Breaking News:

Tak Hanya karena Perubahan Hormonal, Insomnia pada Ibu Hamil Bisa Disebabkan Adanya Penyakit

Insomnia pada ibu hamil dapat disebabkan perubahan hormonal hingga kondisi medis tertentu

Pexels
Ilustrasi - Ibu hamil mengalami insomnia 

TRIBUNHEALTH.COM - Ibu hamil kerap kali mengalami kekhawatiran ketika merasakan gejala tertentu, misalnya saja ketika sulit tidur atau insomnia.

Bukan tanpa alasan, ibu khawatir karena cemas kondisi yang mereka alami akan berdampak pada janin.

Namun apakah insomnia pada ibu hamil dapat berbahaya?

Sebenarnya, insomnia sering terjadi selama kehamilan, terutama pada trimester pertama dan ketiga.

"Hormon yang berfluktuasi, mual, dan peningkatan kebutuhan untuk buang air kecil adalah beberapa perubahan tubuh yang mungkin membuat wanita tetap terjaga di awal kehamilan," tulis situs medis Healthline, dilansir TribunHealth.com pada Rabu (21/9/2022).

"Ibu hamil mungkin menghadapi tekanan emosional, seperti kecemasan tentang meningkatnya tanggung jawab yang akan dihadapi sebagai seorang ibu."

Baca juga: Mengalami Insomnia? Berikut Ini Tips Tidur Nyenyak Tanpa Suplemen atau Obat Tidur

Ilustrasi gangguan tidur insomnia
Ilustrasi gangguan tidur insomnia (Freepik.com)

"Rasa sakit seperti kram dan ketidaknyamanan punggung juga dapat membuat ibu hamil tetap terjaga," tambah situs tersebut.

Namun, langkah yang terbaik adalah berkonsultasi dengan bidan atau dokter Anda.

Pasalnya mereka akan membantu mengevaluasi secara medis dan memberikan diagnosis yang tepat.

Dengan demikian, insomnia bisa teratasi dengan baik tanpa mengganggu tumbuh kembang janin.

Pasalnya selain perubahan hormon selama kehamilan, insomnia bisa dipicu berbagai penyebab lain.

Situs VerywellHealth.com menjelaskan insomnia selama kehamilan bisa dipicu adanya penyakit hingga gangguan mental, berikut ini uraiannya.

Baca juga: Sering Buang Air Kecil saat Hamil? Berikut Ini 4 Tips yang Bisa Dicoba, Jangan Kurangi Asupan Cairan

ilustrasi penderita gerd
ilustrasi penderita gerd (kids.grid.id)

Penyakit refluks gastroesofagus (GERD)

Kadang-kadang disebut sebagai refluks asam, gangguan ini menyebabkan makanan dan asam lambung naik kembali ke kerongkongan.

Hal ini menyebabkan gejala seperti heartburn, suara serak, nyeri dada, dan mual.

Banyak orang dengan GERD juga mengalami kesulitan tidur.

GERD tidak jarang terjadi selama kehamilan karena perubahan hormonal, janin yang tumbuh menekan perut, perubahan pola makan, dan penurunan tonus otot di otot yang mencegah asam naik dari perut.

Antasida dapat membantu meredakan gejala GERD malam hari dan meningkatkan tidur.

Baca juga: 4 Fakta Hiperosmia pada Ibu Hamil, Indra Penciuman jadi Lebih Kuat dan Sensitif

Restless Legs Syndrome (RLS)

Ilustrasi penderita insomnia
Ilustrasi penderita insomnia (Freepik.com)

Gangguan tidur ini melibatkan dorongan tak terkendali untuk menggerakkan kaki karena adanya sensasi yang mengganggu.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved