Breaking News:

Pasien Covid-19 yang Tidak Tercukupi Asupan Nutrisi Beresiko Menambah Keparahan Penyakit

Pasien yang ternfeksi covid-19 perlu asupan nutrisi yang tercukupi agar tidak terjadi malnutrisi, Jika terjadi malnutrisi akan beresiko pada kesehatan

palu.tribunnews.com
ilustrasi pasien covid mengonsumsi makanan bergizi 

TRIBUNHEALTH.COM - Pasien yang mengalami covid-19 sangat beresiko mengalami malnutrisi.

Kita dapat mengetahui jika mengalami malnutrisi adalah dari pengurkuran yang bernama Indeks massa tubuh.

Pasien yang terpapar covid beresiko mengalami malnutrisi karena tidak adanya asupan gizi.

Tidak adanya asupan nutrisi, maka tubuh dalam mempertahankan diri akan mengambil energi dari simpanan tubuh kita.

Tetapi simpanan energi pada tubuh tidak bisa terus menerus digunakan jika mengandalkan simpanan saja dan tetap harus mendapatkan asupan nutrisi.

ilustrasi pasien covid mengonsumsi makanan bergizi
ilustrasi pasien covid mengonsumsi makanan bergizi (palu.tribunnews.com)

Baca juga: Kecemasan Dapat Diatasi dengan 5 Cara Ini, Meditasi hingga Menulis

Jika simpanan pada tubuh sudah habis, maka tubuh tidak memiliki sumber energi untuk kinerja jantung, paru-paru, ginjal dan lain sebagainya.

Pasien yang terpapar virus covid-19 dan tidak nafsu makan ataupun minum bisa mengalami resiko menambah beban keparahan penyakit.

Apabila diawal pasien tidak mengalami penyakit apapun, tetapi pasien tidak mau makan dan minum akhirnya mengalami dehidrasi.

R. Radyan sebagai ahli gizi menyampaikan bahwa banyak pasien covid-19 yang kurang minum dan dehidrasi terus menerus karena diare dan tidak mengonsumsi makanan, maka sisa metabolisme tidak terbuang dengan sempurna akhirnya tubuh dakan terbebani dan terjadi gangguan.

Jika simpanan pada tubuh terjadi penipisan, maka tubuh tidak bisa membuat sistem imun dan keparahan penyakit yang menyerang paru-paru semakin berat.

Baca juga: Waspada, Disfungsi Ereksi Tak Hanya Terjadi pada Usia Lanjut Tetapi Bisa Mengintai Usia Muda

Pasien yang terpapar covid-19 dengan gangguan sistem pernafasan dan pasien yang terpapar covid-19 tanpa mengalami gangguan sistem pernafasan membutuhkan asupan nutrisi yang berbeda walaupun pada prinsipnya sama.

Untuk asupan nutrisi perlu diperhatikan zat gizi makro dan zat gizi mikro.

Zat gizi makro terdiri dari karbohidrat, protein, dan lemak.

Sedangkan zat gizi mikro terdiri dari vitamin dan mineral.

R. Radyan sebagai ahli gizi menyampaikan bahwa pasien covid-19 identik mengalami permasalahan pada paru-paru atau pernafasan.

Pasien covid yang mengalami gangguan pernafasan hingga sesak nafas, tentu daja mendapatkan penanganan yang berbeda yaitu terdapat zat gizi yang diturunkan atau dibatasi terutama makanan tinggi karbohidrat atau tinggi kalori.

Baca juga: Mengapa Penderita GERD Tidak Boleh Konsumsi Makanan dalam Porsi Besar? Begini Ulasan Ahli Gizi

Perlu diketahui bahwa makanan tinggi karbohidrat dan tinggi kalori, seperti karhohidrat sederhana yaitu gula jawa, gula batu dan jenis olahannya seperti es krim, roti dengan selai yang pemanis terlalu banyak ketika masuk kedalam tubuh akan diubah menjadi glukosa.

Dari karbohidrat tersebut ternyata memiliki sampah sisa metabolisme pada tubuh yaitu air dan karbondioksida.

Jika makanan manis-manis tersebut tidak dibatasi, padahal pasien covid memiliki keluhan sesak nafas dan sisa metabolisme karbohidrat semakin banyak, akhirnya paru-paru harus bekerja ekstra untuk menegluarkan karbondioksida.

Padahal paru-paru sedang bermasalah karena terinfeksi virus, sehingga kinerja paru-paru akan semakin berat.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribunnews.com bersama dengan R. Radyan Yaminar, S.Gz. Seorang ahli gizi dari RS Nirmala Suri Sukoharjo. Sabtu (28/8/2021)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved