Breaking News:

Meski Pandemi Berakhir, Dampak Jangka Panjang Covid-19 Jauh dari Selesai, Termasuk Masalah Jantung

Para ilmuwan dan peneliti telah melihat bagaimana virus corona mempengaruhi tubuh dalam jangka pendek dan panjang

TRIBUNNEWS/CECEP BURDANSYAH
ILUSTRASI PERAWATAN COVID-19 --- Petugas medis memberikan penanganan epada pasien di RS Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Jumat (1/5/2020). Wisma Atlet Kemayoran telah dialihfungsikan menjadi RS Darurat Covid-19, setelah pandemi Virus Corona mendera Indonesia. 

TRIBUNHEALTH.COM - Covid-19 telah beredar selama sekitar dua setengah tahun sekarang.

Setelah sekian lama, pandemi akibat virus corona ini mulai terkendali dan mendekati akhir.

Berbagai negara perlahan sudah mulai melonggarkan kebijakan kesehatan terkait Covid dan memulai kehidupan normal seperti era sebelum pandemi.

Para ilmuwan dan peneliti telah melihat bagaimana virus corona mempengaruhi tubuh dalam jangka pendek dan panjang.

Pasalnya hingga saat ini beberapa orang masih berjuang melawan long covid, dampak jangka panjang dari Covid-19.

Misalnya di Inggris, dimana satu setengah juta orang masih berjuang dengan kondisi tersebut.

Selain itu, para penyintas juga masih dihantui oleh dampak jangka panjang Covid-19 terhadap risiko masalah kardiovaskuler.

Baca juga: Penelitian Ungkap Insomnia Bisa Jadi Faktor Risiko Penyakit Jantung, Dialami oleh 50 Persen Pasien

Baca juga: Hipertensi Bisa Sebabkan Jantung Jadi Melar, Dokter Tekankan Pentingnya Kontrol Tekanan Darah

ilustrasi kesehatan jantung
ilustrasi kesehatan jantung (pixabay.com)

Sistem kesehatan menyadari betapa seriusnya Covid dalam melukai paru-paru dan jantung.

Pada awalnya peneliti mengira hanya penyakit parah saja yang menyebabkan efek tersebut.

Namun pandangan sekarang telah berubah.

Sebuah makalah diterbitkan di Nature Medicine awal tahun ini.

Makalah tersebut menguraikan bagaimana bentuk ringan Covid-19 pun dapat berdampak serius pada jantung.

BMJ menganalisis data ini dan mengidentifikasi tingkat Covid dalam persentase.

Covid mengakibatkan:

  • Peningkatan risiko gagal jantung sebesar 72 persen
  • Peningkatan risiko serangan jantung sebesar 63 persen
  • Peningkatan risiko stroke sebesar 52 persen.

Meski mantan Menteri Kesehatan Matt Hancock mengatakan pandemi sudah berakhir, tampaknya dampak Covid masih jauh dari selesai.

Baca berita lain tentang Covid-19 di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved