Breaking News:

Dokter Gigi Paparkan Faktor-faktor yang Meningkatkan Risiko Terjadinya Kanker Mulut

Kanker mulut jarang sekali terdeteksi di awal, kebanyakan kasus ini biasanya ditemukan setelah penyebarannya sampai ke kelenjar getah bening di leher.

health.kompas.com
ilustrasi penderita kanker mulut, berikut penjelasan drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D 

TRIBUNHEALTH.COM - Kanker mulut adalah gangguan kanker yang memengaruhi bagian dalam atau rongga mulut.

Pasalnya kanker mulut ini bisa terlihat seperti adanya masalah umum pada bibir maupun mulut selayaknya bercak putih atau luka yang berdarah.

Perbedaan antara masalah non-kanker dan potensi terjadinya kanker ialah gejala ini tidak hilang.

Apabila tidak diobati, tentu kanker mulut bisa menyebar ke seluruh mulut dan tenggorokkan ke area lain di kepala dan leher.

Secara umum, kanker mulut menyerang jaringan epitel mukosa pada rongga mulut yang meliputi bibir, gusi, dasar mulut, lidah, pipi dan langit-langit.

Baca juga: Konsumsi Pisang hingga Air Kelapa untuk Redakan Gejala Flu Perut

ilustrasi penderita kanker mulut, berikut penjelasan drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D
ilustrasi penderita kanker mulut, berikut penjelasan drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D (grid.id)

Baca juga: dr. Diana Suganda, Sp.GK, M.Kes Paparkan Dampak Buruk dari Stress Eating

Pada dasarnya kanker mulut tidak langsung tumbuh begitu saja, akan tetapi didahului dengan munculnya luka di mulut yang sekilas mirip sariawan tetapi tidak kunjung sembuh.

Kanker mulut jarang sekali terdeteksi di awal, kebanyakan kasus ini biasanya ditemukan setelah penyebarannya sampai ke kelenjar getah bening di leher.

drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D mengungkapkan jika suatu lesi menjadi keganasan hingga saat ini juga masih menjadi perbincangan para ahli.

Pernyataan ini disampaikan oleh Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut, drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk.

Baca juga: Olahraga di Gym vs Outdoor, Mana yang Lebih Baik? Berikut Ini Kelebihan dan Kekurangannya

ilustrasi penderita kanker mulut, berikut penjelasan drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D
ilustrasi penderita kanker mulut, berikut penjelasan drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D (pixabay.com)

Baca juga: Tangan Mati Rasa dan Sederet Hal Ini Bisa Jadi Tanda-tanda Awal Penyakit Jantung

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko terjadinya kanker mulut

2 dari 3 halaman

Akan tetapi faktor lain seperti kebiasaan merokok, minum alkohol, tembakau, menginang seperti kebiasaan orang India yang mana menyebabkan angka kejadian kanker mulut sangat tinggi.

Hal ini karena budaya menginang sirih menggunakan pinang dengan bahan-bahan lain juga menjadi salah satu faktor.

Kendati demikian, faktor genetik juga sangat memengaruhi terjadinya kanker rongga mulut.

"Jadi kalau ada orang tua atau barangkali ada turunan dari atas yang barangkali pernah mengalami atau ada riwayat kanker rongga mulut itu biasanya akan menurun di satu titik pada keturunannya," tambah Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut, drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D.

Berdasarkan penuturan Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut, drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D banyak faktor lain yang memengaruhi, contohnya seperti radiasi.

Baca juga: Muncul Omicron yang Lebih Menular, Ini Waktu yang Tepat untuk Akhiri Isolasi Mandiri Covid-19

ilustrasi penderita kanker mulut, berikut penjelasan drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D
ilustrasi penderita kanker mulut, berikut penjelasan drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D (freepik.com)

Baca juga: 6 Hal yang Perlu Dilakukan saat Kerabat Alami Stroke, Jangan Ragu Berikan CPR jika Diperlukan

Orang yang bekerja di tambang juga berpotensi lebih tinggi mengalami keganasan dibanding orang yang tidak bekerja di tambang-tambang tertentu.

Apabila tidak terdiagnosis dan segera di obati maka kanker bisa berisiko mengancam nyawa penderita.

Itu sebabnya mengapa deteksi dini adalah kunci penting untuk mencegah agar kanker tidak berkembang lebih serius.

Kanker mulut bisa terdeteksi apabila rutin melakukan pemeriksaan ke dokter gigi.

Jika terdeteksi gejala, maka pemeriksaan rujukan akan dilakukan untuk memastikan gangguan tersebut disebabkan oleh kanker atau bukan.

Baca juga: dr. Andri, Sp.KJ, FAPM Paparkan Terapi yang Dapat Dilakukan pada Penderita Stress Eating

3 dari 3 halaman

Penjelasan Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut, drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 19 Februari 2022.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved