Breaking News:

Waspada, Disfungsi Ereksi Tak Hanya Terjadi pada Usia Lanjut Tetapi Bisa Mengintai Usia Muda

Masalah umum yang sering dialami seorang pria adalah disfungsi ereksi. Penyebab dari disfungsi ereksi bisa karena faktor psikologis dan hormonal.

freepik.com
ilustrasi disfungsi ereksi pada pria 

TRIBUNHEALTH.COM - Ereksi adalah tegangnya alat kelamin pria.

Disfungsi ereksi merupakan suatu ketidakmampuan pria untuk ereksi,atau pria tersebut bisa ereksi tetapi tidak mampu mempertahankan sampai terjadi hubungan intim yang memuaskan untuk kedua belah pihak.

Bermacam-macam penyebab disfungsi ereksi, psikologis seperti stress bisa dikatakan sebagai penyebab.

Penyebab disfungsi ereksi dari segi fisik dilihat dari hormonal pria tersebut.

Dari segi hormonal, seseorang yang mengalami disfungsi ereksi perlu diketahui apakah kadar hormon tetsosteron pada pria tergolong normal atau tinggi sehingga memiliki kemampuan seksual yang baik.

Selain dari faktor hormonal, faktor pembuluh darah atau faskuler juga bisa menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi.

ilustrasi disfungsi ereksi pada pria
ilustrasi disfungsi ereksi pada pria (freepik.com)

Baca juga: dr. Ni Wayan Beberkan Jenis-jenis Perawatan untuk Mengatasi Rambut Rontok

dr. Andi menyampaikan bahwa penis merupakan suatu organ yang di dalamnya penuh dengan darah.

Seorang pria yang ingin ereksi pembuluh darah harus lancar dan tidak boleh ada sumbatan atau kebocoran.

Faktor syaraf juga menjadi penyebab terjadinya disfungsi ereksi pada pria.

Saraf bisa diibaratkan seperti kabel listrik, apabila terdapat rangsangan dari otak maka seperti terjadi setruman.

Perlu diketahui bahwa faktor penyakit penyerta dapat mengakibatkan disfungsi ereksi pada pria.

Baca juga: Ahli Gizi: Tidak Benar Jika Pasien yang Sembuh dari Asam Lambung Langsung Makan dalam Jumlah Besar

Contoh dari penyakit penyerta antaralain kencing manis, tekanan darah tinggi atau hipertensi, kolesterol, terjadinya sumbatan jantung atau pada pembuluh darah yang lain akan mengakibatkan disfungsi ereksi.

dr. Andi menyampaikan bahwa disfungsi ereksi memiliki tingkat derajat, yakni:

- Skala 4 : penis terasa keras, tegang dan tidak bisa dilenturkan, jika diibaratkan keras seperti mentimun ataupun terong.

- Skala 3 : penis terasa tegang tetapi bisa dilenturkan jika diibaratkan tingkat kelenturan seperti sosis.

- Skala 2 : penis mudah jatuh dan kurang terasa tegang, jika diibaratkan seperi buah pisang yang sudah dikupas dan mudah patah.

Baca juga: Dr. drg. Munawir H. Usman: Gigi Keropos dan Gigi Berlubang adalah Kondisi yang Saling Berhubungan

- Skala 1 : penis tidak bisa tegang dengan wajarnya, apabila diibaratkan seperti memegang tahu yang tidak berstruktur keras.

Disfungsi ereksi bisa dialami oleh usia-usia muda mulai dari usia 20 ataupun 30 tahun, walaupun masih tergolong ringan.

Ringan yang dimaksud dr. Andi adalah terkadang penis bisa mengalami ereksi dan terkadang tidak bisa mengalami ereksi.

Jika hendak mengatasi permasalahan disfungsi ereksi, maka perlu mengetahui penyebab atau sumber masalah tersebut.

Halaman
12
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved