Breaking News:

Fakta Virus Corona Varian Omicron: Pertama Ditemukan di Afrika Selatan dan Punya 32 Mutasi

Munculnya varian baru omicron memicu kekhawatiran akan memunculkan resistensi terhadap vaksin

Pixabay
Ilustrasi mutasi genetik covid-19 

TRIBUNHEALTH.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menamai varian virus corona B.1.1529 sebagai "omicron".

Penamaan ini menunjukkan omicron sebagai varian yang mengkhawatirkan, yang ditetapkan hanya beberapa minggu setelah pertama kali terdeteksi.

Pengumuman itu datang pada hari Jumat (26/11/2021) di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa varian itu sangat menular dan dapat mengurangi kemanjuran vaksin.

Namun, mengingat omicron baru muncul baru-baru ini, para ilmuwan percaya bahwa perlu beberapa bulan sebelum bisa melihat lebih lengkap tentang skala ancaman yang ditimbulkan.

Yang pasti, varian yang diturunkan dari garis keturunan B.1.1 ini “belum pernah terjadi sebelumnya” dan “sangat tidak biasa” dalam jumlah mutasinya.

B.1.1529 memiliki 32 mutasi yang terletak di protein lonjakannya, dilansir TribunHealth.com dari Independent, Sabtu (27/11/2021).

Ini termasuk E484A, K417N dan N440K, yang terkait dengan fungsi untuk membantu virus lolos dari deteksi antibodi.

Mutasi lain, N501Y, tampaknya meningkatkan kemampuan virus untuk masuk ke sel, juga membuatnya lebih mudah menular.

Dari mana asalnya?

Ilustrasi mutasi virus corona
Ilustrasi mutasi virus corona (Pixabay)

Baca juga: Anak Corona Varian Delta Ini Bisa Hindari Kekebalan Tubuh, Bahaya jika Bersatu dengan Mutasi Lain

Baca juga: 5 Faktor Risiko Leukimia Mieloid Akut, Kelainan Sel Darah Putih Akibat Mutasi DNA

Virus ini pertama kali tercatat di Afrika Selatan pada 14 November.

Kini ada 22 kasus di negara itu, menurut Institut Nasional untuk Penyakit Menular.

Lebih banyak kasus diperkirakan akan dikonfirmasi di negara itu ketika hasil pengurutan keluar.

Pemerintah Afrika Selatan mengatakan pada hari Kamis bahwa banyak kasus omicron terletak di provinsi Gauteng.

Pada hari Jumat, Eropa memiliki kasus pertama yang dikonfirmasi setelah infeksi dilaporkan di Belgia.

Ahli virologi Marc Van Ranst mentweet bahwa varian tersebut telah terdeteksi pada seorang pelancong yang kembali dari Mesir awal bulan ini.

Apakah resisten terhadap vaksin?

Tenaga kesehatan melakukan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan secara door to door atau rumah ke rumah di kawasan Sunter Agung, Sunter, Jakarta Utara, Senin (16/8/2021). Vaksinasi yang dilakukan secara door to door itu dilakukan untuk sebagai langkah percepatan vaksinasi bagi lansia dan yang mengalami kelumpuhan.
Tenaga kesehatan melakukan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan secara door to door atau rumah ke rumah di kawasan Sunter Agung, Sunter, Jakarta Utara, Senin (16/8/2021). Vaksinasi yang dilakukan secara door to door itu dilakukan untuk sebagai langkah percepatan vaksinasi bagi lansia dan yang mengalami kelumpuhan. (Warta Kota/henry lopulalan)

Baca juga: Virus Corona Menyebar pada Hewan, Vaksinasi Bisa Gagal Total jika Suatu Saat Bisa Tulari Manusia

Baca juga: Indonesia Dinyatakan Memiliki Tingkat Penularan Rendah, Jubir Vaksin Ingatkan Varian Baru Covid-19

Protein lonjakan yang melapisi bagian luar virus Covid memungkinkannya menempel dan masuk ke sel manusia.

Vaksin melatih tubuh untuk mengenali lonjakan ini dan menetralkannya, sehingga mencegah infeksi sel.

Ke-32 mutasi yang terdeteksi dalam protein lonjakan varian baru akan mengubah bentuk struktur ini, sehingga menimbulkan masalah bagi respons imun yang diinduksi oleh vaksin.

Mutasi ini dapat membuat protein lonjakan kurang dikenali oleh antibodi manusia.

Akibatnya, mereka tidak akan seefektif menetralkan virus, yang kemudian dapat melewati pertahanan kekebalan dan menyebabkan infeksi.

Namun para ilmuwan masih belum memiliki hasil yang pasti mengenai hal ini.

Pasalnya varian ini baru muncul dan belum dipelajari dalam jangka panjang.

Baca berita lain tentang Covid-19 di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved