Breaking News:

Sebuah Laporan Rilis Daftar Gejala Covid-19 Siluman Omicron, Sakit Tenggorokan hingga Pusing

Siluman omicron pertama kali diidentifikasi pada Desember tahun lalu dan telah menyebar dengan cepat

tribunnews.com
ilustrasi pusing akibat siluman omicron 

TRIBUNHEALTH.COM - Virus corona BA.2 yang juga dikenal sebagai 'siluman' omicron, masih beredar di dunia.

Disebut siluman karena memiliki kemampuan untuk menghindari beberapa tes.

Siluman omicron diyakini sekitar 30 persen lebih menular daripada varian aslinya, tetapi tidak lebih parah.

Subvarian dari omicron ini dapat menunjukkan gejala yang berbeda dari jenis aslinya, menurut laporan terbaru.

Pejabat kesehatan Inggris mengatakan mereka melihat dua gejala tambahan pada infeksi BA.2, menurut sebuah laporan di Perpustakaan Kesehatan Nasional Inggris.

Gejala tersebut selain gejala omicron yang dilaporkan sebelumnya, seperti batuk, bersin, dan sakit tenggorokan, dilansir TribunHealth.com dari Express.

Baca juga: Jangan Lengah meski Gejala Omicron Lebih Rendah dari Delta, Dokter: Kasus Kematian Bisa Mengintai

Baca juga: dr. Erlina Burhan Ungkap Gejala yang Membedakan Flu Biasa dengan Flu Akibat Covid-19 Varian Omicron

ilustras virus omicron
ilustras virus omicron (tribunnews.com)

Siluman omicron pertama kali diidentifikasi pada Desember tahun lalu dan telah menyebar dengan cepat ke seluruh Inggris, menurut pengurutan gen terbaru.

Varian ini teridentifikasi lebih dari 4.000 kasus pada 28 Januari.

Sakit kepala, sakit/tenggorokan gatal, bersin, pilek dan nyeri tubuh tetap menjadi yang paling umum di antara mereka yang terinfeksi.

Namun menurut laporan baru jika seseorang mengalami pusing atau vertigo, pemantauan yang cermat sangat disarankan.

Pusing dan Covod-19

Ilustrasi - Merasa pusing
Ilustrasi - Merasa pusing (Freepik.com)

Baca juga: Kelelahan dan Pusing Jadi Gejala Covid-19 Varian Omicron

Baca juga: dr. Dwi Septiadi Sebut Penderita Vertigo Sering Merasa Makin Pusing saat Membuka Mata

Dalam penelitian tersebut, pusing sebagai gejala yang mendasari Covid dianalisis lebih lanjut.

“Vertigo atau pusing baru-baru ini digambarkan sebagai manifestasi klinis Covid-19,” catat penelitian tersebut.

“Penelitian yang tak terhitung jumlahnya, yang muncul setiap hari dari berbagai belahan dunia, telah mengungkapkan pusing sebagai salah satu manifestasi klinis utama Covid-19," tulis laporan itu.

“Ini tidak mengejutkan karena pusing secara historis dikaitkan dengan infeksi virus.”

Pencarian literatur dilakukan menggunakan artikel yang diterbitkan di PubMed pada 1 Agustus 2020, untuk mengidentifikasi pusing sebagai manifestasi klinis Covid-19.

14 artikel, yang mencakup tiga laporan kasus dan 11 studi, ditemukan dengan total 141 pasien dikumpulkan untuk tinjauan ini.

ilustrasi seseorang yang mengalami sakit kepala
ilustrasi seseorang yang mengalami sakit kepala (freepik.com)

Baca juga: 3 Modal Dasar Indonesia Masuki Transisi Menuju Masyarakat Produktif Aman Covid-19

Baca juga: Apakan Pasien Diabetes Maupun Pasca Covid-19 Boleh Melakukan Vampire Facial? Begini Tanggapan Dokter

“Semua pasien yang termasuk dalam tinjauan ini mengalami pusing/vertigo sebagai gejala yang muncul."

“Pusing merupakan gejala awal Covid-19 pada 3/141 pasien (2,13 persen), dimana pada dua pasien tersebut, pusing kemudian diikuti gejala pernapasan."

“Sebagian besar penelitian yang melaporkan pusing sebagai manifestasi klinis berasal dari China, pusat yang memunculkan pandemi.”

Studi tersebut menyimpulkan: “Pusing, meskipun merupakan gejala Covid-19 yang tidak spesifik, memerlukan penyelidikan menyeluruh terutama untuk menentukan penyebab utamanya termasuk, labirinitis akut, neuritis vestibular, otitis media akut, atau sekunder akibat stroke setelah Covid-19.”

Baca berita lain tentang Covid-19 di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved