Breaking News:

Ilmuwan Kembangkan Tes Darah untuk Prediksi Stroke, Serangan Jantung, dan Gagal Jantung

Tes ini mengukur protein dalam darah dan memiliki akurasi dua kali lipat dari metode yang ada

Freepik.com
Ilustrasi - tes darah 

TRIBUNHEALTH.COM - Stroke terjadi ketika suplai darah ke otak terputus.

Kondisi ini berbahaya dan dapat menyebabkan kerusakan permanen jika tidak segera ditangani. 

Dalam hal ini, deteksi dini dapat bermanfaat agar orang dengan stroke bisa segera mendapat penanganan.

Para ilmuwan kini telah mengembangkan tes darah yang dapat memprediksi seberapa berisiko seseorang terkena stroke, serangan jantung, atau gagal jantung dalam empat tahun ke depan, dilansir Express.co.uk, Selasa (12/4/2022).

Tes ini mengukur protein dalam darah dan memiliki akurasi dua kali lipat dari metode yang ada.

Peneliti utama Dr Stephen Williams menggambarkan tes ini sebagai "batas baru pengobatan pribadi".

Williams mengatakan apa yang dia kembangkan memungkinkan mereka untuk menjawab pertanyaan apakah pasien membutuhkan "perawatan yang ditingkatkan" dan untuk menentukan apakah perawatan yang diberikan berhasil.

ilustrasi seseorang yang mengalami serangan jantung ketika berolahraga
ilustrasi seseorang yang mengalami serangan jantung ketika berolahraga (kompas.com)

Baca juga: Selain Pola Hidup, Ternyata Faktor Olahraga Mempengaruhi Terjadinya Serangan Jantung

Baca juga: Meski Pandemi Berakhir, Dampak Jangka Panjang Covid-19 Jauh dari Selesai, Termasuk Masalah Jantung

Lebih lanjut, telah disarankan bahwa tes tersebut dapat meningkatkan tingkat kemajuan pada obat kardiovaskular baru karena akan memungkinkan untuk mengetahui dalam waktu yang jauh lebih singkat apakah obat tersebut telah bekerja atau belum.

Meskipun terdengar menjanjikan, saat ini tes tersebut hanya tersedia di AS.

Namun, Dr Williams mengatakan: "NHS pasti ada di layar radar kami, dan kami berbicara dengan orang-orang tentang cara kerjanya."

2 dari 3 halaman

Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Translational Medicine.

Salah satu masalah dengan teknik saat ini adalah betapa sulitnya mencocokkan orang dengan pengobatan yang benar.

Dr Williams memperluas masalah ini: “Masalahnya adalah mencocokkan [perawatan] mereka dengan orang-orang yang paling membutuhkannya dan mengukur apakah mereka bekerja dengan baik.”

ilustrasi jantung koroner
ilustrasi jantung koroner (tribunnewswiki.com)

Baca juga: Penelitian Ungkap Insomnia Bisa Jadi Faktor Risiko Penyakit Jantung, Dialami oleh 50 Persen Pasien

Baca juga: Kaki Seorang Model Harus Diamputasi setelah Alami Komplikasi Covid-19, Punya Penyakit Jantung Bawaan

Profesor King's College London, Manuel Mayr, mengatakan tentang penelitian tersebut: “Protein adalah bahan pembangun tubuh kita."

“Studi ini memberikan pengukuran untuk seperempat dari semua protein yang dikodekan oleh gen kita, yang menjadi mungkin karena munculnya teknologi baru yang memungkinkan pengukuran ribuan protein dan menawarkan peluang baru untuk menilai risiko pada pasien.”

Profesor Mayr terus menjelaskan bagaimana penelitian ini, "mengungkap hubungan baru antara protein dalam darah dan kematian oleh semua penyebab, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menilai dampak klinis potensial dari penggunaan 27 protein ini, dibandingkan dengan alat prediksi risiko saat ini untuk penyakit kardiovaskular".

Penelitian ungkap manfaat air putih untuk cegah penyakit jantung

ilustrasi seseorang minum air putih
ilustrasi seseorang minum air putih (health.grid.id)

Baca juga: Tips Atasi Kelelahan Terus-menerus, Perbanyak Minum Air Putih hingga Tidur Cukup

Baca juga: 3 Manfaat Banyak Minum Air Putih, Bantu Kinerja Otak hingga Cegah Sakit Kepala

Sementara itu sebuah penelitian baru-baru ini menemukan tindakan sederhana dapat membantu mengurangi risiko seseorang terkena penyakit jantung.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam European Heart Journal mengatakan minum air putih dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

Penulis utama Natalia Dmitrieva mengatakan: "Mirip dengan mengurangi asupan garam, minum cukup air dan tetap terhidrasi adalah cara untuk mendukung jantung kita dan dapat membantu mengurangi risiko jangka panjang untuk penyakit jantung."

3 dari 3 halaman

Bentuk penyakit jantung yang paling umum adalah penyakit jantung koroner.

ilustrasi nyeri pada dada
ilustrasi nyeri pada dada (grid.id)

Baca juga: Penelitian Sebut Nyeri Dada dan Punggung Dapat Jadi Tanda Kanker Stadium Lanjut

Baca juga: Tiga Gejala Khas Penyakit Jantung yang Tidak Boleh Diabaikan, Nyeri Dada Hingga Sesak Napas

Gejala dari kondisi tersebut meliputi:

  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Sakit di sekujur tubuh
  • Merasa lemah
  • Mual.

Informasi lebih lanjut tentang gejala, perawatan, dan penyebab penyakit jantung saat ini tersedia di situs web NHS.

Baca berita tentang kesehatan umum lainnya di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved