Breaking News:

Jangan Lengah meski Gejala Omicron Lebih Rendah dari Delta, Dokter: Kasus Kematian Bisa Mengintai

dr. Robert Sinto, Sp. PD., K-PTI menghimbau masyarakat untuk tidak lengah meski gejala Omicron lebih rendah dari Delta.

Freepik.com
Ilustrasi mengantisipasi virus Omicron-dr. Robert Sinto, Sp. PD., K-PTI menghimbau masyarakat untuk tidak lengah meski gejala Omicron lebih rendah dari Delta. 

TRIBUNHEALTH.COM - Mengakhiri tahun 2021 masyarakat Indonesia dikejutkan dengan adanya varian baru Covid-19 jenis Omicron.

Varian Omicron dianggap memiliki gejala yang lebih rendah daripada varian sebelumnya, yaitu Delta.

Kendati demikian, dr. Robert Sinto, Sp. PD., K-PTI menghimbau masyarakat untuk tidak lengah.

Baca juga: Terjadi Penurunan Kasus Covid-19, Jubir Vaksin Imbau Deteksi Dini Guna Putus Mata Rantai Penularan

Pasalnya pada laporan dunia termasuk dari Indonesia, terdapat pasien yang terkonfirmasi Omicron meninggal dunia.

"Jadi nggak boleh lengah, tetap waspada walaupun tidak boleh terlalu khawatir," pesannya dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube KompasTV.

ilustrasi terpapar virus covid-19 varian omicron
ilustrasi terpapar virus covid-19 varian omicron (regional.kompas.com)

Angka kematian pasien yang terkonfirmasi Omicron, cenderung lebih rendah daripada varian Delta.

Tingkat kasus kematian di luar negeri tercatat 13-15 % pada Delta.

Baca juga: Otoritas Inggris Awasi Varian Deltacron, Ahli Menyebut Tak Perlu Khawatir

Sementara pada varian Omicron lebih kecil 10 %.

Gejala Omicron

Gejala Omicron biasanya mengalami perburukan pada akhir minggu.

Yaitu berkisar hari ke 5 hingga hari ke 7 pada minggu pertama.

Ilustrasi virus corona varian omicron
Ilustrasi virus corona varian omicron (Pixabay)

Pasien yang terkonfirmasi Omicron harus melakukan isolasi seperti varian sebelumnya.

Namun waktu yang dibutuhkan cenderung lebih singkat.

Baca juga: Ketahui Risiko Melakukan Tes Swab Mandiri Tanpa Bantuan Tenaga Kesehatan, Bisa Sebabkan Bahaya

Pasien yang terkonfirmasi Omicron pada hari ke 5 bisa melakukan Swab ulang.

Bila pada hari ke 5 dan 6 sudah negatif, maka menurut aturan kementerian kesehatan sudah bisa menyelesaikan isolasi mandiri.

"Jadi kalau dulu kita menggunakan angka 10, sekarang kita boleh mencoba swab bila tidak ada gejala pada hari ke 5 dan 6 dengan 2 kali swab negatif bisa menyelesaikan isolasi mandiri," terang Robert.

Ilustrasi berbagai metode tes COVID-19
Ilustrasi berbagai metode tes COVID-19 (health.grid.id)

Namun jika hasil Swab positif, maka isolasi mandiri baru bisa diselesaikan hari ke 10 tanpa melihat hasil tes Swab.

Ketentuan Isolasi Mandiri di Rumah Sakit

Terdapat sejumlah klasifikasi yang mengijinkan seorang pasien Covid-19 yang tidak bisa melakukan isolasi di rumah.

Klasifikasi ini disesuaikan dengan gejala yang dialami.

Baca juga: dr. M. Syah Abdaly, Sp.PD Sarankan Sering Mengukur Saturasi Oksigen Saat Jalankan Isolasi Mandiri

Ilustrasi isolasi mandiri
Ilustrasi isolasi mandiri (kompas.com)
Halaman
12
Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved