Breaking News:

Virus Corona Varian AY.4.2 Lebih Sulut Disadari, Kebanyakan Kasus Tanpa Gejala

Kasus tanpa gejala menyulitkan untuk mengetahui kapan perlu tes PCR dan kapan perlu isolasi mandiri

Luis ROBAYO / AFP
ILUSTRASI - Seorang petugas kesehatan menyortir sampel darah untuk studi vaksinasi Covid-19 di Center for Pediatrics Infectology Studies (CEIP) di mana perusahaan farmasi Janssen, dari Johnson and Johnson, sedang mengembangkan studi fase 3 vaksin di Cali, Kolombia pada 26 November, 2020. Uji coba vaksin virus corona dapat segera dimulai pada bayi yang baru lahir serta wanita hamil 

TRIBUNHEALTH.COM - Ada perbedaan yang mencolok antara virus corona AY.4.2 dibanding virus corona delta pada umumnya.

Varian baru ini jauh lebih mampu menyebar tanpa gejala, sebagaimana dilansir TribunHealth.com dari Express, Sabtu (20/11/2021).

Dua pertiga dari orang yang terpapar varian ini tak menunjukkan gejala.

Hal ini menyulitkan untuk mengetahui kapan perlu tes PCR dan kapan perlu isolasi mandiri.

Gejala normal yang dikenali virus corona adalah batuk terus-menerus, demam, dan kehilangan indra perasa dan penciuman.

Profesor epidemiologi statistik di Imperial College London, Christi Donnelly percaya bahwa infeksi tanpa gejala ini membuat varian AY.4.2 lebih menular.

Baca juga: Tjandra Yoga Aditama Ungkap Varian Delta Plus AY.4.2 Belum Masuk Klasifikasi VOI Maupun VOC oleh WHO

Baca juga: Varian Delta Plus AY.4.2 Terdeteksi di 42 Negara, dr. Siti Nadia: Di Indonesia Belum Ditemukan

Ilustrasi virus corona varian delta
Ilustrasi virus corona varian delta (megapolitan.kompas.com)

“Ini adalah penularan tanpa gejala yang benar-benar dapat membuat perbedaan antara apa yang relatif mudah dikendalikan dan apa yang perlu divaksinasi.”

Penyebaran AY.4.2 dan varian baru lainnya telah mendorong angka transmisi di Inggris berada di level di puncak seperti gelombang kedua, Januari tahun ini.

Periode waktu pertengahan Oktober hingga awal November menunjukkan prevalensi 1,57 persen, sama dengan Januari lalu.

Angka itu menunjukkan peningkatan yang signifikan dari 0,83 persen pada September.

Tingkat infeksi terbesar ditemukan di antara anak-anak usia sekolah antara 5 dan 17 tahun.

Baca juga: Muncul Varian AY.4.2., Satgas Covid-19 Imbau Masyarakat Tidak Panik

Baca juga: Muncul Virus Corona AY.4.2, Sub Varian Delta yang Kini Mulai Menyebar di Inggris Raya

Ilustrasi virus corona varian delta AY.4.2
Ilustrasi virus corona varian delta AY.4.2 (kompas.com)

Varian Delta plus pertama kali diidentifikasi di India, tetapi dengan cepat menyebar ke Inggris, Jepang, dan Amerika Serikat.

Saat ini belum jelas apakah varian ini akan menyalip varian lain sebagai yang paling umum.

Tidak ada bukti saat ini yang menunjukkan bahwa varian ini mampu melewati vaksin.

Cara terbaik untuk memerangi varian baru adalah dengan divaksinasi dan mengambil tindakan untuk membatasi penyebaran.

Mencuci tangan, menjaga jarak sosial, dan memakai masker terus membuktikan langkah-langkah efektif untuk membatasi penyebaran virus.

Karena varian Delta adalah yang paling umum saat ini, ada kepercayaan bahwa varian berikutnya akan turun darinya.

Baca berita lain tentang Covid-19 di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved