Breaking News:

Pascapandemi Covid-19, Jumlah Anak Mengalami Risiko Obesitas Dapat Semakin Meningkat

Pascapandemi, para pengamat mengkhawatirkan kondisi obesitas mengalami peningkatan.

Pixabay.com
Ilustrasi obesitas-Para pengamat mengkhawatirkan kondisi obesitas mengalami peningkatan. 

TRIBUNHEALTH.COM - Pandemi Covid-19 sudah lebih dari satu tahun menimpa Indonesia.

Salah satu dampak adanya wabah yang tak kunjung usai tersebut, membuat proses pembelajaran sekolah dilakukan secara jarak jauh (PJJ) atau daring semakin lama.

Sehingga membuat anak harus semakin lama melakukan kegiatan di rumah saja, dan berakibat menimbulkan kekhawatiran akan timbulnya masalah kesehatan baru pada anak, yakni obesitas.

Lantaran disebabkan oleh pola kebiasaan makan yang diikuti dengan kurangnya aktivitas fisik selama di rumah.

Baca juga: Simak Berbagai Proses Penularan Covid-19 yang Perlu Diketahui

Baca juga: Masyarakat Ragu Cek Kesehatan ke RS karena Covid-19, Ini Saran Dokter

"Dengan tingginya frekuensi kegiatan online, menjadi salah satu penyebab penambahan berat badan. Sebab, sambil belajar mereka sambil ngemil juga," kata Direktur Kesehatan Keluarga Erna Mulati, dilansir oleh kemkes.go.id.

Erna menambahkan, upaya pencegahan obsesitas pada anak termasuk di masa pandemi sekarang ini, membutuhkan peran keluarga.

Ilustrasi obesitas
Ilustrasi obesitas (Pixabay)

Dukungan keluarga di rumah, dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:

- Memenuhi kebutuhan gizi seimbang

- Menstimulasi perkembangan anak dengan memberikan waktu istirahat yang cukup

- Memberikan aktivitas fisik

2 dari 2 halaman

- Memantau pertumbuhan dan perkembangan anak

- Memastikan kebutuhan pelayanan kesehatan pada anak terpenuhi.

Baca juga: Bisa Picu Penyakit Berbahaya, Kenali Sederet Penyebab Obesitas, Faktor Genetik hingga Gangguan Tidur

Baca juga: Ahli Gizi Bagikan Tips Apa yang Harus Dilakukan ketika Obesitas, Langkah Pertama Temui Ahli

"Upaya pencegahan ini harus dilakukan secara intensif karena anak obesitas memiliki risiko mengalami berbagai penyakit tidak menular di masa remaja," tuturnya.

Pasien Obesitas Berpotensi Memiliki Gejala Lebih Parah saat Terkena Covid-19

Diungkapkan oleh Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Maxi Rein Rondonuwu, berdasarkan laporan dari World Obesity Federation disebutkan orang dengan obesitas memiliki risiko hingga 2 kali lipat memiliki gejala lebih parah dan menjalani perawatan di rumah sakit lebih lama apabila terinfeksi COVID-19.

Oleh sebab itu ia mengatakan, kementerian kesehatan (kemenkes) terus berupaya dalam menekan jumlah kasus obesitas yang ada di Indonesia.

"Kemenkes terus melakukan upaya serius dengan menggandeng berbagai pihak supaya bisa menekan laju obesitas di Indonesia,'' kata Maxi.

Baca juga: Berikut Penjelasan Satgas Mengenai Mutasi Virus Covid-19, Wiku: Lazim Ditemui di Masa Pandemi

Baca juga: 10 Masalah Kesehatan yang Akan Muncul Jika Terus-terusan Begadang, Obesitas hingga Masalah Jantung

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Berita lain soal covid-19, di sini

Selanjutnya
Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Abdul Haerah HR
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved