Breaking News:

Varian Omicron Bisa Infeksi Orang yang Telah Divaksinasi, Ahli Yakin Tetap Efektif Kurangi Keparahan

Para ahli meyakini vaksin tetap efektif untuk mengurangi tingkat keparahan akibat virus varian omicron

Tribunnews/Jeprima
Tenaga kesehatan menunjukkan vaksin Covid-19 Pfizer di Sentra Vaksinasi Covid-19 Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Nasional, di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (16/9/2021). 

TRIBUNHEALTH.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan virus corona varian omicron sebagai varian yang menjadi perhatian.

Hingga saat ini para ilmuwan belum banyak mengetahui mengenai varian ini.

Ada yang meyakini omicron lebih ringan dari delta, namun yang lain meyakini lebih menular dari varian sebelumnya.

Kemunculan varian baru ini membuat sejumlah negara mengambil langkah tegas terkait pembatasan negara.

Satu di antaranya adalah Australia, yang langsung menutup beberapa perbatasan internasional, dilansir TribunHealth.com dari ABC News, Senin (29/11/2021).

Selain itu, negara tersebut juga mengubah panduan perjalanan.

Akankah vaksin tetap bisa melindungi dari varian omicron?

Ilustrasi virus corona varian omicron
Ilustrasi virus corona varian omicron (kompas.com)

Baca juga: Fakta Virus Corona Varian Omicron: Pertama Ditemukan di Afrika Selatan dan Punya 32 Mutasi

Baca juga: Virus Corona Varian AY.4.2 Lebih Sulut Disadari, Kebanyakan Kasus Tanpa Gejala

ABC News menyebut kemungkinan besar vaksin tetap bisa memberi perlindungan.

Namun tak ada yang tahu pasti mengenai hal ini, mengingat varian ini belum dipelajari dalam jangka panjang.

Strain ini telah terdeteksi pada orang yang divaksinasi dan tidak divaksinasi di Afrika Selatan.

Menurut para ahli, sejauh ini varian tersebut menyebabkan kelelahan ekstrem tetapi hanya penyakit ringan.

Menurut ahli virologi Westmead Institute, Tony Cunningham, para ilmuwan di seluruh dunia - termasuk di Australia - akan melihat apakah antibodi pelindung dalam vaksin "cukup tinggi" untuk menutupi jenis ini.

Baca juga: Virus Corona Varian Omricon Masuk Inggris, Ahli Percaya Vaksinasi Tetap Bisa Melindungi dari Infeksi

Baca juga: Anak Corona Varian Delta Ini Bisa Hindari Kekebalan Tubuh, Bahaya jika Bersatu dengan Mutasi Lain

Ilustrasi virus corona
Ilustrasi virus corona (tribunnews.com)

"Kecurigaan saya adalah vaksin yang kami gunakan di Australia [Pfizer, Moderna, AstraZeneca] akan mencakup penyakit parah terhadap varian Omicron," kata Profesor Cunningham, seorang ahli vaksin dengan pengalaman empat dekade."

"Ini jelas bisa menginfeksi orang yang divaksinasi."

"Tapi, ingat, kita hanya membutuhkan sedikit antibodi untuk melindungi dari penyakit parah."

Chief Medical Officer Paul Kelly mengatakan para ilmuwan akan melakukan pengujian laboratorium untuk menentukan apakah vaksin saat ini bekerja dengan pasti.

"Virus sedang tumbuh di Australia dari kasus pertama yang didiagnosis [pada hari Minggu] dan, secara internasional, kita dapat melakukan tes itu [dan] kemudian melihat apa yang terjadi," kata Profesor Kelly.

"Itu bisa dilakukan dalam beberapa hari."

Baca juga: Tjandra Yoga Aditama Ungkap Varian Delta Plus AY.4.2 Belum Masuk Klasifikasi VOI Maupun VOC oleh WHO

Baca juga: Varian Delta Plus AY.4.2 Terdeteksi di 42 Negara, dr. Siti Nadia: Di Indonesia Belum Ditemukan

ILUSTRASI Vaksinasi pada anak - Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 pada warga saat vaksinasi Covid-19 keliling Polda Metro Jaya di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2021) malam. Polda Metro Jaya menggelar vaksinasi Covid-19 keliling di kawasan titik pembatasan mobilitas saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro guna mempercepat target pemerintah menjalankan program vaksinasi Covid-19.
ILUSTRASI Vaksinasi pada anak - Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 pada warga saat vaksinasi Covid-19 keliling Polda Metro Jaya di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2021) malam. Polda Metro Jaya menggelar vaksinasi Covid-19 keliling di kawasan titik pembatasan mobilitas saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro guna mempercepat target pemerintah menjalankan program vaksinasi Covid-19. (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Ahli epidemiologi Universitas Deakin, Catherine Bennett, mengatakan para ilmuwan juga akan menganalisis tingkat infeksi realtime di Afrika Selatan dan negara-negara Afrika lainnya untuk menentukan tingkat infeksi antara orang yang divaksinasi dan tidak divaksinasi.

Namun, salah satu masalahnya adalah rendahnya persentase orang yang divaksinasi di wilayah tersebut.

Halaman
12
Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved