Breaking News:

Bell's Palsy Sebabkan Kelumpuhan pada Satu Sisi Wajah, Jangan Tertukar dengan Stroke

Jika kelumpuhan wajah disertai gejala stroke berikut, pastikan segera mendapat pertolongan medis

Kompas.com
Ilustrasi kelumpuhan pada salah satu sisi wajah 

TRIBUNHEALTH.COM - Bell's palsy merupakan kondisi yang menyebabkan kelumpuhan pada satu sisi wajah, seringkali tanpa penyebab yang jelas.

"Pada 60-75 persen kasus, para ahli tidak tahu mengapa Bell's palsy terjadi," tulis situs medis Medical News Today (MNT), dikutip TribunHealth.com, Selasa (19/7/2022).

"Mereka tahu bahwa itu melibatkan kelumpuhan saraf kranial ketujuh, yang mengontrol otot-otot wajah, tetapi mereka tidak selalu tahu mengapa ini terjadi."

Gejala kondisi ini cenderung muncul selama beberapa jam.

Sisi wajah yang terdampak cenderung terkulai.

MNT menyebut, kemungkinan juga ada perubahan dalam produksi air liur, air mata, indera perasa.

Ilustrasi kelumpuhan pada wajah
Ilustrasi kelumpuhan pada wajah (Tribun Pontianak)

Baca juga: Benarkah Operasi Saraf Kejepit Sebabkan Kelumpuhan? Begini Jawaban dr. Harmantya Mahadhipta

Ketika mengalami kelumpuhan pada satu sisi wajah, banyak orang takut terkena stroke.

"Tetapi jika kelemahan atau kelumpuhan hanya menyerang wajah, kemungkinan besar itu adalah Bell's palsy," papar situs tersebut.

Ada sekitar 40.000 kasus baru Bell's palsy setiap tahun di Amerika Serikat (AS).

Sekitar 1 dari 60 orang akan mengalaminya pada suatu waktu dalam hidup mereka.

2 dari 2 halaman

Gejala

Ilustrasi pasien bells palsy yang mengalami kelumpuhan sebagian wajah
Ilustrasi pasien bells palsy yang mengalami kelumpuhan sebagian wajah (Tribunnews.com)

Seseorang yang mengembangkan Bell's palsy mungkin memperhatikan gejala berikut:

  • kelumpuhan tiba-tiba atau kelemahan pada satu sisi wajah
  • kesulitan menutup mata, bibir, atau keduanya pada sisi yang sakit
  • paparan kornea
  • iritasi pada mata, karena tidak berkedip dan menjadi terlalu kering
    perubahan jumlah air mata yang dihasilkan mata
  • terkulai di beberapa bagian wajah, seperti satu sisi mulut
  • meneteskan air liur dari satu sisi mulut
  • alis yang terkulai
  • perubahan ekspresi wajah
  • perubahan rasa
  • kepekaan terhadap suara
  • sensasi yang tidak biasa di wajah
  • sakit wajah

Baca juga: Berikut Ini Penanganan untuk Kelumpuhan Wajah, Berbeda-beda Bergantung dari Penyebabnya

Tingkat keparahan gejala dapat berkisar dari kelemahan ringan hingga kelumpuhan total.

"Penelitian menunjukkan bahwa gejala cenderung muncul dan berkembang lebih dari 72 jam, setelah itu stabil."

"Dalam kebanyakan kasus, gejala akan hilang tanpa pengobatan dari waktu ke waktu, tetapi bisa memakan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk menghilang sepenuhnya," tandas MNT.

Waspada stroke

ilustrasi penderita stroke yang menjalankan rehabilitasi medis
ilustrasi penderita stroke yang menjalankan rehabilitasi medis (freepik.com)

Baca juga: Dokter Imbau untuk Tanggap Atasi Mini Stroke Agar Tidak Berkembang Jadi Stroke

Seseorang harus mencari perhatian medis segera jika, selain wajah terkulai, seseorang:

  • mengalami kesulitan berbicara, misalnya, dengan bicara cadel
  • tidak bisa mengangkat kedua tangan dan tetap mengangkatnya
  • tiba-tiba mengalami kelemahan pada satu sisi tubuh

Pasalnya semua itu mungkin tanda-tanda stroke.

Baca berita tentang kesehatan umum lainnya di sini.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved