Breaking News:

dr. M. Syah Abdaly, Sp.PD Sarankan Sering Mengukur Saturasi Oksigen Saat Jalankan Isolasi Mandiri

Menurut dr. M. Syah Abdaly, Sp.PD apabila ada komorbid dan usia lanjut, maka tidak disarankan untuk menjalankan isolasi mandiri.

Freepik.com
Ilustrasi - Seorang anak sedang melakukan isolasi mandiri, dr. M. Syah Abdaly, Sp.PD sebut pasien yang melakukan isolasi mandiri harus memiliki ruangan tersendiri 

Demam dan batuk juga bisa menunjukkan gejala influenza.

Pastikan diagnosisnya dengan melakukan pemeriksaan PCR atau Rapid Test Antigen.

Apabila hasilnya positif, maka konsultasi dengan dokter.

Dilansir oleh Tribunhealth.com penjelasan Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. M. Syah Abdaly, Sp.PD dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Bincang Kita edisi 20 Agustus 2021.

Baca juga: dr. Eleonora Mitaning C,M.Gizi,Sp.GK: Gunakan Aplikasi Pemesan Makanan dengan Bijak Saat Sedang Diet

Termasuk gejala yang ringan, sedang, berat atau yang harus masuk ke rumah sakit.

Kalau memang gejalanya ringan atau tanpa gejala (OTG), maka boleh dilakukan isolasi mandiri di rumah.

Namun tentunya dengan syarat-syarat tertentu.

Ilustasi isolasi mandiri,
Ilustasi isolasi mandiri, dr. M. Syah Abdaly, Sp.PD sebut fasilitas harus dipisahkan dengan anggota keluarga yang lain (kompas.com)

Apakah rumahnya memungkinkan atau tidak untuk lingkungannya melakukan isolasi mandiri.

Karena pasien yang melakukan isolasi mandiri harus memiliki ruangan tersendiri, kamar mandi pun juga harus sendiri.

Semua fasilitas dipisahkan dengan anggota keluarga yang lain.

Kita tidak bisa menyamaratakan masyarakat memiliki kamar yang terpisah.

Jika tidak memungkinkan, maka harus dilakukan isolasi mandiri di tempat yang disediakan oleh pemerintah.

Dokter tegaskan jika tempat isolasi harus terpisah, tempat tidur harus terpisah, tempat makan, tempat baju kotor harus dipisahkan dengan anggota keluarga yang lainnya.

Apabila ada komorbid dan usia lanjut, maka tidak disarankan untuk menjalankan isolasi mandiri.

Karena hal ini berisiko untuk terjadi perburukkan jika tidak dipantau.

Jika melakukan isolasi mandiri disarankan untuk sering mengukur kadar saturasi oksigen.

Apabila diatas 95% maka masih aman.

Baca juga: drg. Eddy Heriyanto Habor Sp.Ort (K) Jelaskan Dampak Pemasangan Kawat Gigi yang Tidak Sesuai Standar

Namun jika sudah turun atau bahkan kurang dari 90%, maka harus segera di bawa ke rumah sakit.

Jangan lupa untuk tetap memantau suhu tubuh secara berkala.

Bisa dilakukan sebanyak 2 kali sehari.

Penjelasan Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. M. Syah Abdaly, Sp.PD dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Bincang Kita edisi 20 Agustus 2021.

(Tribunhealth.com/Dhiyanti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved