Breaking News:

Siklus Tidur Tak Teratur Sebabkan Insomnia, Lebih Mungkin Dialami Pekerja Shift Malam

Tidur tidak teratur yang disebabkan oleh kerja shift yang tidak normal telah dikaitkan dengan tingkat insomnia yang lebih tinggi

Pexels
Ilustrasi penyebab insomnia 

TRIBUNHEALTH.COM - Jadwal tidur yang tidak teratur adalah salah satu penyebab utama masalah tidur.

Misalnya, tidur tidak teratur yang disebabkan oleh kerja shift yang tidak normal telah dikaitkan dengan tingkat insomnia yang lebih tinggi, dilansir TribunHealth.com dari Insider.com pada Minggu (4/9/2022).

Meskipun mungkin lebih sulit bagi pekerja shift malam, orang harus mencoba untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, bahkan di akhir pekan.

Ini dapat membantu tubuh membangun rutinitas tidur dengan mengatur ritme sirkadian, jam internal yang membuat tubuh merasa mengantuk atau terjaga pada waktu-waktu tertentu.

Memiliki jadwal yang dapat diprediksi membantu tubuh bersiap untuk tidur pada waktu yang tepat.

Baca juga: Tak Hanya Perubahan Hormon, Insomnia pada Ibu Hamil Bisa Disebabkan 6 Hal Berikut Ini

ILUSTRASI - Mengalami insomnia
ILUSTRASI - Mengalami insomnia (Pexels)

Selain itu, setiap rangsangan sebelum tidur, seperti bekerja atau melakukan aktivitas yang membuat stres seperti membayar tagihan, dapat membuat sulit untuk tertidur.

Menggunakan layar di malam hari juga akan mengganggu tidur, karena cahaya biru di layar tablet dan smartphone menghambat produksi melatonin, hormon yang membuat kita mengantuk.

Sebaliknya, lebih baik untuk membangun kebiasaan santai sebelum tidur.

"Mandi air panas atau minum secangkir teh chamomile, yang dapat membantu memperlambat pikiran dan tubuh Anda," kata Nate Favini, MD, pemimpin medis Forward.

Penyebab lain insomnia

ilustrasi seseorang yang mengalami insomnia
ilustrasi seseorang yang mengalami insomnia (freepik.com)

Baca juga: Mengenal Sindrom Kaki Gelisah, Sebabkan Kesemutan dan Kram saat Tidur, Picu Terjadinya Insomnia

Selain jadwal tidur, beberapa hal juga bisa menyebabkan insomnia, termasuk kondisi medis tertentu.

2 dari 3 halaman

Dilansir Mayo Clinic, penyebab umum insomnia tambahan meliputi:

Gangguan kesehatan jiwa

Gangguan kecemasan, seperti gangguan stres pasca-trauma, dapat mengganggu tidur.

Bangun terlalu dini bisa menjadi tanda depresi.

Insomnia sering terjadi dengan gangguan kesehatan mental lainnya juga.

Obat-obatan

ilustrasi obat
ilustrasi obat (health.grid.id)

Baca juga: Penerapan Sleep Hygiene dan Terus Beraktivitas Fisik Bisa Kurangi Insomnia selama Kehamilan

Banyak obat resep dapat mengganggu tidur, seperti antidepresan tertentu dan obat untuk asma atau tekanan darah.

Banyak obat yang dijual bebas – seperti beberapa obat nyeri, alergi dan obat flu, dan produk penurun berat badan – mengandung kafein dan stimulan lain yang dapat mengganggu tidur.

Kondisi medis

Contoh kondisi yang terkait dengan insomnia termasuk nyeri kronis, kanker, diabetes, penyakit jantung, asma, penyakit refluks gastroesofagus (GERD), tiroid yang terlalu aktif, penyakit Parkinson, dan penyakit Alzheimer.

3 dari 3 halaman

Gangguan terkait tidur

ilustrasi pengobatan sleep apnea dirumah
ilustrasi pengobatan sleep apnea dirumah (pixabay.com)

Sleep apnea menyebabkan seseorang berhenti bernapas secara berkala sepanjang malam, mengganggu tidur.

Sindrom kaki gelisah menyebabkan sensasi tidak menyenangkan di kaki dan keinginan yang hampir tak tertahankan untuk menggerakkannya, yang dapat mencegah seseorang tertidur.

Baca juga: 5 Mitos dan Fakta Seputar Gangguan Tidur Sleep Apnea, Benarkah Hanya Dialami Orang Tua

Kafein, nikotin, dan alkohol

Kopi, teh, cola, dan minuman berkafein lainnya adalah stimulan.

Meminumnya di sore atau malam hari bisa membuat tidak tertidur di malam hari. Nikotin dalam produk tembakau adalah stimulan lain yang dapat mengganggu tidur.

Alkohol dapat membantu seseorang tertidur, tetapi alkohol mencegah tahap tidur yang lebih dalam dan sering menyebabkan terbangun di tengah malam.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved