Breaking News:

'Anak' Corona Varian Delta Ini Bisa Hindari Kekebalan Tubuh, Bahaya jika Bersatu dengan Mutasi Lain

Ilmuwan mengkhawatirkan jika dua mutasi virus corona varian delta ini bersatu dan ditemukan dalam satu varian

Pixabay
Ilustrasi mutasi virus corona 

TRIBUNHEALTH.COM - Virus corona varian delta terus bermutasi melahirkan 'anak' yang baru.

Salah satu sub varian baru delta diyakini bisa menghindari sistem kekebalan tubuh, dilansir TribunHealth.com dari Independent, Kamis (18/11/2021).

Para ilmuwan terus mengingatkan varian baru tersebut bisa bermutasi lebih lanjut, dan pada akhirnya lebih bisa menginfeksi manusia.

Varian tersebut memiliki mutasi E484K, yang dikaitkan dengan kemampuan menghindari respon antibodi tubuh.

Pengujian dari Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) telah menunjukkan bahwa Delta dengan E484K mengurangi efek penetralan antibodi dengan cara yang mirip dengan Beta, yang juga membawa mutasi yang sama.

Pada 8 November, 152 kasus varian telah terdeteksi di Inggris, Skotlandia dan Wales.

Angka ini meningkat 59 sejak pertengahan Oktober.

Baca juga: dr. Siti Nadia Tarmizi Sebut Varian Delta Menjadi Varian Paling Dominan di Tingkat Global

Baca juga: Tjandra Yoga Aditama Ungkap Varian Delta Plus AY.4.2 Belum Masuk Klasifikasi VOI Maupun VOC oleh WHO

Ilustrasi COVID-19 varian delta plus
Ilustrasi COVID-19 varian delta plus (kompas.com)

Tidak ada tanda-tanda bahwa Delta dengan E484K, atau dikenal sebagai Delta-plus, akan menjadi dominan di Inggris.

Tetapi para ilmuwan telah memperingatkan bahwa delta dengan E484K dapat berkembang menjadi lebih bermasalah, terutama dengan tingkat infeksi dan prevalensi virus yang begitu tinggi.

Dr Stephen Griffin, ahli virologi di Universitas Leeds, mengatakan varian "memiliki keuntungan karena menghindari kekebalan."

Namun dia menyebut hadirnya mutasi tersebut tampaknya meperendah transmisi virus itu sendiri.

“Ini tentu tidak lebih bugar dari delta asli yang bertahan di Inggris,” tambahnya.

“Tapi itu terus berlanjut, meskipun pada level yang rendah.”

Bahaya jika punya mutasi lain

Ilustrasi virus corona varian delta di Indonesia
Ilustrasi virus corona varian delta di Indonesia (tribunnews.com)

Baca juga: Meski Statusnya Ditingkatkan, Belum Ada Bukti yang Tunjukkan Varian Delta Plus Lebih Berbahaya

Baca juga: Dampak Ibu Hamil yang Terpapar Covid-19 Varian Delta, Simak Penjelasan dr. Bayu Winarno, Sp. OG

Jika varian tersebut memperoleh mutasi lain, “mungkin akan ada masalah,” kata Dr Griffin.

Misalnya saja apa yang dikhawatirkan oleh Prof Katzouraki.

Dias mengatakan rihatin dengan prospek mutasi N501Y, komponen kunci dari susunan genetik varian alpha - yang muncul di delta-plus.

“Jika kita mulai melihat E484K dan N501Y dalam virus yang sama, saya akan mulai lebih khawatir,” katanya.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved