Breaking News:

Para Ahli Menilai Deltacron Hanya Kesalahan Laboratorium, Bukan Varian Baru Covid-19

Beberapa ahli menduga, munculnya deltacron hanya karena kontaminasi sampel yang digunakan

tribunnewswiki.com
ilustrasi virus corona 

TRIBUNHEALTH.COM - Seorang ilmuwan yang melaporkan adanya varian baru Covid-19, deltacron, yang menggabungkan karakteristik delta dan omicron.

Dia bersikeras bahwa temuannya itu akurat.

Namun para ahli menolaknya karena sampel laboratorium dinilai telah terkontaminasi, sebagaimana dilansir TribunHealth.com dari Independent, Selasa (11/1/2022).

Dr. Leonidos Kostrikis, seorang profesor ilmu biologi di Universitas Siprus, mengatakan kepada saluran Sigma TV bahwa dia dan rekan-rekannya telah mengidentifikasi 25 kasus dari apa yang disebut varian "deltacron".

Baca juga: Pemakaian Mouthwash Selama 30 Detik dapat Mematikan Virus Corona? Begini Ulasan drg. Anastasia

Baca juga: Delmicron Bukan Varian Baru Virus Corona, Pertama Kali Diucapkan oleh Dokter India

Ilustrasi virus corona varian omicron
Ilustrasi virus corona varian omicron (Pixabay)

Di antara kasus tersebut, mengakibatkan 11 kasus dirawat di rumah sakit.

Pengumuman tersebut menimbulkan kekhawatiran selama akhir pekan lalu setelah viral di media sosial, mendorong beberapa ahli untuk menolak klaim Dr. Kostrikis.

"Deltacron tidak nyata dan kemungkinan karena artefak sekuensing (kontaminasi laboratorium dari fragmen urutan omicron dalam spesimen delta)," tweet Dr. Krutika Kuppali, seorang peneliti penyakit menular di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dr. Tom Peacock dari Imperial College London juga menanggapi hal itu.

"Urutan 'deltacron' Siprus yang dilaporkan oleh beberapa media besar terlihat jelas merupakan kontaminasi..." cuit ahli virologi itu.

Baca juga: Penelitian Ilmiah: Infeksi Virus Corona Varian Omicron 70 Kali Lebih Cepat Dibanding Delta

Baca juga: Studi Terbaru Sebut Vaksin Pfizer 41 Kali Kurang Efektif Lawan Virus Corona Varian Omicron

Ilustrasi kelelawar sempat dicurigai sebagai penyebar virus corona
Ilustrasi kelelawar sempat dicurigai sebagai penyebar virus corona (Pixabay)

Dr. Boghuma Kabisen Titanji, seorang ahli kesehatan global, juga mentweet bahwa deltacron kemungkinan besar adalah hasil dari kontaminasi sampel.

“Dengan tingkat penularan SARSCoV2 yang tertinggi sepanjang waktu secara global, kemungkinan rekombinasi terjadi... Apakah ini akan mengarah pada varian yang lebih mengkhawatirkan? Itu mungkin tapi tidak ada yang tahu.”

"Hal terbaik yang bisa kita lakukan selain mengkhawatirkannya dan menciptakan nama varian yang terdengar seperti penjahat Transformers, adalah memastikan bahwa vaksin tersedia untuk semua orang dan menggabungkan vaksinasi dengan strategi lain yang memberi virus lebih sedikit peluang untuk menyebar," lanjutnya.

Baca berita lain tentang Covid-19 di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved