Breaking News:

dr. Andreas Prasadja Bagikan Tips Deteksi Sleep Apnea, Jangan Abaikan Dengkuran

dr. Andreas Prasadja menjelaskan dua gejala sleep apnea, termasuk mendengkur saat tidur

freepik.com
ilustrasi penderita sleep apnea mendengkur saat tidur 

TRIBUNHEALTH.COM - Praktisi kesehatan tidur, dr. Andreas Prasadja, menjelaskan apa yang perlu dilakukan agar bisa menyadari ada atau tidaknya sleep apnea.

Pertama, dr. Andreas Prasadja menekankan pentingnya tak abaikan dengkuran.

"Jadi kalau sampai pasangan bilang tidurnya ngorok, udah percaya aja deh. Berarti kita ngorok," katanya, dikutip TribunHealth.com dari Ayo Sehat Kompas TV.

"Karena tahunya dari mana? Kita sendiri tak pernah bisa merasakan."

Baca juga: Mayoritas Sleep Apnea Disebabkan Faktor Keturunan, Ini Penjelasan Dokter Praktisi Kesehatan Tidur

Baca juga: Hubungan Sleep Apnea dan Covid-19, Simak Ulasan Dokter Praktisi Kesehatan Tidur, Andreas Prasadja

ilustrasi memgalami sleep apnea
ilustrasi memgalami sleep apnea (kompas.com)

"Yang kedua kalau udah bangun rasanya kok nggak bisa fresh, padahal tidurnya udah cukup. Ini tanda, sebaiknya mulai dipersiapkan."

"Apa lagi kalau sudah mulai tekanan darahnya naik, kadar gula naik, kolesterol naik. Ini sudah indikasi."

Dengkuran jadi tanda sleep apnea

Mendengkur memang salah satu tanda utama sleep apnea.

Sleep apnea sendiri merupakan henti napas yang terjadi saat tidur.

Namun perlu diingat tidak semua kasus henti napas tergolong sleep apnea.

Henti napas dikatakan sleep apnea ketika henti napas setidaknya terjadi selama sepuluh detik.

Baca juga: Pengaruh Berat Badan pada Kondisi Sleep Apnea, Ini Penjelasan Dokter Praktisi Kesehatan Tidur

Baca juga: Mengenal Sleep Apnea dari Dokter Praktisi Kesehatan Tidur, Andreas Prasadja

ilustrasi mengalami sleep apnea
ilustrasi mengalami sleep apnea (kompas.com)

Salah satu yang menyebabkan hal ini adalah kualitas tidur di malam hari yang kurang baik.

Beberapa gejala yang biasa muncul adalah sebagai berikut.

  • Mendengkur keras
  • Napas berhenti beberapa kali saat tidur
  • Terbangun dalam kondisi terengah-engah saat tidur
  • Bangun dengan kondisi mulut kering
  • Sakit kepala di pagi hari
  • Kurang fokus atau konsentrasi
  • Mudah marah dan lelah

Lalu pada siapa apne bisa terjadi?

Ilustrasi penderita sleep apnea
Ilustrasi penderita sleep apnea (grid.ID)

Baca juga: 4 Gejala dan Faktor Risiko Sleep Apnea Obstruktif, Termasuk Mendengkur dan Mudah Lelah

Baca juga: Selain Menjaga Pola Hidup Sehat, Menghindari Stress Adalah Cara Pencegahan Sleep Apnea

Masalah ini bisa menimpa siapa saja, baik anak maupun orangtua.

Sleep apnea adalah masalah kesehatan serius.

Pasalnya apnea bisa memicu komplikasi atau penyakit lainnya.

Beberapa di antaranya adalah tekanan darah tinggi dan masalah jantung.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved