Breaking News:

Bos Merck Yakin Pil Molnupiravir Dapat Lawan Omicron dan Varian Lain Virus Corona

Pil tersebut terbukti 30 persen efektif dalam mengurangi rawat inap dan kematian

Handout / Merck & Co,Inc. / AFP
Ilustrasi obat Covid-19 Molnupiravir. Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan obat Covid-19 buatan Merck bernama Molnupiravir direncakan akan tiba di Indonesia pada Desember 2021. 

TRIBUNHEALTH.COM - Pil oral CovidD-19 Merck, molnupiravir, memiliki mekanisme yang dapat melawan omicron dan varian Covid-19 lainnya.

Hal itu disampaikan oleh seorang eksekutif perusahaan, Senin (10/1/2022).

"Kami sangat yakin bahwa itu akan mempengaruhi omicron ... Mekanisme dalam molekul ini (akan) bekerja untuk omicron, dan saya akan membayangkan terhadap varian apa pun yang muncul," kata Dean Li, presiden Merck Research Laboratories, dalam Konferensi kesehatan tahunan JP Morgan.

Data tentang dampak molnupiravir terhadap omicron belum tersedia, tetapi pil tersebut terbukti 30 persen efektif dalam mengurangi rawat inap dan kematian, berdasarkan data dari 1.433 pasien.

Temuan itu sesuai data terbaru yang dirilis pada November tahun lalu, dilansir TribunHealth.com dari CNA, Selasa (11/1/2022).

Baca juga: Sebuah Penelitian Sebut Pilek Biasa Dapat Memberikan Perlindungan Terhadap Covid-19

Baca juga: Hubungan Sleep Apnea dan Covid-19, Simak Ulasan Dokter Praktisi Kesehatan Tidur, Andreas Prasadja

ilustrasi minum obat
ilustrasi minum obat (jabar.tribunnews.com)

Namun, data ini menunjukkan efektivitas yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan angka sebelumnya sebesar 50 persen.

Pil tersebut mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS bulan lalu.

Beberapa negara lain seperti Inggris, Jepang, dan India, telah menandatangani perjanjian untuk membeli obat tersebut.

Inggris setujui molnupiravir

Diberitakan sebelumnya, regulator obat-obatan Inggris telah menyetujui penggunaan Molnupiravir.

Hal itu mereka umumkan pada Kamis (4/11/2021) lalu, dilansir TribunHealth.com dari NBC News.

Obat ini dikembangkan oleh Ridgeback Biotherapeutics dan Merck Sharp & Dohme.

Setelah melalui serangkaian uji coba, molnupiravir dinilai "aman dan efektif" untuk mengurangi risiko rawat inap dan kematian pada orang dengan Covid-19 ringan hingga sedang yang berisiko tinggi berkembang menjadi penyakit parah.

Baca juga: Para Ahli Menilai Deltacron Hanya Kesalahan Laboratorium, Bukan Varian Baru Covid-19

Baca juga: Berbagai Aktivitas Paling Berisiko Tertular Covid-19, Berbelanja hingga Gunakan Angkutan Umum

Ilustrasi - Covid-19 varian omicron
Ilustrasi - Covid-19 varian omicron (Pixabay)

BPOM Inggris telah menyetujui pil tersebut, yang akan disebut Lagevrio di Inggris, untuk digunakan bagi mereka yang memiliki kasus penyakit ringan hingga sedang, dan setidaknya satu faktor risiko untuk mengembangkan penyakit serius.

Faktor tersebut termasuk usia yang lebih tua, obesitas, diabetes mellitus atau penyakit jantung.

Persetujuan pil tersebut menjadikannya obat antivirus Covid-19 oral pertama di dunia yang mendapat lampu hijau, kata pemerintah Inggris.

Bagaimana cara kerjanya?

Lagevrio telah ditemukan bekerja dalam kasus-kasus simtomatik dengan mengganggu replikasi virus Covid-19, kata pemerintah Inggris.

Baca juga: Pasien Covid-19 yang Tidak Tercukupi Asupan Nutrisi Beresiko Menambah Keparahan Penyakit

Baca juga: Pentingnya Memperhatikan Asupan Nutrisi Cukup Guna Mencegah Terjadinya Malnutrisi pada Pasien Covid

Ilustrasi melawan Covid-19
Ilustrasi melawan Covid-19 (Freepik.com)

Dengan mencegah virus berkembang biak, obat membantu menjaga tingkat virus dalam tubuh tetap rendah, mengurangi keparahan dan dampak penyakit.

Data uji klinis menunjukkan bahwa obat ini paling efektif bila diberikan selama tahap awal infeksi.

Akibatnya, regulator obat-obatan Inggris merekomendasikan pasien untuk meminumnya sesegera mungkin setelah tes positif Covid-19 dan dalam waktu lima hari sejak timbulnya gejala.

Persetujuan pil itu datang di tengah kekhawatiran yang meluas di Inggris atas tingginya kasus Covid-19.

Baca berita lain tentang Covid-19 di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved