Breaking News:

Stres Berdampak pada Siklus Menstruasi yang Tidak Teratur, Berikut Penuturan dr. Henry Jerikho

dr. Henry Jerikho Maruli, Sp.OG ungkap, salah satu yang menjadi penyebab terjadinya siklus menstruasi tidak teratur adalah stres, berikut ulaasannya.

pixabay.com
ilustrasi siklus menstruasi yang tidak teratur akibat mengalami stres, berikut penjelasan dr. Henry Jerikho Maruli, Sp.OG 

TRIBUNHEALTH.COM - Menstruasi ialah terjadinya perdarahan pada uterus yang mengalir dari rahim dan kemudian keluar melalui vagina.

Setiap wanita mengalami menstruasi yang umumnya terjadi setiap satu bulan sekali.

Terjadinya menstruasi setiap satu bulan sekali dinamakan dengan siklus menstruasi.

Meskipun rutin terjadi, namun beberapa wanita mengalami siklus menstruasi yang tidak lancar, ada yang lebih lambat dan ada yang lebih cepat dari siklus normalnya.

Dilansir TribunHealth.com, dr. Henry Jerikho Maruli, Sp.OG memberikan penjelasan dalam tayangan YouTube Tribunjabar Video.

Baca juga: Apakah Konsumsi Minuman Dingin saat Menstruasi Memicu Terjadinya Penggumpalan Darah?

ilustrasi siklus menstruasi yang tidak teratur akibat mengalami stres, berikut penjelasan dr. Henry Jerikho Maruli, Sp.OG
ilustrasi siklus menstruasi yang tidak teratur akibat mengalami stres, berikut penjelasan dr. Henry Jerikho Maruli, Sp.OG (health.grid.id)

Baca juga: Cara Bedakan Darah Menstruasi dengan Ambeien, Simak Penjelasan dr. Arief Budiman, MSi.Med, Sp.B

Menurut penutruan dr. Henry Jerikho Maruli, Sp.OG, normalnya siklus menstruasi yang menjadi pedoman ialah 24 hari hingga 38 hari.

Dalam satu bulan terdapat 30 hari hingga 31 hari, siklus menstruasi dapat terjadi satu kali dalam satu bulan dan bisa terjadi dua kali dalam satu bulan.

Pada kondisi tertentu atau pada kasus menstruasi yang memiliki siklus 24 hari hingga 25 hari, dalam satu bulan bisa terjadi menstruasi dua kali dan itu adalah hal yang normal.

Baca juga: 7 Makanan dan Minuman Berikut Perlu Dihindari saat Menstruasi, Termasuk Kopi dan Makanan Pedas

Stres penyebab siklus menstruasi tidak teratur

dr. Henry Jerikho Maruli, Sp.OG menjelaskan, salah satu yang menjadi penyebab terjadinya siklus menstruasi tidak teratur adalah stres.

Masa pandemi ini, tingkat stres pada wanita semakin meningkat. Tak hanya terjadi pada wanita yang bekerja saja, stres tersebut juga dialami oleh ibu rumah tangga.

Stres yang terus menumpuk dapat menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur, menstruasi dapat terlambat bahkan dapat semakin cepat.

Pasalnya terjadinya stres pada seseorang dapat mempengaruhi hormon yang ada di dalam tubuh, termasuk juga hormon menstruasi yaitu estrogen.

Baca juga: Hiperplasia Endometrium Bisa Sebabkan Kanker pada Wanita, Ditandai Siklus Menstruasi Pendek

ilustrasi siklus menstruasi yang tidak teratur akibat mengalami stres, berikut penjelasan dr. Henry Jerikho Maruli, Sp.OG
ilustrasi siklus menstruasi yang tidak teratur akibat mengalami stres, berikut penjelasan dr. Henry Jerikho Maruli, Sp.OG (freepik.com)

Baca juga: Kekurangan Hormon Testosteron Bisa Sebabkan Siklus Menstruasi Tak Teratur pada Wanita

Munculnya stres dipengaruhi oleh hormon yang bernama hormon kortisol.

Wanita yang sedang stres dapat mengalami peningkatkan kadar hormon kartisol, sehingga gula darah di dalam tubuh tidak seimbang.

Kondisi tersebut dapat menghambat ovulasi dan menurunkan hormon estrogen untuk ovulasi.

Akhirnya kondisi inilah yang membuat siklus menstruasi mengalami gangguan atau tertunda.

Baca juga: dr. Henry Jeriko Sampaikan Edukasi Penting untuk Remaja yang Baru Mulai Menstruasi

ilustrasi siklus menstruasi yang tidak teratur akibat mengalami stres, berikut penjelasan dr. Henry Jerikho Maruli, Sp.OG
ilustrasi siklus menstruasi yang tidak teratur akibat mengalami stres, berikut penjelasan dr. Henry Jerikho Maruli, Sp.OG (Pixabay)

Baca juga: Kenali Kondisi Manik yang Dialami Pasien Bipolar, Bedakan dengan Mood Swing saat Jelang Menstruasi

Stres dapat menghentikan menstruasi sementara

dr. Henry Jerikho Maruli, Sp.OG menuturkan, kondisi stres yang berlebihan juga dapat membuat seseorang berhenti menstruasi dalam waktu tertentu, misalnya berhenti menstruasi satu bulan kemudian bulan selanjutnya menstruasi lagi.

Jika seorang pasien memiliki keluhan tidak menstruasi, dokter akan melakukan pemeriksaan apakah orang tersebut aktif secara seksual atau tidak.

Halaman
12
Penulis: Irma Rahmasari
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved