Breaking News:

dr. Diana Suganda, Sp.GK, M.Kes Paparkan Dampak Buruk dari Stress Eating

Menurut dr. Diana Suganda, Sp.GK, M.Kes, stress eating dapat menyebabkan obesitas hingga gangguan makan seperti bulimia dan anoreksia.

freepik.com
ilustrasi seseorang yang makan berlebihan atau stress eating, simak ulasan dr. Diana Suganda, Sp.GK, M.Kes 

TRIBUNHEALTH.COM - Stres ialah cara tubuh untuk menghadapi tuntutan, ancaman, ataupun tekanan yang terjadi pada seseorang.

Beberapa orang yang mengalami stres cenderung meluapkan rasa stresnya terhadap makanan dan beberapa orang lainnya cenderung tidak memiliki nafsu makan.

Kedua pelampiasan tersebut jika terjadi dalam jangka waktu yang lama sama-sama memiliki dampak yang tidak baik untuk kesehatan.

dr. Diana Suganda, Sp.GK, M.Kes menyampaikan, untuk orang yang melampiaskan stres dengan makan biasanya ia akan mengkonsumsi makanan tinggi kalori, tinggi gula, dan tinggi garam.

Mengkonsumsi makanan dengan tinggi gula atau makanan manis dan makanan dengan tinggi garam atau makanan asin memberikan suatu kepuasan terhadap orang yang sedang stres.

Baca juga: Stres Dapat Memicu Seseorang untuk Makan Berlebihan atau Stress Eating, Dokter Paparkan Alasannya

ilustrasi seseorang yang makan berlebihan atau stress eating, simak ulasan dr. Diana Suganda, Sp.GK, M.Kes
ilustrasi seseorang yang makan berlebihan atau stress eating, simak ulasan dr. Diana Suganda, Sp.GK, M.Kes (freepik.com)

Dilansir TribunHealth.com, Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Diana Suganda, Sp.GK, M.Kes memberikan penjelasan dalam tayangan YouTube Kompas TV program Ayo Sehat.

dr. Diana Suganda, Sp.GK, M.Kes memberikan contoh, misalnya seseorang yang sedang stres mengkonsumsi 100 gram keripik.

100 gram keripik tersebut memiliki 400 sampai 500 kalori yang masuk ke dalam tubuh.

Jumlah tersebut setara dengan mengkonsumsi nasi sebanyak 4 hingga 5 sendok dan dilengkapi dengan lauk serta satu mangkok sayur.

Sehingga dapat disimpulkan, dengan mengkonsumsi kerpik berlebihan, maka kalori yang masuk ke dalam tubuh juga akan berlebihan.

Baca juga: dr. Diana Suganda Himbau untuk Dapat Membedakan Antara Rasa Lapar Sesungguhnya dengan Stress Eating

ilustrasi makanan yang mengandung tinggi garam, simak ulasan dr. Diana Suganda, Sp.GK, M.Kes
ilustrasi makanan yang mengandung tinggi garam, simak ulasan dr. Diana Suganda, Sp.GK, M.Kes (sajiansedap.grid.id)
2 dari 4 halaman

Pasalnya banyak orang yang beranggapan bahwa konsumsi camilan manis dan asin itu tidak akan berpengaruh terhadap berat badan tubuh.

Namun hal tersebut tidak dibenarkan, karena camilan manis dan asin seperti keripik tersebut adalah makanan yang mengandung tinggi kalori.

Seseorang yang memiliki keinginan untuk terus makan dan konsumsi camilan bisa disebut dengan stress eating.

Stress eating merupakan kondisi dimana seseorang memiliki keinginan untuk makan saat stres meskipun ia tidak merasa lapar.

Jika kondisi ini tidak dikontrol dengan baik dapat memberikan dampak buruk untuk kesehatan tubuh seperti berikut.

Baca juga: Bagaimana Cara Mengetahui Jika Kita Sedang Alami Stres? Berikut Jawaban dr. Andri, Sp.KJ, FAP

Ilustrasi obesitas akibat stress eating, simak ulasan dr. Diana Suganda, Sp.GK, M.Kes
Ilustrasi obesitas akibat stress eating, simak ulasan dr. Diana Suganda, Sp.GK, M.Kes (Tribunnews.com)

- Obesitas

Obesitas ialah penumpukan lemak yang tidak normal atau berlebihan di dalam tubuh.

Salah satu penyebab dari obesitas ialah konsumsi makanan secara berlebihan dan tidak diimbangi dengan aktivitas fisik atau olahraga.

- Body dysmorphic disorder

Menurut dr. Diana, stress eating atau emosional eating berhubungan dengan body dysmorphic disorder.

3 dari 4 halaman

Kondisi ini merupakan munculnya pikiran negatif atau rasa cemas terhadap kekurangan dari satu atau beberapa anggota tubuh.

Dalam hal ini yang membuat penderita merasa cemas adalah kenaikan berat badan yang terus bertambah akibat stress eating.

Baca juga: Otak Aktifkan Mekanisme Fight or Flight saat Stres, Punya Dampak Buruk untuk Kesehatan Jantung

Ilustrasi tak mau makan karena anoreksia, simak ulasan dr. Diana Suganda, Sp.GK, M.Kes
Ilustrasi tak mau makan karena anoreksia, simak ulasan dr. Diana Suganda, Sp.GK, M.Kes (Pixabay)

- Bulimia

Bulimia merupakan gangguan makan yang ditandai dengan kecenderungan untuk memuntahkan kembali makanan yang telah di makan.

- Anoreksia

Anoreksia atau dikenal dengan anoreksia nervosa adalah gangguan makan yang ditandai dengan penurunan berat badan yang drastis.

dr. Diana menyampaikan, kondisi stress eating berhubungan dengan gangguan makan lainnya dan gangguan makan itu seperti lingkaran.

"Di satu sisi ia mulai obesitas, kemudian ia tidak suka dengan bentuk badannya dan mulai melakukan diet."

"Setelah itu muncul lagi gangguan lainnya, akhirnya ia mulai melakukan pola makan yang salah, salah satunya mulai memuntahkan makanan yang ia makan."

"Atau bahkan ia tidak mau makan sama sekali atau anoreksia."

Baca juga: 5 Cara untuk Kontrol Stres, Mulai dari Olahraga, Cukup Tidur, hingga Menemukan Hobi Baru

4 dari 4 halaman

Penjelasan ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Diana Suganda, Sp.GK, M.Kes dalam tayangan YouTube Kompas TV program Ayo Sehat pada 11 Agustus 2022.

Baca berita lain seputar kesehatan di sini

(Tribunhealth.com/IR)

Selanjutnya
Penulis: Irma Rahmasari
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved