Breaking News:

dr. Ni Wayan Beberkan Jenis-jenis Perawatan untuk Mengatasi Rambut Rontok

Tak sedikit masyarakat mengeluhkan rambut rontok hingga mengalami kebotakan. Rambut rontok bisa terjadi karena pengaruh stress, begadang, dan hormonal

pixabay.com
ilustrasi seseorang yang mengalami rambut rontok 

TRIBUNHEALTH.COM - Perlu diketahui bahwa stress bisa menyebabkan rambut rontok.

Tanda-tanda dari stress biasanya diawali dengan adanya rambut rontok.

Normalnya jika tidak mengalami stress, rambut rontok kurang dari 100 helai per hari, jika lebih dari itu perlu diwaspadai mengapa rambut kita rontok lebih dari normalnya.

Penyebab rambut rontok yang umum terjadi adalah pada ibu menyusui, karena hormonal.

Selain hormonal, stressor dan faktor keturunan bisa menjadi penyebab rambut rontok.

Paling sering ditemui penyebab rambut rontok adalah pada ibu menyusui.

ilustrasi seseorang yang mengalami rambut rontok
ilustrasi seseorang yang mengalami rambut rontok (pixabay.com)

Baca juga: Ahli Gizi: Tidak Benar Jika Pasien yang Sembuh dari Asam Lambung Langsung Makan dalam Jumlah Besar

dr. Ni Wayan mengatakan bahwa stress memiliki faktor yang menyebabkan terjadinya rambut rontok

Stress, banyak begadang dan banyak pikiran membuat hormonal kita terganggu sehingga menimbulkan kerontokan pada rambut.

Treatment yang bisa dilakukan untuk mengatasi rambut rontok adalah dilakukan PRP (Platelet-ridh plasma) yang diambil dari darah sendiri.

Dari darah sendiri tersebut akan di centrifuge atau diputar dan menghasilkan paltelet-rich plasma.

dr. Ni wayan menyampaikan platelet-rich plasma akan disuntikkan di kulit kepala sekitar 0,2-1 mililiter pad bagian yang mudah terjadi kerontokan.

Baca juga: Ingin Tidur Malam Berkualitas? Ini yang Perlu Diperhatikan saat Menata Kamar

Selain platelet-rich plasma, dr. Ni Wayan menyampaikan bahwa kita memiliki Regenera Activa yang lebih advance untuk treatment rambut rontok.

Konsep dari PRP dan Regenera Activa memiliki kesamaan yaitu diambil dari darah sendiri, karena bertujuan untuk mengurangi alergi dari bahan-bahan kimia.

dr. Ni Wayan mengatakan bahwa treatmen PRP bisa dilakukan ulang 4-6 kali treatment selama 3-4 minggu sekali.

Treatment Regenera Activa dilakukan cukup satu kali saja dan bisa bertahan antara 1 sampai 2 tahun, dan dilakukan pengulangan antara 1-1,5 tahun berikutnya jika diperlukan.

Setiap tretament memiliki masa pengulangan sendiri-sendiri.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Health bersama dengan dr. Ni Wayan Julyani. Seorang dokter kecantikan Lumina Aesthetic Clinic. Kamis (8/7/2021)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved