-19, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid imbau untuk tak ragu lakukan testing (pixabay.com)

Apabila seseorang melakukan kontak erat dengan kasus positif sebelumnya, dr. Nadia mengimbau untuk bisa bersama-sama mengatasi peningkatan kasus atau laju penularan.

Ia berharap agar masyarakat mau di tes dan tidak menghidari testing.

Baca juga: Selain Terapi Menggunakan Alat CPAP, Adakah Terapi Lain pada Sleep Apnea Berat? Simak Ulasan Dokter

Penjelasan Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Kementerian Kesehatan RI edisi 16 Februari 2022.

(Tribunhealth.com/Dhianti)

3 dari 3 halaman

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved