Breaking News:

Pfizer dan Moderna Tengah Kembangkan Vaksin yang Targetkan Varian Covid-19, Termasuk Omicron

Para ahli menyebut, masih perlu melihat sejumlah vaktor sebelum mengembangkan vaksin khusus omicron

WARTA KOTA/NUR ICHSAN
VAKSINASI LANSIA - Sebanyak 210 lansia menerima suntikan vaksin Covid-19, di Posyandu Garuda Rw 08 Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu (10/3/2021). Kegiatan yang berlangsung serentak di 164 kelurahan di Kota Tangerang, berlangsung mulai tanggal 9 hingga 13 Maret, sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. 

TRIBUNHEALTH.COM - Para produsen vaksin seperti Pfizer dan Moderna tengah berupaya mengembangkan vaksin 'generasi berikutnya'.

Vaksin mRNA yang mereka kerjakan diharapkan bisa menargetkan virus corona varian baru, seperti omicron.

Terkait hal ini, Ahli Epidemiologi Universitas Deakin, Catherine Bennett, buka suara.

Dia menyebut, hanya perlu beberapa minggu pertama pada tahun depan untuk bisa menghasilkan vaksin generasi baru itu, dilansir TribunHealth.com dari ABC News, Senin (29/11/2021).

"Itu selalu menjadi salah satu kekuatan teknologi mRNA, mereka bisa melakukannya dengan cepat, dan tidak menghasilkan vaksin yang sama sekali baru," katanya.

"Tetapi kami berharap untuk mendengar lebih banyak berita tentang efektivitas vaksin [saat ini] pada Omicron dan itu jelas akan menentukan seberapa besar upaya yang mereka lakukan untuk vaksin generasi berikutnya dan apakah itu diperlukan atau tidak."

Baca juga: Data Pemerintah Inggris Tunjukkan Vaksinasi Covid-19 Aman untuk Ibu Hamil

Baca juga: Virus Corona Varian Omricon Masuk Inggris, Ahli Percaya Vaksinasi Tetap Bisa Melindungi dari Infeksi

Tenaga kesehatan menunjukkan vaksin Covid-19 Pfizer di Sentra Vaksinasi Covid-19 Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Nasional, di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (16/9/2021).
Tenaga kesehatan menunjukkan vaksin Covid-19 Pfizer di Sentra Vaksinasi Covid-19 Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Nasional, di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (16/9/2021). (Tribunnews/Jeprima)

Pandangan tersebut didukung oleh Profesor Tony Cunningham, virologis di Westmead Institute.

Dia mengatakan "tidak ada gunanya" mengembangkan vaksin baru untuk menargetkan Omicron jika vaksin saat ini berhasil, atau jika tidak menjadi jenis yang dominan di seluruh dunia."

Namun, katanya, pengembang vaksin – termasuk timnya sendiri di Westmead Institute – sedang mengerjakan vaksin generasi berikutnya yang tahan terhadap varian.

"Ini seperti apa yang orang coba lakukan dengan suntikan flu universal," katanya.

"Anda harus lebih pintar dari virus saat bergerak. Itu kuncinya. Apakah Anda mengikuti perubahan virus, atau apakah Anda mencoba melakukan lebih pintar dan menebak-nebak?"

Faktor keparahan

ILUSTRASI Vaksinasi pada anak - Petugas kesehatan melakukan imunisasi terhadap seorang anak di balai warga Pademangan Timur, Jakarta Utara, Jumat (23/10/2020). Kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) berlangsung pada 21 Oktober hingga 9 November mendatang dengan target 1.720 siswa sekolah dasar. Dengan imunisasi ini diharapkan dapat memberikan perlindungan kesehatan jangka panjang bagi anak-anak di wilayah Pademangan. Kabar terbaru, Vaksin Sinovac Boleh untuk Usia 6-11 Tahun, Ini Alasan Anak Harus Divaksin.
ILUSTRASI Vaksinasi pada anak - Petugas kesehatan melakukan imunisasi terhadap seorang anak di balai warga Pademangan Timur, Jakarta Utara, Jumat (23/10/2020). Kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) berlangsung pada 21 Oktober hingga 9 November mendatang dengan target 1.720 siswa sekolah dasar. Dengan imunisasi ini diharapkan dapat memberikan perlindungan kesehatan jangka panjang bagi anak-anak di wilayah Pademangan. Kabar terbaru, Vaksin Sinovac Boleh untuk Usia 6-11 Tahun, Ini Alasan Anak Harus Divaksin. (Tribunnews/Jeprima)

Baca juga: Pemerintah Pastikan Ketersediaan Vaksin COVID-19 Aman hingga Akhir Tahun, Begini Ulasan dr. Reisa

Baca juga: Virus Corona Menyebar pada Hewan, Vaksinasi Bisa Gagal Total jika Suatu Saat Bisa Tulari Manusia

Menurut Profesor Cunningham, faktor lain yang akan dinilai oleh pemerintah dan WHO adalah tingkat keparahan variannya.

"Dan apa yang kami lihat sejauh ini Omicron tampaknya merupakan penyakit yang lebih ringan," katanya.

Ini didukung oleh Chief Medical Officer Paul Kelly, yang mengatakan analisis awal menunjukkan bahwa itu relatif ringan dibandingkan dengan versi virus sebelumnya.

Tapi, katanya, sejauh ini hanya ada "beberapa ratus" kasus yang dikonfirmasi atau dicurigai.

"Hanya ketika kami memiliki jumlah yang lebih besar, kami dapat membuat penilaian itu [tingkat keparahan Omicron]," katanya.

"Untuk memperjelas, ini masih SARS-CoV-2. Ini bukan virus baru. Ini adalah perubahan dari virus tertentu."

Baca berita lain tentang Covid-19 di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved