Breaking News:

drg. Hendra Nur, Sp.Pros Terangkan Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan sebelum Memasang Implan Gigi

Menurut drg. Hendra Nur, Sp. Pros kasus yang sering terjadi setelah memasang implan gigi adalah infeksi, perdarahan, tulang rapuh dan tulang pecah.

Pixabay.com
Ilustrasi penggunaan implan gigi, begini ulasan Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia, drg. Hendra Nur, Sp. Pros 

TRIBUNHEALTH.COM - Penggunaan implan gigi untuk menggantikan gigi yang hilang memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan.

Salah satu kelebihan penggunaan implan gigi adalah pasien merasa lebih nyaman dan apabila dilihat secara estetika lebih bagus.

Sementara kekurangan implan gigi adalah risiko terjadinya infeksi pasca pembedahan.

"Infeksi itu artinya ada suatu kondisi kontaminasi, jadi bisa aja pasiennya tidak bisa menjaga kebersihan mulut, itu yang sering terjadi," terang Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia, drg. Hendra Nur, Sp. Pros.

Pasien yang tidak bisa menjaga kebersihan mulut pasca pembedahan pemasangan implan gigi akan berisiko mengalami infeksi.

Baca juga: Cari Tahu Penanganan Batu Kantung Empedu dari dr. Bonauli Simajuntak, Sp.B. Subsp. BD K

Hal ini disampaikan oleh Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia, drg. Hendra Nur, Sp. Pros yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 19 November 2022.

Ilustrasi implan gigi untuk menggantikan gigi kosong, begini pemaparan Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia, drg. Hendra Nur, Sp. Pros
Ilustrasi implan gigi untuk menggantikan gigi kosong, begini pemaparan Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia, drg. Hendra Nur, Sp. Pros (manado.tribunnews.com)

Baca juga: Meski Bukan Perokok, Wajib Hindari Paparan Asap Rokok karena Bisa Bikin Kulit Kusam

"Jadi dari infeksi itu, terjadilah misalnya nanah. Akibat dari nanah itu akhirnya bengkak. Dari bengkak itu menyebabkan kegagalan dari implan," ulas Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia, drg. Hendra Nur, Sp. Pros.

Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia, drg. Hendra Nur, Sp. Pros membenarkan apabila kondisi ini pernah terjadi.

Menurut Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia, drg. Hendra Nur, Sp. Pros kasus-kasus yang sering terjadi adalah infeksi pasca pembedahan, pendarahan pasca pembedahan, dan tulang rapuh.

Tulang rapuh dapat mengakibatkan tulang menjadi pecah.

2 dari 4 halaman

"Kalau pada rahang atas, kan rahang atas kita ada sinus ya. Sinus-sinus seperti rongga ya, di dalam rongga. Nah itu bisa saja jebol, itu bisa terjadi," ucap Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia, drg. Hendra Nur, Sp. Pros.

"Tapi itu bisa kita minimalkan dari tahap awal, pada tahap awal pasti dari dokter giginya dipikirkan dengan benar," sambung Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia, drg. Hendra Nur, Sp. Pros.

Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia, drg. Hendra Nur, Sp. Pros menegaskan jika hal ini sangat jarang terjadi.

Kondisi yang dianjurkan untuk melakukan pemasangan implan gigi

1. Motivasi pasien

"Itu motivasi pasien kita perlukan. Karena apa, pemasangan implan ini kan lama. Jadi perlu sabar, perlu ada sugesti yang nanti selesainya bagus," timpal Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia, drg. Hendra Nur, Sp. Pros.

"Memang ada motivasi yang tinggi dari pasien untuk penggunaan implan ini, itu yang pertama," imbuh Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia, drg. Hendra Nur, Sp. Pros.

2. Kondisi kesehatan harus baik

Di dalam rongga mulut pasien tidak ada kelainan dan pasien bisa menjaga kesehatan rongga mulutnya.

Baca juga: Hindari Pemasangan Veneer Gigi Abal-abal, drg. Irfan Dammar Sebutkan Efek Sampingnya Seperti Berikut

ilustrasi implan gigi, begini penjelasan Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia, drg. Hendra Nur, Sp. Pros
ilustrasi implan gigi, begini penjelasan Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia, drg. Hendra Nur, Sp. Pros (kompas.com)

Baca juga: drg. Irfan Dammar Paparkan Cara Perawatan Setelah Melakukan Pemasangan Veneer Gigi, Begini Ulasannya

3. Pasien berusia diatas 16 tahun

3 dari 4 halaman

Secara umum, pemasangan implan dilakukan pada pasien diatas usia 16 tahun.

Namun secara spesifik memiliki indikasi kehilangan gigi.

"Artinya kan pada saat kita (dokter gigi) memasang implan giginya tidak ada, adanya kehilangan gigi atau adanya gigi yang tidak tumbuh," ungkap Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia, drg. Hendra Nur, Sp. Pros.

4. Kondisi tulang pasien

Pasalnya dokter giig harus mengetahui kondisi tulang pasien.

"Kan kita memasang implan itu pada tulang, jadi kita harus tahu tulangnya ini apakah kondisinya baik atau tidak, ketebalannya cukup atau tidak, apakah ada penyakit penyerta atau tidak. Itu harus kita pastikan," lanjut Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia, drg. Hendra Nur, Sp. Pros.

5. Pasien tidak memiliki kebiasaan buruk

Pasien tidak memiliki kebiasaan buruk seperti bruxism atau mengerot ketika tidur.

Apabila memiliki bruxism, drg. Hendra sarankan untuk menyembuhkan dahulu bruxismnya.

6. Perokok berat

4 dari 4 halaman

Kebiasaan merokok bisa menyebabkan implan gigi menjadi terlepas.

Tentu saja bukan tak mungkin hal ini menyebabkan periodontitis.

Baca juga: Stop Overthingking, Bisa Sebabkan Masalah pada Organ Tubuh salah Satunya Bikin Kulit Tidak Sehat

Ilustrasi pemasangan implan gigi yang dilakukan oleh dokter gigi, begini keterangan Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia, drg. Hendra Nur, Sp. Pros
Ilustrasi pemasangan implan gigi yang dilakukan oleh dokter gigi, begini keterangan Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia, drg. Hendra Nur, Sp. Pros (Freepik.com)

Baca juga: Kemoterapi pada Anak dengan Leukimia, Apakah Bisa Diganti dengan Cara Lain? Ini Pernyataan Dokter

Akibat periodontitis, pada akhirnya terjadi kerusakan pada jaringan sehingga implan tidak kuat dan pada akhirnya terlepas.

Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia, drg. Hendra Nur, Sp. Pros sarankan untuk mengurangi kebiasaan merokok.

7. Pasien harus bisa menjaga kebersihan mulut

Baca juga: Lama Kemoterapi yang Dibutuhkan Pasien untuk Tangani Kanker Darah menurut Ahli

Penjelasan Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia, drg. Hendra Nur, Sp. Pros dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 19 November 2022.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved