Breaking News:

Cegah Mutasi Virus Baru, Jubir Covid-19: Pencegahan Penularan Tergantung pada Individu

Jubir Covid-19 beri pesan, tidak memberi ruang penularan, dapat mencegah mutasi virus yang dapat melahirkan varian baru.

Pixabay.com
Terapkan Prokes demi lindungi diri dari Covid-19-Tidak memberi ruang penularan, dapat mencegah mutasi virus yang dapat melahirkan varian baru. 

TRIBUNHEALTH.COM - Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) telah bermutasi menjadi berbagai varian.

Salah satu yang belakangan menjadi perhatian ialah varian GKA (AY.4/BA.1) yang terindikasi memiliki percampuran genetik antara varian Delta 21J/AY.4 dan Omicron 21K/BA.1.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito menjelaskan bahwa penamaan resmi varian ini belum ditetapkan badan kesehatan dunia (WHO).

Data terkait karakteristiknya pun masih sangat terbatas.

Baca juga: dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid Ungkap Jika Omicron Merupakan Varian Covid-19 yang Dominan Saat Ini

Meskipun WHO mambahasnya dalam pertemuan Technical Advisory Group on Virus Evolution atau grup penasihat teknis terkait evolusi virus yang dihadiri para pakar virus di dunia.

"Dampak varian ini terhadap indikator epidemiologi maupun tingkat keparahan gejala belum dapat dipastikan dan masih terus diteliti," kata Wiku dilansir Tribunhealth.com dari situs resmi covid19.go.id.

Baca juga: 2 Tahun Penanganan Pandemi, Jubir Vaksin Tekankan Kolaborasi dan Penguatan Layanan Kesehatan

Ilustrasi virus corona varian omicron
Ilustrasi virus corona (Pixabay)

Tidak memberi ruang penularan, dapat mencegah mutasi virus yang dapat melahirkan varian baru.

Karena, selama virus masih beredar, apalagi dalam tingkat penularan yang tinggi, potensi mutasi virus semakin besar.

Baca juga: Sebuah Laporan Rilis Daftar Gejala Covid-19 Siluman Omicron, Sakit Tenggorokan hingga Pusing

Dalam bermutasinya, ada berbagai mekanisme. Salah satunya dengan rekombinasi seperti pada varian yang dijelaskan.

Rekombinasi virus ini bukanlah hal baru.

ilustrasi mutasi virus covid-19
ilustrasi mutasi virus covid-19 (kompas.com)

"Untuk itu, dalam masa adaptasi ini, pencegahan penularan ini lebih banyak porsinya pada tanggung jawab setiap individu."

"Setiap orang wajib melindungi dirinya sendiri dan orang lain, melalui disiplin protokol kesehatan 3M," pungkas Wiku.

Baca juga: dr. Reisa Broto Asmoro Ingatkan Disiplin Prokes,Virus Corona Bermutasi Hingga Ada Varian Baru

Segera Lengkapi Vaksin

Lebih lanjut, Wiku mengingatkan masyarakat agar segera melengkapi diri dengan vaksin dosis kedua maupun booster.

Khususnya, bagi lansia dan penderita komorbid.

Baca juga: Prof. Hinky: Seseorang yang Memiliki Komorbid Disarankan Konsultasi dengan Dokter Sebelum Vaksinasi

Karena, data pada 3 rumah sakit besar nasional di Indonesia menunjukkan bahwa lansia dengan komorbid diabetes melitus, hipertensi, dan gagal ginjal mendominasi pasien COVID-19 yang meninggal.

Ilustrasi vaksin covid pada seseorang yang memiliki komorbid
Ilustrasi vaksin covid pada seseorang yang memiliki komorbid (freepik.com)

"Jangan khawatir dengan kualitas vaksin yang ada, karena pemerintah menjamin bahwa dosis yang diberikan adalah dosis yang terbukti aman, efektif, dan bermutu," tegasnya.

Disamping itu, apresiasi diberikan pada sejumlah daerah yang berhasil menurunkan level dalam perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Baca juga: Pandemi Membaik, Pemerintah Lakukan Pelonggaran Mobilitas dalam Menuju Endemi Covid-19

"Saya apresiasi berbagai daerah yang mampu menurunkan levelnya, semoga terus konsisten melakukan pengendalian COVID-19," ujarnya dilansir Tribunhealth.com dari situs resmi covid19.go.id.

Perpanjangan PPKM kali ini untuk wilayah Pulau Jawa - Bali melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri (InMendagri) No. 16 Tahun 2022, dan untuk wilayah Non Jawa - Bali melalui InMendagri No.17 Tahun 2022.
Melalui kebijakan tersebut, saat ini terdapat 2 kabupaten/kota yang berada di level 4.

Yaitu Kota Magelang di Jawa Tengah dan Kota Madiun di Jawa Timur.

Baca juga: Endemi Bukan Berarti Tidak Ada Kasus, Jubir Vaksin Ungkap Sejumlah Indikator yang Harus Dipenuhi

(TRIBUNHEALTH)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved