Breaking News:

Insomnia Bisa Disebabkan Masalah Kesehatan Mental, Mulai dari Kecemasan hingga Depresi

Studi: ketika insomnia berlanjut dan gejala memburuk, seseorang dapat mengembangkan risiko depresi yang lebih besar

Freepik.com
Ilustrasi gangguan tidur insomnia akibat kecemasan dan depresi 

TRIBUNHEALTH.COM - Insomnia adalah konsisi yang bisa menyebabkan berbagai masalah lain.

Bahkan, insomnia dikaitkan dengan kondisi kesehatan mental.

Dua di antaranya adalah kecemasan dan depresi.

Dilansir TribunHealth.com dari Healthline, berikut ini adalah penjelasannya.

Kecemasan dan gangguan kecemasan

Ilustrasi kecemasan
Ilustrasi kecemasan (Freepik)

Baca juga: Kecemasan Dapat Diatasi dengan 5 Cara Ini, Meditasi hingga Menulis

Kecemasan dapat menyebabkan insomnia, dan insomnia dapat menyebabkan kecemasan.

Kecemasan jangka pendek berkembang ketika seseorang sering khawatir tentang masalah spesifik yang sama, seperti pekerjaan atau hubungan pribadi.

Kecemasan jangka pendek biasanya hilang setelah masalah teratasi.

Tidur juga harus kembali normal ketika masalah teratasi.

Orang juga dapat didiagnosis dengan gangguan kecemasan, seperti gangguan kecemasan umum (GAD) atau gangguan panik.

Baca juga: 5 Cara Kurangi Kecemasan Secara Alami, Batasi Asupan Cafein Jika Alami Kecemasan Kronis

Gangguan ini dapat menyebabkan berbagai tingkat insomnia.

Penyebab gangguan kecemasan tidak sepenuhnya dipahami.

Perawatan biasanya jangka panjang dan mencakup kombinasi terapi dan obat-obatan.

Gaya hidup dan praktik perilaku yang direkomendasikan untuk bentuk insomnia lain, juga dapat membantu mengurangi insomnia terkait kecemasan.

Misalnya seperti membatasi topik percakapan yang membuat stres di siang hari.

Insomnia dan depresi

ilustrasi depresi
ilustrasi depresi (kompas.com)

Baca juga: Tips Hindari Depresi Akibat Pekerjaan, Beri Jeda Istirahat ketika Bekerja

Menurut sebuah studi awal, insomnia tidak hanya membuat seseorang lebih mungkin mengalami depresi, tetapi depresi juga dapat membuat seseorang lebih mungkin mengalami insomnia.

Sebuah meta-analisis dari 34 penelitian menyimpulkan bahwa kurang tidur - terutama selama masa stres - secara signifikan meningkatkan risiko depresi.

Studi lain menemukan bahwa ketika insomnia berlanjut dan gejala memburuk, subjek mengembangkan risiko depresi yang lebih besar.

Bagi orang lain, gejala depresi mungkin mendahului insomnia.

Ilustrasi penderita insomnia
Ilustrasi penderita insomnia (Freepik.com)

Baca juga: Pisang Dipercaya Bisa Atasi Insomnia, Mitos atau Fakta? Simak Penjelasan Dokter Berikut Ini

Halaman
12
Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved