Breaking News:

Vagina Kering Picu Sensasi Terbakar saat Penetrasi, Dokter Bagikan Tips Agar Hubungan Tetap Aman

Penggunaan pelumas menjadi salah satu solusi yang ditawarkan dokter berikut ini

lifestyle.kompas.com
Ilustrasi hubungan seksual suami istri 

TRIBUNHEALTH.COM - Kekeringan vagina bisa mengganggu kehidupan seksual seorang wanita.

Wanita dengan vagina kering bisa mengalami sensasi tak nyaman saat berhubugan badan, sebagaimana dikatakan Dr. Susan Logan, konsultan senior di Departemen Obstetri dan Ginekologi National University Hospital Singapura, dalam berita Channel News Asia (CNA), Selasa (22/2/2022).

Dr. Logan menyebut perempuan dengan vagina kering dapat mengalami sejumlah gejala, termasuk sensai terbakar saat mencoba penetrasi ketika berhubungan badan.

Selain itu, mereka juga cenderung mengalami penurunan gairah seksual dan kemampuan orgasme.

Untungnya, vagina kering bukanlah masalah medis yang tak bisa diatasi.

Dr. Logan menyarankan agar wanita yang mengalami kekeringan pada vagina terlebih dahulu dapat mencoba produk yang tersedia di pasaran.

Baca juga: Medical Sexolog Tegaskan Adanya Penyakit pada Tubuh Menyebabkan Proses Lanjut Problem Seksual

Baca juga: Komplikasi Infeksi Menular Seksual dari Kemandulan Hingga Keguguran, Begini Ulasan dr. Bagus Rahmat

iustrasi kesehatan seksual
iustrasi kesehatan seksual (kompas.com)

Pelembab vagina, misalnya, dapat ditemukan di apotek dan dapat digunakan dalam jangka panjang, dua atau tiga kali seminggu.

Untuk digunakan saat berhubungan seks, Dr. Logan merekomendasikan pelumas berbasis air dan silikon, yang juga tersedia.

Mereka yang lebih memilih alternatif alami dapat mencoba minyak zaitun dan minyak kelapa, meskipun dia memperingatkan bahwa produk berbasis minyak dapat mempengaruhi fungsi kondom.

Terakhir, ada pilihan vitamin E yang dapat dicoba, yang dapat dimasukkan melalui vagina atau digunakan secara topikal dalam bentuk minyak, untuk mengatasi kekeringan.

2 dari 3 halaman

Vitamin D juga dapat dikonsumsi, kata Dr. Logan.

Penelitian telah menyatakan bahwa vitamin D membantu mengatur pertumbuhan jaringan kulit di vagina, sementara vitamin E dapat mempengaruhi pemulihan jaringan, meningkatkan elastisitas vagina, dan dengan demikian mengurangi kekeringan.

ilustrasi vitamin D
ilustrasi vitamin D (freepik.com)

Baca juga: dr. Binsar Martin Sinaga Sebut Jika Kesehatan Reproduksi Sangat Berkaitan dengan Kesehatan Seksual

Baca juga: Wasir hingga Infeksi Seksual Menular Bisa Sebabkan Gatal pada Anus, Bisa Diatasi dengan Cara Berikut

Wanita yang mengalami kekeringan vagina juga dapat pergi ke dokter umum mereka untuk pengobatan resep.

Dokter mungkin merekomendasikan estrogen vagina, kata Dr. Logan, yang tersedia dalam bentuk krim, tablet oral, atau cincin lembut yang dapat dilepas yang dimasukkan ke dalam vagina.

Tablet dan krim digunakan setiap hari selama dua minggu, kemudian tiga kali seminggu, untuk membantu menjaga kadar estrogen yang sehat yang pada gilirannya memastikan kelembapan.

Dr. Logan meyakinkan bahwa estrogen vagina aman, meskipun tidak boleh digunakan secara rutin oleh penderita kanker payudara atau wanita dengan perdarahan vagina yang tidak dapat dijelaskan.

ilustrasi pasangan yang memiliki seksualitas sehat
ilustrasi pasangan yang memiliki seksualitas sehat (lifestyle.kompas.com)

Baca juga: Gairah Seksual Bisa Menurun ketika Kurang Tidur atau Insomnia

Baca juga: Menjaga Kesehatan Seksual Wanita Penting Dilakukan untuk Kesejahteraan Wanita di Usia Dewasa

Selain itu, studi NUHS menemukan bahwa estrogen vagina sangat efektif dalam membantu menghindari disfungsi seksual.

Pilihan lain adalah lidokain topikal, obat bius yang berbentuk gel atau salep dan dapat membantu mengatasi rasa sakit saat berhubungan seks jika dioleskan sebelum penetrasi.

Meskipun memiliki sedikit efek mati rasa, dikatakan tidak memiliki efek buruk pada kenikmatan seksual secara keseluruhan.

Pastikan telah berkonsultasi dengan dokter ketika memiliki masalah vagina kering dan ingin mencoba cara untuk mengatasinya.

3 dari 3 halaman

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved