Breaking News:

Pandemi Membaik, Pemerintah Lakukan Pelonggaran Mobilitas dalam Menuju Endemi Covid-19

Jumlah kasus konfirmasi positif COVID-19 dan positivity rate di kota-kota besar yang padat penduduknya terus mengalami penurunan.

Freepik.com
Ilustrasi Pandemi akan berakhir-Perkembangan penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia terus membaik. 

TRIBUNHEALTH.COM - Perkembangan penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia terus membaik.

Sejak akhir Februari lalu, jumlah kasus konfirmasi positif COVID-19 dan positivity rate di kota-kota besar yang padat penduduknya terus mengalami penurunan.

Tingkat keterisian RS COVID-19 di Jawa dan luar Jawa juga masih terkendali.

Baca juga: 2 Tahun Penanganan Pandemi, Jubir Vaksin Tekankan Kolaborasi dan Penguatan Layanan Kesehatan

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan meski secara nasional situasi terus menurun, namun sejumlah daerah terpantau masih dalam pengawasan pemerintah karena kasus COVID-19 terindikasi naik.

ilustrasi anak terpapar virus covid-19
Ilustrasi melindungi diri dari paparan virus covid-19 (kompas.com)

"Update situasi yang tampak saat ini menunjukkan tren kasus nasional terus menurun."

"Angka Reproduktif virus (Rt) sudah menurun di setiap pulau besar di Indonesia. Tetapi ada 5 provinsi yang trennya sedikit meningkat."

"Yakni di Aceh, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Kalimantan Utara," katanya dilansir Tribunhealth.com dari situs resmi sehatnegeriku.kemkes.go.id.

Baca juga: Waspada Masalah Kelainan Tulang Belakang pada Anak yang Banyak Terjadi Selama Pandemi Covid-19

Sementara itu, untuk kasus kematian pada kasus Omicron sebagian besar didominasi oleh lansia dan orang dengan komorbid yang belum mendapatkan vaksinasi dosis lengkap.

Berdasarkan audit kematian di RS menunjukkan penyakit penyebab kematian pada pasien COVID-19 didominasi diabetes, hipertensi, dan gagal ginjal.

Ilustrasi diabetes
Ilustrasi diabetes (kompas.com)

"Tidak semua meninggal karena COVID-19, tetapi ada juga yang meninggal dengan COVID," terangnya.

Untuk menekan angka kematian pasien COVID-19, pemerintah bersama stakeholder terkait terus bekerja keras demi mempercepat vaksinasi dosis lengkap dan booster.

Baca juga: Data: Vaksinasi Lengkap dan Booster dapat Berikan Perlindungan hingga 91% dari Kematian

Terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan orang dengan penyakit penyerta.

Masyarakat diimbau segera memanfaatkan sentra vaksinasi maupun fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan vaksinasi dosis lengkap termasuk booster.

Transisi Menuju Endemi COVID-19

Seiring dengan terus membaiknya situasi pandemi di Tanah Air, pemerintah pelan-pelan melakukan pelonggaran mobilitas masyarakat selama masa transisi menuju endemi COVID-19.

Pemerintah memutuskan untuk meniadakan syarat hasil negatif tes antigen maupun PCR bagi para pelaku perjalanan domestik.

Ilustrasi test Covid-19.
Ilustrasi test Covid-19. (Freepik.com)

Kebijakan ini berlaku bagi semua moda transpirtasi baik darat, laut, maupun udara.

"Hal ini akan ditetapkan dalam surat edaran yang akan diterbitkan oleh Kementerian dan Lembaga terkait yang akan terbit dalam waktu dekat ini," kata Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan.

Masih dalam upaya menuju transisi endemi, seluruh kompetisi olahraga juga telah diizinkan untuk dihadiri penonton dengan syarat sudah vaksinasi booster dan wajib menggunakan aplikasi Pedulilindungi untuk check in.

Baca juga: Terjadi Penurunan Kasus Covid-19, Jubir Vaksin Imbau Deteksi Dini Guna Putus Mata Rantai Penularan

Kapasitas penonton disesuaikan dengan level PPKM di daerah terkait.

Halaman
123
Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved