Breaking News:

dr. Andri, Sp.KJ, FAPM Paparkan Terapi yang Dapat Dilakukan pada Penderita Stress Eating

Tak selalu menggunakan obat, dr. Andri, Sp.KJ, FAPM menyampaikan stress eating dapat melakukan terapi berupa terapi perilaku, berikut ulasannya.

health.kompas.com
ilustrasi penderita stress eating yang sedang melakukan terapi, berikut ulasan dr. Andri, Sp.KJ, FAPM 

TRIBUNHEALTH.COM - Salah satu pelampiasan yang dilakukan oleh beberapa orang ketika sedang stres adalah dengan makan.

Kondisi ini disebut juga dengan stress eating atau emosional eating.

Stress eating merupakan kondisi dimana seseorang memiliki keinginan untuk makan saat stres meskipun ia tidak merasa lapar.

Ketika kondisi ini terjadi secara terus-menerus dapat mempengaruhi kesehatan orang tersebut.

Lantas apakah stress eating dapat disembuhkan?

Baca juga: Bagaimana Cara Mengetahui Jika Kita Sedang Alami Stres? Berikut Jawaban dr. Andri, Sp.KJ, FAP

ilustrasi seseorang yang makan berlebihan atau stress eating, berikut ulasan dr. Andri, Sp.KJ, FAPM
ilustrasi seseorang yang makan berlebihan atau stress eating, berikut ulasan dr. Andri, Sp.KJ, FAPM (freepik.com)

Dilansir TribunHealth.com, Dokter Spesialis Jiwa, dr. Andri, Sp.KJ, FAPM memberikan penjelasan dalam tayangan YouTube Kompas TV program Ayo Sehat.

Menurut penuturan dr. Andri, Sp.KJ, FAPM, stress eating dapat diobati dengan melakukan terapi.

Jika berbicara mengenai pengobatan, pengobatan pada stress eating tidak selalu dilakukan dengan menggunakan obat.

Terdapat dua macam jenis terapi untuk mengatasi stress eating, yaitu terapi kognitif dan terapi perilaku.

Terapi kognitif merupakan salah satu jenis psikoterapi yang mengkombinasikan antara terapi perilaku dan terapi kognitif.

2 dari 3 halaman

Terapi ini bertujuan untuk mengubah pola pikir dan respon pasien, dari negatif menjadi positif.

Baca juga: dr. Diana Suganda Himbau untuk Dapat Membedakan Antara Rasa Lapar Sesungguhnya dengan Stress Eating

ilustrasi penderita stress eating yang sedang melakukan terapi, berikut ulasan dr. Andri, Sp.KJ, FAPM
ilustrasi penderita stress eating yang sedang melakukan terapi, berikut ulasan dr. Andri, Sp.KJ, FAPM (pixabay.com)

Sedangkan terapi perilaku atau behavioral therapy merupakan istilah yang lebih umum dari terapi kognitif dan termasuk jenis dari psikoterapi.

Terapi ini bertujuan untuk melatih cara berpikir dan cara bertindak.

Kedua jenis terapi tersebut dapat diterapkan kepada penderita stress eating, dimana kebiasaan negatifnya adalah mengkonsumsi makanan berlebihan dan akan diubah ke hal yang positif dengan mengurangi porsi makan.

Selain itu, juga dapat dilakukan dengan menerapkan jadwal makan dan pola makan teratur, sehingga di luar jam makan diharapkan tidak konsumsi makanan secara berlebihan.

"Untuk kasus-kasus makan seperti stress eating ini sebenarnya memang terkait dengan restriksi kalori."

"Oleh karena itu, biasanya kita juga bekerja sama dengan dokter gizi," tutur dr. Andri.

Baca juga: Stres Dapat Memicu Seseorang untuk Makan Berlebihan atau Stress Eating, Dokter Paparkan Alasannya

ilustrasi seseorang yang mengonsumsi banyak makanan atau stress eating, berikut ulasan dr. Andri, Sp.KJ, FAPM
ilustrasi seseorang yang mengonsumsi banyak makanan atau stress eating, berikut ulasan dr. Andri, Sp.KJ, FAPM (kompas.com)

Terdapat beberapa orang yang salah mengartikan, bahwa terapi stress eating tersebut akan dilakukan dengan cara tidak makan sama sekali.

Namun hal tersebut tidak dibenarkan oleh dr. Andri, karena jika hal tersebut diterapkan dapat memperburuk metabolisme tubuh.

Oleh sebab itu, biasanya stress eating akan dilakukan pengobatan dengan terapi perilaku.

3 dari 3 halaman

dr. Andri menyebutkan, tidak semua kasus dapat diatasi dengan cara yang sama.

Pada keadaan khusus seperti bulimia serta anoreksia akan mendapatkan penanganan yang berbeda.

Baca juga: 5 Cara untuk Kontrol Stres, Mulai dari Olahraga, Cukup Tidur, hingga Menemukan Hobi Baru

ilustrasi penderita stress eating yang sedang melakukan terapi, berikut ulasan dr. Andri, Sp.KJ, FAPM
ilustrasi penderita stress eating yang sedang melakukan terapi, berikut ulasan dr. Andri, Sp.KJ, FAPM (freepik.com)

"Tadinya orang tersebut stress eating, tapi kemudian dia berhenti makan dan memuntahkan makanannya karena ingin badannya tetap kurus."

"Kalau kondisi sudah seperti ini, pengobatannya atau terapinya juga akan berbeda."

"Biasanya harus disertai dengan pengobatan dengan menggunakan obat."

"Jadi sebaiknya sebelum melakukan pengobatan, berkonsultasilah terlebih dahulu jika memang mengalami permasalah stress eating atau gangguan makan lainnya."

Baca juga: 3 Manfaat Berenang untuk Kesehatan Psikologis, Mulai dari Kelola Stres hingga Bikin Tidur Nyenyak

Penjelasan ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Jiwa, dr. Andri, Sp.KJ, FAPM dalam tayangan YouTube Kompas TV program Ayo Sehat pada 11 Agustus 2022.

Baca berita lain seputar kesehatan di sini

(Tribunhealth.com/IR)

Selanjutnya
Penulis: Irma Rahmasari
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved