Breaking News:

WHO Rilis Data Baru tentang Virus Corona Varian Omicron, Seberapa Mematikan?

Setelah 38 negara melaporkan varian omicron, WHO segera mengumumkan soal seberapa mematikan virus ini

Pixabay
Ilustrasi virus corona varian omicron 

TRIBUNHEALTH.COM - Sejak awal kemunculan, para ahli telah khawatir terhadap virus corona varian omicron.

Pasalnya varian ini membawa 32 mutasi yang beberapa di antaranya terkait dengan kemampuan menghindari kekebalan.

Para ahli menilai ada peluang virus varian omicron bisa 'mengelabuhi' vaksin, dilansir TribunHealth.com dari Express.

Namun ada kabar kembira dari data yang dirilis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Jumat (3/12/2021).

WHO menyebut dari 38 negara yang sudah melaporkan omicron, tak satu pun ada kasus kematian.

Baca juga: Bukan Anosmia, Penderita Covid-19 Varian Omicron Laporkan Gejala Tenggorokan Gatal

Baca juga: Ahli Sebut Bahaya Varian Omicron Tak Bakal Terungkap hingga Tahun Baru, Apa Masalahnya?

ilustrasi vaksin covid seseorang yang memiliki komorbid
ilustrasi vaksin covid seseorang yang memiliki komorbid (freepik.com)

Namun, masih terlalu dini untuk membuat kesimpulan bahwa omicron tak mematikan.

Mereka mendesak agar semua pihak tetap berhati-hati.

WHO menambahkan akan memakan waktu lebih lama sebelum memiliki gambaran lengkap tentang kemampuan omicron dan seberapa efektif perawatannya.

Michael Ryan, direktur kedaruratan WHO, mengatakan stafnya akan berusaha untuk "mendapatkan jawaban yang dibutuhkan semua orang di luar sana".

Para ilmuwan percaya omicron memang memiliki beberapa kemampuan untuk lolos dari kekebalan, tetapi tidak seperti yang diberikan oleh vaksin.

Baca juga: Muncul Varian Covid-19 Omicron, Ini 6 Hal yang Perlu Diketahui

Baca juga: Muncul Varian Covid-19 Omicron, Ini 6 Hal yang Perlu Diketahui

Ilustrasi virus corona varian omicron
Ilustrasi virus corona varian omicron (Pixabay)

Para peneliti yang bekerja dengan Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD) percaya bahwa ia memiliki resistensi "substansial" terhadap kekebalan alami yang diberikan oleh infeksi sebelumnya.

Temuan dari lembaga Afrika Selatan mengikuti studi dunia nyata dari setiap varian yang mengidentifikasi orang 2,4 kali lebih mungkin untuk terinfeksi ulang dengan omicron.

Hasilnya, meskipun belum ditinjau oleh rekan sejawat, bukti yang disimpulkan menunjukkan "peningkatan risiko infeksi ulang yang substansial dan berkelanjutan".

Dan para peneliti menyerukan penyelidikan "mendesak" apakah omicron dapat melakukan hal yang sama dengan vaksin.

Baca juga: Pfizer dan Moderna Tengah Kembangkan Vaksin yang Targetkan Varian Covid-19, Termasuk Omicron

Baca juga: Varian Omicron Bisa Infeksi Orang yang Telah Divaksinasi, Ahli Yakin Tetap Efektif Kurangi Keparahan

Tenaga kesehatan menunjukkan vaksin Covid-19 Pfizer di Sentra Vaksinasi Covid-19 Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Nasional, di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (16/9/2021).
Tenaga kesehatan menunjukkan vaksin Covid-19 Pfizer di Sentra Vaksinasi Covid-19 Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Nasional, di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (16/9/2021). (Tribunnews/Jeprima)

Mereka menambahkan bahwa mereka juga perlu mengukur "implikasi potensial dari penurunan kekebalan terhadap infeksi pada perlindungan terhadap penyakit parah dan kematian".

Para pejabat percaya varian itu juga menyebabkan gejala Covid alternatif.

Dr Angelique Coetzee, ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan, mengidentifikasi tiga gejala yang terkait dengan Omicron.

Para peneliti telah mengidentifikasi ini sebagai yang lebih ringan daripada yang disebabkan oleh varian lainnya.

Gejalanya meliputi:

  • Kelelahan
  • Pegal-pegal
  • Sakit kepala

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved