Breaking News:

Melalui Pertemuan G20, Kemenkes Sebut Adanya Kemungkinan Pengembangan Vaksin yang Lebih Murah

Pertemuan G20 akan memberikan suatu percontohan yang nyata dan komprehensif untuk recovery global.

nasional.kompas.com
Ilustrasi Vaksin-Pertemuan G20 memungkinkan pengembangan yang lebih cepat terhadap penemuan vaksin mRNA dan juga vaksin yang lebih murah, aman, untuk merespon suatu kondisi pandemi. 

TRIBUNHEALTH.COM - Pertemuan G20 adalah sebuah forum utama kerja sama ekonomi internasional yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia, terdiri dari 19 negara dan satu lembaga Uni Eropa.

Dari sektor kesehatan, pertemuan ini bisa menjadi perantara untuk membuat vaksin global.

Sekretaris Direktorat Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid., mengatakan presidensi Indonesia pada G20 tahun 2022 ini sangat strategis.

Baca juga: Pentingnya Orangtua Aware dengan Kesehatan Anak untuk Menghindari Paparan Covid-19

Mengingat forum ini akan memberikan suatu percontohan yang nyata dan komprehensif untuk recovery global.

Dari sektor kesehatan fokus utama adalah terkait dengan memperkuat arsitektur kesehatan global dengan 3 sub isu prioritas.

Terdiri dari:

Ilustrasi pemeriksaan kesehatan.
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan. (Freepik.com)

1. Pembangunan sistem ketahanan kesehatan global

2. Harmonisasi standar protokol kesehatan global

Baca juga: Sonny Harmadi: Melandainya Kasus COVID-19 Jangan Sampai Membuat Kita Abai Protokol Kesehatan

3. dan Pengembangan pusat studi serta manufaktur untuk pencegahan, persiapan, dan respons terhadap krisis kesehatan yang akan datang.

Ilustrasi vaksin Covid-19
Ilustrasi vaksin Covid-19 (grid.id)

Baca juga: Endemi Bukan Berarti Tidak Ada Kasus, Jubir Vaksin Ungkap Sejumlah Indikator yang Harus Dipenuhi

Terkait pengembangan pusat studi serta manufaktur untuk pencegahan persiapan dalam merespon terkait krisis kesehatan yang akan datang, kata Nadia, adanya pertemuan G20 memungkinkan pengembangan yang lebih cepat terhadap penemuan vaksin mRNA dan juga vaksin yang lebih murah, aman, untuk merespon suatu kondisi pandemi.

"Akan tetapi saat ini pengembangan vaksin mRNA hanya terjadi di negara-negara maju," katanya dilansir Tribunhealth.com dari situs resmi sehatnegeriku.co.id.

Baca juga: Ketahui Tahapan Proses Transisi dari Pandemi Menuju Endemi Menurut dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid

Untuk bersiap menghadapi pandemi berikutnya, lanjut Nadia, setiap negara harus memiliki akses yang setara terhadap vaksin, terapeutik, dan diagnostik.

Sebagai tambahan, praktik terbaik sangat dibutuhkan pada masa pandemi untuk memperkuat jaringan kolaborasi dan jejaring antar para ahli, dan antar ilmuwan pada sektor kesehatan masyarakat.

ilustrasi bermasker saat pandemi covid
ilustrasi bermasker saat pandemi covid (kompas.com)

Baca juga: Pandemi Membaik, Pemerintah Lakukan Pelonggaran Mobilitas dalam Menuju Endemi Covid-19

"Maka dari itulah menjadi sangat penting untuk menetapkan suatu perusahaan manufaktur regional dan pusat sebagai kolaborasi riset."

"Tanpa ada komitmen politik yang kuat untuk membangun sistem kesehatan global yang lebih kuat, maka negara akan mengalami kesulitan untuk keluar dari situasi sulit sebagai dampak pandemi COVID-19," tutur Nadia.

Baca juga: dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid Ungkap Jika Omicron Merupakan Varian Covid-19 yang Dominan Saat Ini

(TRIBUNHEALTH)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved