Breaking News:

Delmicron Bukan Varian Baru Virus Corona, Pertama Kali Diucapkan oleh Dokter India

Dr. Shashank Joshi memang menggunakan istilah delmicron, namun bukan varian baru

Pixabay
Ilustrasi virus corona varian omicron 

TRIBUNHEALTH.COM - Publik tengah dikhawatirkan mengenai keberadaan istilah delmicron.

Rupanya, delmicron bukan merupakan varian baru Covid-19.

Istilah tersebut pertama kali digunakan oleh Dr Shashank Joshi, anggota gugus tugas C-19 Maharashtra India.

Dalam konteks yang dimaksud Dr. Shashank Joshi, delmicron adalah memuncaknya infeksi delta dan omicron dalam waktu bersama-sama di suatu daerah.

"Delmicron, puncak kembar delta dan omicron, di Eropa dan AS, telah mendorong untuk kasus-kasus tsunami kecil," papar Dr Shashank Joshi dilansir TribunHealth.com dari New Indian Express, Sabtu (25/12/2021).

Hingga berita ini ditulis, WHO belum memberikan informasi resmi mengenai delmicron.

Omicron tak separah delta

Ilustrasi - Covid-19 varian omicron
Ilustrasi - Covid-19 varian omicron (Pixabay)

Dibanding delta, infeksi omicron memiliki kemungkinan lebih kecil dalam menyebabkan penyakit yang serius, menurut data Afrika Selatan

Data awal dari Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) juga menunjukkan varian omicron biasanya menyebabkan gejala yang lebih ringan.

Namun, para ilmuwan di balik studi Afrika Selatan memperingatkan kekebalan dari infeksi atau vaksinasi mungkin menjelaskan beberapa pengurangan risiko, sebagaimana dilansir TribunHealth.com dari Independent, Kamis (23/12/2021).

Studi yang belum ditinjau sejawat itu berusaha menilai tingkat keparahan penyakit dengan membandingkan data infeksi Omicron pada bulan Oktober dan November dengan data infeksi Delta antara April dan November, yang semuanya di Afrika Selatan.

Analisis dilakukan oleh sekelompok ilmuwan dari Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD) dan universitas besar, termasuk Universitas Witwatersrand dan Universitas KwaZulu-Natal.

Baca juga: Sakit Tenggorokan Bisa Jadi Tanda Covid-19, Simak Bedanya dengan Pilek dan Penyakit Lain

Baca juga: Masa Inkubasi Omicron Lebih Pendek, Bisa Tularkan Covid-19 sebelum Muncul Gejala Pertama

ilustrasi seseorang bergejala meskipun sembuh dari covid
ilustrasi seseorang bergejala meskipun sembuh dari covid (freepik.com)

Risiko masuk rumah sakit kira-kira 80 persen lebih rendah bagi mereka yang terinfeksi omicron dibandingkan dengan delta.

Sedangkan bagi mereka yang dirawat di rumah sakit, risiko terkena penyakit parah kira-kira 30 persen lebih rendah.

Namun, penulis memasukkan beberapa peringatan dan memperingatkan agar tidak langsung menyimpulkan karakteristik intrinsik omicron.

Data awal dari Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) tampaknya menggemakan kesimpulan yang ditarik oleh penelitian di Afrika Selatan.

Menurut Politico, UKHSA telah menemukan bahwa infeksi omicron lebih ringan daripada delta.

Kendati demikian, badan tersebut percaya penurunan virulensi ini tidak akan cukup signifikan untuk menghindari sejumlah besar rawat inap di seluruh Inggris.

Baca juga: Satgas Covid-19 Ungkap Aturan Karantina Terkini, Pelanggar Ketentuan akan Ditindak Tegas

Baca juga: Benarkah Hewan Dapat Menularkan Virus Penyebab COVID-19? Begini Tanggapan dr. Alexandra Clarin Hayes

ilustrasi vaksin covid seseorang yang memiliki komorbid
ilustrasi vaksin covid seseorang yang memiliki komorbid (freepik.com)

UKHSA juga menemukan bahwa masih ada kemungkinan tinggi rawat inap dan kematian di antara mereka yang jatuh sakit dengan omicron, klaim laporan itu.

Paul Hunter, seorang profesor kedokteran di University of East Anglia, menggambarkan penelitian Afrika Selatan itu penting.

Halaman
12
Penulis: anrosikin
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved