Breaking News:

Kenali Penyebab hingga Bahaya dari Microsleep, Berikut Ulasan Dokter Praktisi Kesehatan Tidur

dr. Andreas Prasadja menyampaikan, menurut penelitian seseorang yang mengalami microsleep, sebagian otaknya tertidur dan sebagain lagi otaknya terjaga

kompas.com
Ilustrasi gangguan tidur microsleep, simak penjelasan dr. Andreas Prasadja 

TRIBUNHEALTH.COM - Dokter Praktisi Kesehatan Tidur, dr. Andreas Prasadja memberikan penjelasan mengenai microsleep, salah satu gangguan tidur.

Microsleep merupakan kondisi dimana seseorang tiba-tiba tertidur selama beberapa detik.

Kondisi ini merupakan hilangnya kesadaran pada seseorang karena rasa kantuk yang ia rasakan, sehingga ia tertidur secara tiba-tiba dalam waktu singkat.

Microsleep ini dapat terjadi dimana saja, baik ketika sedang belajar, ketika sedang bersantai, dan bahkan ketika sedang berkendara.

Baca juga: Mengenal Sleep Walking, Fenomena Tidur Berjalan yang Sering Terjadi pada Anak-anak

ilustrasi seseorang yang mengalami microsleep saat berkendara, simak penjelasan dr. Andreas Prasadja
ilustrasi seseorang yang mengalami microsleep saat berkendara, simak penjelasan dr. Andreas Prasadja (otomotif.kompas.com)

Ketika microsleep terjadi saat seseorang sedang berkendara akan sangat berbahaya karena dapat memicu terjadinya kecelakaan.

Menurut penuturan dr. Andreas Prasadja, seseorang yang mengalami microsleep biasanya tidak akan ingat kejadian 5 menit atau 10 menit yang lalu.

Hal tersebut disampaikan oleh Dokter Praktisi Kesehatan Tidur, dr. Andreas Prasadja dalam tayangan YouTube Kompas Tv program Ayo Sehat yang dilansir oleh TribunHealth.com.

dr. Andreas Prasadja menyampaikan, menurut penelitian seseorang yang mengalami microsleep, sebagian otaknya tertidur dan sebagain lagi otaknya terjaga.

Baca juga: dr. Rimawati Tedjasukmana Paparkan Penyebab Buruknya Kualitas Tidur pada Seseorang

Ilustrasi seseorang yang melakukan tidur siang untuk mencegah terjadinya microsleep, simak penjelasan dr. Andreas Prasadja
Ilustrasi seseorang yang melakukan tidur siang untuk mencegah terjadinya microsleep, simak penjelasan dr. Andreas Prasadja (Pixabay)

Penyebab dari microsleep sendiri antara lain adalah sebagai berikut.

- kekurangan waktu tidur

2 dari 3 halaman

- pekerja dengan shift malam

- dan seseorang yang memiliki gangguan tidur

Microsleep rentan terjadi pada seseorang yang mengantuk namun ia menahan dirinya untuk tidak tertidur.

Baca juga: Dampak Buruk Kurang Tidur, Hipertensi hingga Demensia, Simak Penjelasan dr. Rimawati Tedjasukmana

Ilustrasi seseorang yang melakukan tidur siang untuk mencegah terjadinya microsleep, simak penjelasan dr. Andreas Prasadja
Ilustrasi seseorang yang melakukan tidur siang untuk mencegah terjadinya microsleep, simak penjelasan dr. Andreas Prasadja (Pixabay)

"Kondisi ini sangatlah berbahaya, karena ketika begitu di tes ada halangan mendadak, orang yang mengalami microsleep ini tidak ada kemampuan untuk menghindar," jelas dr. Andreas.

"Microsleep ini termasuk gangguan tidur dan sangat tidak wajar."

"Kalau ada pasien datang dengan keluhan mendengkur, itu tidak boleh berkendara."

"Karena kalau orang mendengkur itu salah satu yang menyebabkan adalah ia mengalami kantuk yang berlebihan."

"Orang yang mendengkur risiko kecelakaannya lebih besar, yaitu 15 kali lipat daripada orang yang tidak mendengkur."

"Dari situ saja kita sudah tahu bahwa itu sangatlah berbahaya."

Baca juga: Durasi Tidur Menentukan Kualitas Tidur, dr. Rimawati Tedjasukmana Paparkan Durasi Tidur yang Ideal

Ilustrasi seseorang yang melakukan tidur siang untuk mencegah terjadinya microsleep, simak penjelasan dr. Andreas Prasadja
Ilustrasi seseorang yang melakukan tidur siang untuk mencegah terjadinya microsleep, simak penjelasan dr. Andreas Prasadja (Pexels)

Baca juga: 5 Mitos dan Fakta Seputar Gangguan Tidur Sleep Apnea, Benarkah Hanya Dialami Orang Tua

dr. Andreas Prasadja mengungkapkan, seseorang dianggap memiliki tidur yang sehat adalah ketika ia terbangun badan menjadi segar, tidak mengantuk, dan badan terasa bugar.

3 dari 3 halaman

Namun ketika seseorang bangun tidur dan menemukan dirinya merasa masih mengantuk, badan tidak segar, kondisi tersebut menandakan bahwa masih kurang tidurnya.

"Jadi seperti orang makan itu kan ada porsinya makannya seberapa kemudian merasa kenyang."

"Begitu juga dengan orang tidur, tidur juga memiliki porsi. Selama orang masih sering mengantuk itu menandakan bahwa ia kurang tidur."

dr. Andreas menyebutkan, gangguan tidur yang diketahui oleh sebagian besar masyarakat adalah insomnia atau tidak bisa tidur di malam hari.

Pasalnya tak hanya itu saja, gangguan tidur memiliki banyak jenis termasuk juga gangguan tidur yang menyebabkan seseorang terus merasakan kantuk.

Kondisi ini dinamakan dengan hipersomnia, yaitu kantuk yang berlebihan.

Baca juga: Jadwal Tidur Teratur Bisa Cegah Insomnia, Lakukan Juga Tips Berikut Ini

Penjelasan ini disampaikan oleh Dokter Praktisi Kesehatan Tidur, dr. Andreas Prasadja dalam tayangan YouTube Kompas Tv program Ayo Sehat pada 13 Januari 2022.

Baca berita lain seputar kesehatan di sini

(Tribunhealth.com/IR)

Selanjutnya
Penulis: Irma Rahmasari
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved