Breaking News:

Kualitas Tidur Lebih Penting dari Durasinya, Simak Penjelasan Ahli Berikut Ini

Penelitian ilmiah mengungkap bahwa kualitas tidur mungkin lebih penting dari pada durasinya

Pexels
Tidur yang berkualitas 

TRIBUNHEALTH.COM - Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur mungkin lebih penting untuk kesehatan, dibanding durasinya.

Penelitian terkini itu menemukan bahwa orang yang tidak cukup tidur (baik dari segi durasi ataupun kualitas) hampir tiga kali lebih mungkin jatuh sakit karena pilek, flu, dan penyakit pernapasan lainnya seperti Covid-19.

Tapi penelitian itu juga menunjukkan kualitas tidur yang baik dapat secara efektif menggantikan kurangnya durasi tidur, dalam hal memperkuat sistem kekebalan untuk membantu melawan infeksi virus.

Profesor Neil Walsh, dari Liverpool John Moores University, memberi penjelasan mengenai penelitiannya bersama tim yang diterbitkan dalam jurnal Sleep ini.

"(Penelitian ini) mengubah cara kita berpikir tentang tidur dan kesehatan," katanya, dilansir TribunHealth.com dari Independent.co.uk, pada Rabu (21/9/2022).

“Tidur penting untuk kesehatan mental dan fisik, termasuk kemampuan kita untuk melawan infeksi," kata peneliti utama tersebut kepada kantor berita PA.

Baca juga: Mengalami Insomnia? Berikut Ini Tips Tidur Nyenyak Tanpa Suplemen atau Obat Tidur

Ilustrasi tidur
Ilustrasi tidur (Pexels)

The National Sleep Foundation merekomendasikan orang dewasa untuk tidur tujuh hingga sembilan jam setiap malam."

“Namun banyak dari kita membatasi tidur kita untuk memberi jalan bagi kehidupan kita yang sibuk – misalnya, kita secara teratur membatasi tidur kita ketika kita bangun pagi untuk komitmen hari kerja kita."

"Tetapi ketika Anda membatasi tidur Anda, Anda belum tentu akan lebih mungkin sakit - itu benar-benar tergantung pada kualitas Anda."

Dalam studi pertama, para ilmuwan mengikuti 1.318 rekrutan baru militer selama 12 minggu.

Para peneliti melacak pola tidur dan kesehatan para peserta pada minggu-minggu sebelum pelatihan dan setelah bergabung dengan militer, di mana mereka harus mengikuti rutinitas bangun yang ketat.

Baca juga: Bahaya Minum Air Putih sebelum Tidur, Berisiko Picu Masalah Jantung karena Sering Terbangun

Ilustrasi tidur malam yang nyenyak
Ilustrasi tidur malam yang nyenyak (Freepik)

Rata-rata, para peserta tidur dua jam lebih sedikit selama pelatihan militer daripada kehidupan sipil.

Namun, para peneliti mencatat bahwa lebih dari setengah dari mereka memiliki kualitas tidur yang baik.

Mereka yang melaporkan berkurangnya durasi tidur selama pelatihan hampir tiga kali lebih mungkin menderita infeksi pernapasan, menurut tim.

Ini setelah memperhitungkan faktor-faktor yang mempengaruhi jenis penyakit ini, seperti waktu dalam setahun dan merokok.

Namun, para peneliti menemukan bahwa pembatasan tidur hanya meningkatkan infeksi di antara mereka yang melaporkan kualitas tidur yang buruk, sementara kualitas tidur yang baik melindungi terhadap penyakit pernapasan, meskipun durasinya lebih pendek.

Baca juga: Mandi Air Hangat dan Sederet Hal Ini Bikin Tidur Nyenyak meski Mengalami Hidung Tersumbat

Ilustrasi tidur dengan AC menyala
Ilustrasi tidur dengan AC menyala (Freepik)

“Ada dua pesan yang sangat penting di sini: pertama bahwa pola tidur yang terbatas dapat menyebabkan penyakit yang lebih sering, dan kedua dan yang lebih mengejutkan, bahwa tidur nyenyak dapat mengalahkan tidur lama dalam hal kekebalan kita terhadap penyakit," kata Prof Walsh kepada PA.

"Itu adalah pesan yang sangat berguna di dunia kita yang sibuk di mana tidur sering dikorbankan untuk kegiatan lain."

Berdasarkan temuan tersebut, Prof Walsh mengatakan ada lima hal yang bisa dilakukan orang untuk meningkatkan kualitas tidur. Ini termasuk:

  • Memiliki jadwal tidur yang konsisten (waktu tidur dan bangun yang serupa), termasuk akhir pekan
  • Menghindari makan besar, kafein dan alkohol menjelang waktu tidur
  • Memastikan tempat tidur dan bantal nyaman dan ruangan sejuk, gelap dan tenang
  • Menetapkan rutinitas waktu tidur yang santai – bebas layar 30 menit sebelum tidur dan tidur saat mengantuk
  • Melakukan olahraga di siang hari untuk membantu tertidur.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved