Breaking News:

drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati Ungkap Faktor-faktor yang Memengaruhi Kejadian Pigmentasi

drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati paparkan variasi-variasi warna dalam kondisi hiperpigmentasi, begini penjelasannya.

freepik.com
ilustrasi terjadinya hiperpigmentasi gusi, drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati terangkan faktor-faktor penyebabnya 

TRIBUNHEALTH.COM - Pigmentasi gingiva atau gusi merupakan kondisi gusi yang mengalami perubahan warna menjadi keunguan yang melebar atau sebagai bercak coklat tidak beraturan dan berwarna coklat muda atau hitam, striae atau untaian.

Pigmentasi gingiva atau gusi yang menghitam cenderung terjadi pada gusi bagian depan dan lebih banyak dialami oleh wanita.

Faktor-faktor yang memengaruhi kejadian pigmentasi

1. Tebalnya epitel

Jadi epitel terluar dari pembentuk gusi akan memengaruhi pigmentasi.

2. Intensitas melanogenesis

Diketahui jika melanin itu dibentuk oleh melanosid cell di dalam melanosum.

drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati mengatakan jika proses tersebut berpengaruh terhadap kondisi hiperpigmentasi.

Baca juga: Berikut Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Depresi Menurut Mayor Kes dr. Hary Purwono, Sp.KJ

ilustrasi seseorang yang mengalami pigmentasi gusi, berikut faktor-faktor yang memengaruhi menurut drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati
ilustrasi seseorang yang mengalami pigmentasi gusi, berikut faktor-faktor yang memengaruhi menurut drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati (health.grid.id)

Hal ini disampaikan oleh Dokter Gigi, drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribunnews program Sapa Dokter edisi 10 Juni 2022.

Baca juga: Kondisi Depresi Ditandai dengan Perubahan Suasana Hati yang Cenderung Didominasi Perasaan Sedih

3. Kedalaman epitel kornifikasi

2 dari 3 halaman

"Jadi kita bisa ketahui hal ini dari dokter. Sebagai orang awam tidak bisa mengetahui kondisi ini," kata drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati.

4. Keratosis dari epitel

5. Pengaturan vaskularisasi atau perdarahan pada area gingiva

Variasi-variasi warna dalam kondisi hiperpigmentasi ada yang hanya satu sisi yang biasa disebut sebagai unilateral atau bisa juga dua sisi atau bilateral.

drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati menambahkan jika bisa berupa bintik-bintik, kemudian makula atau bisa juga terlihat seperti noda.

"Dan ada yang hanya pada area papila gingiva, jadi pada papila gingiva saja, ada juga yang meluas pada gusi secara menyeluruh," terangnya.

Baca juga: dr. Citra Anggraeny, M. Biomed (AAM) Imbau untuk Menggunakan Skin Care Berlabel Non Comedogenic

ilustrasi warna gusi yang gelap, drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati paparkan variasi warna hiperpigmentasi
ilustrasi warna gusi yang gelap, drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati paparkan variasi warna hiperpigmentasi (freepik.com)

Baca juga: Siapa Saja yang Beresiko Terkena Kanker Payudara? Simak Penjelasan dr. Agus Sutarman, Sp.B.Onk

"Nah, warnanya ada yang tampak keunguan, diffuse atau menyebar begitu, kemudian ada yang berwarna coklat tidak beraturan, ada berwarna coklat muda, hitam, termasuk bentuk-bentuk seperti helai-helai gitu," tambahnya.

"Etiologinya ada yang endogen, ada juga yang eksogen," ujar drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati dalam tayangan Sapa Dokter (10/06/2022).

Endogen disebabkan atau dipicu oleh melanin, bilirubin dan aeren, dimana peningkatan melanin dipicu oleh kejadian penyakit addison oleh karena kondisi disfungsi adrenal.

"Artinya sifatnya sistemik ya, penyakit umum," tambahnya.

3 dari 3 halaman

Terjadinya pigmentasi dipicu oleh ras termasuk fisiologis.

"Itu terdiri atas beberapa macam pemicu, ada di antaranya beberapa kondisi-kondisi gangguan penyakit sistemik atau umum," sambungnya.

Sementara eksogen diantaranya adalah heavy metal pigmentation, seperti metal dan batu bara.

Baca juga: Gangguan Skizofrenia yang Tak Segera Ditangani Akan Menyebabkan Seseorang Menjadi Gila

ilustrasi gusi berwarna gelap, drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati sebut bisa dipengaruhi oleh
ilustrasi gusi berwarna gelap, drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati sebut bisa dipengaruhi oleh ras (freepik.com)

Baca juga: Apakah Gangguan Skizofrenia dan Psikosis Sama? Begini Penjelasan Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi

"Dimana penderita tinggal di area-area pabrik atau batu bara itu juga bisa memicu kejadian hiperpigmentasi akibat kondisi setempat sehari-hari yang dihadapi oleh sang pemilik raga," pungkasnya.

"Kemudian ada lagi ketonasol, profacimin itu bisa memicu kejadian pigmentasi," ucap drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati.

Baca juga: Berapa Lama Penggunaan Facemask yang Disarankan? drg. Ardiansyah S. Pawinru, Sp.Ort(K) Menjawab

Penjelasan Dokter Gigi, drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribunnews program Sapa Dokter edisi 10 Juni 2022.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved