Breaking News:

6 Hal yang Perlu Dilakukan saat Kerabat Alami Stroke, Jangan Ragu Berikan CPR jika Diperlukan

Karena stroke dapat mengancam jiwa dan menyebabkan cacat permanen, penting untuk lakukan hal berikut

freepik.com
ilustrasi seseorang yang melakukan tindakan cpr 

TRIBUNHEALTH.COM - Stroke dapat terjadi tanpa peringatan dan biasanya diakibatkan oleh bekuan darah di otak.

Orang yang mengalami stroke mungkin tiba-tiba tidak dapat berjalan atau berbicara.

Mereka mungkin juga tampak bingung dan memiliki kelemahan di satu sisi tubuh mereka.

Bisa menjadi pengalaman yang menakutkan ketika melihat orang terdekat mengalami stroke, apa lagi jika tidak mengetahui apa sebenarnya kondisi ini.

Jika tidak tahu banyak tentang stroke, seseorang mungkin tidak tahu bagaimana menanggapinya.

Karena stroke dapat mengancam jiwa dan menyebabkan cacat permanen, penting untuk bertindak cepat.

Jika Anda menduga orang terdekat mengalami stroke, inilah yang harus dilakukan, dilansir TribunHealth.com dari Healthline pada Rabu (17/8/2022).

Hubungi ambulans

ilustrasi penderita penyakit stroke
ilustrasi penderita penyakit stroke (freepik.com)

Jika orang yang Anda cintai mengalami stroke, insting pertama Anda mungkin adalah mengantarnya ke rumah sakit.

Tetapi dalam situasi ini, yang terbaik adalah menelepon layanan darurat.

2 dari 4 halaman

Ambulans dapat mencapai lokasi Anda dan membawa orang tersebut ke rumah sakit lebih cepat.

Baca juga: Bells Palsy Sebabkan Kelumpuhan pada Satu Sisi Wajah, Jangan Tertukar dengan Stroke

Plus, ambulan telah dilengkapi paramedis untuk menangani berbagai jenis situasi darurat.

Mereka dapat menawarkan bantuan penyelamatan jiwa dalam perjalanan ke rumah sakit, yang berpotensi mengurangi efek merusak dari stroke.

Gunakan kata "stroke".

ilustrasi penderita stroke
ilustrasi penderita stroke (freepik.com)

Saat Anda menelepon layanan darurat dan meminta bantuan, beri tahu operator bahwa Anda menduga orang tersebut mengalami stroke.

Paramedis akan lebih siap untuk membantu mereka, dan rumah sakit dapat mempersiapkan kedatangan mereka.

Melacak gejalanya

Kerabat Anda yang mengalami stroke tidak dapat berkomunikasi di rumah sakit, jadi semakin banyak informasi yang dapat Anda berikan, semakin baik.

Baca juga: Identifikasi Gejala Stroke dari Dokter Spesialis Saraf, Lilir Amalini

Simpan catatan mental atau tertulis tentang gejala, termasuk kapan gejala ini dimulai.

Apakah mereka mulai dalam satu jam terakhir, atau apakah Anda melihat gejala tiga jam yang lalu?

3 dari 4 halaman

Jika orang tersebut mengetahui kondisi medisnya, bersiaplah untuk membagikan informasi tersebut kepada staf rumah sakit.

Kondisi ini mungkin termasuk tekanan darah tinggi, penyakit jantung, sleep apnea, atau diabetes.

Bicaralah dengan orang yang mengalami stroke

Ilustrasi orang pingsan karena stroke
Ilustrasi orang pingsan karena stroke (Freepik)

Saat Anda menunggu ambulans tiba, kumpulkan informasi sebanyak mungkin dari orang tersebut selagi mereka masih bisa berkomunikasi.

Tanyakan tentang obat apa pun yang mereka pakai, kondisi kesehatan yang mereka miliki, dan alergi yang diketahui.

Tuliskan informasi ini sehingga Anda dapat membaginya dengan dokter, jika orang yang Anda cintai tidak dapat berkomunikasi di kemudian hari.

Baca juga: dr. Achmad Harun Sp. Sebut Gejala Stroke yang Muncul Tiba-tiba Perlu Diwaspadai

Ilustrasi stroke di usia muda
Ilustrasi stroke di usia muda (kompas.com)

Dorong orang tersebut untuk berbaring

Jika orang tersebut sedang duduk atau berdiri, dorong mereka untuk berbaring miring dengan kepala ditinggikan.

Posisi ini meningkatkan aliran darah ke otak.

Namun, jangan pindahkan orang tersebut jika sudah jatuh.

4 dari 4 halaman

Untuk membuatnya tetap nyaman, kendurkan pakaian jika sebelumnya ketat.

ilustrasi seseorang yang mengalami penyakit stroke
ilustrasi seseorang yang mengalami penyakit stroke (freepik.com)

Lakukan CPR, jika diperlukan

Beberapa orang mungkin menjadi tidak sadar selama stroke.

Jika ini terjadi, periksa orang yang Anda cintai untuk melihat apakah dia masih bernafas.

Jika Anda tidak dapat menemukan denyut nadi, mulailah melakukan CPR.

Baca berita tentang kesehatan umum lainnya di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved